Gaji Pep Guardiola di Luar Jangkauan Timnas Italia, FIGC Butuh Bantuan Sponsor

Nama manajer Manchester City, Pep Guardiola, belakangan ramai disebut sebagai salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 25 April 2026, 11:15 WIB
Pep Guardiola tidak hanya sukses sebagai pelatih namun ternyata juga berkilau saat menjadi pemain. Pelatih Manchester City ini tercatat telah meraih 15 trofi bersama Barcelona. Termasuk enam gelar La Liga dan satu trofi Piala Eropa. (AFP/Lindsey Parnaby)

Bola.com, Jakarta - Nama manajer Manchester City, Pep Guardiola, belakangan ramai disebut sebagai salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia. Namun, ada satu masalah besar yang bisa mematahkan skenario tersebut. 

Menurut media ternama Italia, La Gazetta dello Sport, seperti dikutip Football Italia, Jumat (24/4/2026), gaji Pep Guardiola berada di luar jangkauan finansial Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Advertisement

Oleh karena itu, jika pelatih asal Spanyol tersebut ditawari pekerjaan melatih timnas Italia, pihak federasi akan membutuhkan dukungan finansial dari sponsor, seperti yang pernah terjadi pada masa Antonio Conte.

Gazzetta melaporkan Guardiola akan dengan senang hati mendengarkan proposal dari FIGC, yang akan memilih presiden baru untuk menggantikan Gabriele Gravina pada 22 Juni 2026.

Saat ini, Guardiola mengantongi gaji sekitar €14 juta (Rp282 miliar) bersih per tahun, ditambah bonus per musim di Manchester City. Angka ini jelas mustahil disanggupi oleh FIGC sendirian.

Jika ingin melakukan pendekatan nyata kepada Guardiola, Italia membutuhkan suntikan dana dari para sponsor.

 


Belajar dari Kasus Antonio Conte

Antonio Conte ditunjuk sebagai pelatih Timnas Italia setelah tiga musim bersama Si Nyonya Tua. Ia mampu membuat Timnas Italia tampil impresif dengan skema 3-5-2 ala Juventus. Sayangnya, Conte harus terhenti di perempatfinal Euro 2016 bersama Gli Azzurri. (AFP/Marcello Paternostro)

Skenario ini bukan hal baru bagi Azzurri. Dulu, setengah dari gaji Antonio Conte yang sebesar €4,1 juta (antara 2014 dan 2016) dibayar oleh salah satu sponsor FIGC, yaitu Puma.

Kebetulan, Puma saat ini juga memiliki kemitraan komersial dengan Guardiola.

Gazzetta mencatat bahwa Roberto Mancini adalah pelatih Italia dengan bayaran tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, setelah menandatangani kontrak baru senilai €3 juta per tahun setelah menjuarai Euro 2021.

 


Masih Terikat Kontrak di Manchester City

Kemenangan ini menjaga asa Manchester City untuk meraih banyak gelar musim ini. Selain masih bersaing ketat di Liga Primer Inggris, City juga sudah dinanti laga final Piala Liga dan masih bersaing di Liga Champions. (AFP/Paul Currie)

Pep Guardiola masih terikat kontrak bersama Manchester City hingga 30 Juni 2027. Meski begitu, Guardiola dikabarkan La Gazzetta dello Sport berminat untuk duduk di kursi pelatih Timnas Italia.

Saat ini, kursi pelatih Gli Azzurri tengah lowong. Gennaro Gattuso yang sebelumnya menangani Timnas Italia, memutuskan untuk mengundurkan diri pada 3 April 2026 setelah gagal membawa ank asuhnya lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.

Sejumlah nama disebut-sebut menjadi kandidat kuat pelatih Italia, mulai dari Massmiliano Allegri, Roberto Mancini, hingga Antonio Conte. Namun, masih belum ada keputusan resmi dari Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) terkait pelatih anyar.

Pelatih baru Timnas Italia baru akan ditunjuk setelah pemilihan Presiden FIGC yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni mendatang. Artinya, keputusan besar terkait masa depan Gli Azzurri masih menunggu arah kebijakan dari pucuk pimpinan baru.

 


Ingin Jeda

Manajer Manchester City asal Spanyol, Pep Guardiola, bereaksi selama pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Manchester City dan Real Madrid di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 18 Maret 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Kini, muncul nama Pep Guardiola yang disebut sebagai kandidat kuat pelatih anyar Timnas Italia. Meski masih terikat kontrak bersama Manchester City, masa depan Guardiola di Etihad Stadium tidak sepenuhnya pasti.

Jika benar hengkang, pelatih asal Spanyol itu disebut tidak akan langsung melatih klub lain. Sebaliknya, Guardiola dikabarkan ingin mengambil jeda setelah bertahun-tahun menghadapi tekanan tinggi bersama Man City.

Namun, opsi menangani Timnas Italia dinilai sebagai kompromi ideal. Dia bakal tetap melatih, tetapi dengan ritme yang berbeda.

Langkah rehat dari dunia sepak bola bukan hal baru bagi Guardiola. Eks legenda Barcelona tersebut pernah mengambil jeda dari dunia kepelatihan pada 2012 sebelum kembali bersama Bayern Munchen.

Sumber: Football Italia

Berita Terkait