Sanksi dari UEFA Turun, Gianluca Prestianni Diskors 6 Laga usai Insiden dengan Vinicius Jr

UEFA menjatuhkan hukuman kepada pemain muda, Gianluca Prestianni, menyusul insiden kontroversial dengan bintang Real Madrid, Vinicius Jr.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 24 April 2026, 23:20 WIB
Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Bola.com, Jakarta - UEFA akhirnya menjatuhkan hukuman kepada pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, menyusul insiden kontroversial dengan bintang Real Madrid, Vinicius Jr., dalam laga playoff Liga Champions pada Februari lalu.

Pertandingan antara Benfica dan Real Madrid di Lisbon sempat memanas setelah Vinicius membuka keunggulan tim tamu dalam kemenangan 1-0. Namun, selebrasi gol tersebut diwarnai dugaan pelecehan yang langsung dilaporkan pemain asal Brasil itu kepada wasit.

Advertisement

Wasit kemudian mengaktifkan protokol anti-rasisme yang membuat pertandingan dihentikan sekitar 10 menit. Insiden tersebut menjadi sorotan luas dan memicu penyelidikan mendalam dari UEFA.

Prestianni menjadi pusat perhatian setelah terlihat menutupi mulutnya dengan jersey saat berbicara kepada Vinicius. Namun, ia dan pihak Benfica membantah tuduhan rasisme. Pemain sayap itu mengklaim ucapannya disalahartikan, sembari menegaskan bahwa dirinya bukan seorang rasis dan menyesalkan ancaman yang ia terima setelah pertandingan.


Sanksi Enam Laga untuk Pelanggaran Homofobia

Kylian Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Setelah melakukan investigasi, UEFA melalui Komite Kontrol, Etik, dan Disiplin akhirnya mengambil keputusan. Prestianni dijatuhi larangan bermain sebanyak enam pertandingan karena terbukti melakukan tindakan bernuansa homofobia.

Dari total hukuman tersebut, satu laga sudah dijalani saat leg kedua melawan Madrid sebagai bagian dari sanksi sementara. Sementara tiga pertandingan terakhir dari hukuman tersebut ditangguhkan selama dua tahun.

Dengan demikian, secara efektif Prestianni akan absen dalam dua pertandingan awal kompetisi Eropa Benfica musim depan.

UEFA menyebut bahwa pelanggaran yang dilakukan termasuk dalam kategori pelecehan homofobia, sejalan dengan pernyataan gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni, usai pertandingan. Ia mengungkapkan bahwa insiden tersebut tidak dapat diterima, terlepas dari perdebatan soal kata-kata yang digunakan.


Lebih Ringan dari Kasus Rasisme

Gianluca Prestianni berebut bola dengan Jude Bellingham dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026. (AP Photo/Armando Franca)

Berdasarkan regulasi UEFA, pelanggaran rasisme biasanya mendapat hukuman minimal 10 pertandingan di kompetisi Eropa. Hal ini membuat keputusan terhadap Prestianni menuai sorotan, karena dinilai lebih ringan dibanding kasus rasisme, sehingga memicu perdebatan soal konsistensi penegakan disiplin.

UEFA juga telah meminta FIFA untuk memperluas sanksi tersebut agar berlaku di level global. Artinya, hukuman ini bisa tetap berlaku jika Prestianni membela Argentina national team di ajang internasional seperti Piala Dunia.

Namun, peluang pemain berusia 20 tahun itu tampil di turnamen besar terbilang kecil, mengingat sejauh ini ia baru mencatatkan satu caps bersama tim nasional Argentina.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penegakan disiplin terhadap segala bentuk pelecehan dalam sepak bola, baik yang bersifat rasis maupun homofobia, demi menjaga nilai sportivitas dan rasa hormat di dalam lapangan.

 

Sumber: UEFA

Berita Terkait