Bola.com, Jakarta - Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, membuka cerita di balik keputusannya bertahan pada musim panas 2025.
Ia menyebut satu faktor paling menentukan bukan soal uang atau negosiasi, melainkan percakapan sederhana dengan istrinya.
Pemain berusia 31 tahun itu sempat dikaitkan dengan kepindahan bernilai besar ke Liga Pro Saudi. Bahkan, agennya, Miguel Pinho, dilaporkan sudah menjalin komunikasi dengan Al-Hilal terkait potensi transfer senilai 100 juta paun.
Namun, Fernandes memilih bertahan. Dalam perbincangan di program Wayne Rooney Show di BBC Sport, ia menjelaskan alasan utamanya.
"Saya bertahan karena merasa masih punya sesuatu untuk diberikan kembali kepada klub," kata Fernandes.
Godaan Finansial
Ia tak menampik besarnya godaan finansial dari Arab Saudi. Namun, menurutnya, ia dan keluarga memiliki sudut pandang yang sama dalam menyikapi hal tersebut.
"Situasi Arab Saudi, dengan uangnya… memang sangat besar. Tapi, hal terbaik dalam keluarga saya adalah, istri saya sangat membumi seperti saya," ujarnya.
"Kami sangat sadar bahwa kami tidak ingin menjadi orang terkaya di dunia," imbuhnya.
Fernandes menegaskan, prioritas hidupnya bukan akumulasi kekayaan, melainkan pencapaian mimpi dan kualitas hidup bersama keluarga.
"Kami hanya ingin menjadi orang yang berhasil mewujudkan mimpi, menjalani hidup yang baik bersama anak-anak, dan berusaha meraih kesuksesan semaksimal mungkin," ungkapnya.
Ucapan Istri
Ucapan sang istri, menurut Fernandes, menjadi titik balik dalam pengambilan keputusan.
"Kata-kata istri saya seperti ini: 'Apakah kamu sudah mencapai mimpimu? Apakah kamu sudah mendapatkan semua yang kamu inginkan?'
"Kalimat sederhana itu membuat saya sadar bahwa dia sejalan dengan saya. Mari terus berusaha dan lihat ke mana ini akan membawa saya," lanjutnya.
Keputusan tersebut kini terlihat berbuah positif. Fernandes tampil konsisten sepanjang musim saat MU memburu tiket ke Liga Champions.
Di Liga Inggris, ia sudah mencetak delapan gol dan menyumbang 18 assist, hanya terpaut dua dari rekor yang saat ini dipegang bersama oleh Kevin De Bruyne dan Thierry Henry.
Layak Jadi Kandidat Pemain Terbaik
Dalam kesempatan yang sama, Wayne Rooney menilai Fernandes layak masuk kandidat pemain terbaik musim ini.
Menanggapi hal itu, gelandang Portugal tersebut mengaku tersanjung.
"Merupakan kehormatan besar bisa masuk pembicaraan itu," kata Fernandes.
Ia juga menyoroti makna penghargaan individu di tengah ambisi kolektif.
"Anda bisa mengatakan berkali-kali bahwa yang utama adalah trofi tim, dan itu memang benar. Tapi, penghargaan individu tetap menyenangkan secara pribadi," ucap pemain berusia 31 tahun itu.
"Yang memilih adalah para pemain. Itu punya dampak berbeda karena Anda bermain melawan mereka. Jika mereka mengakui Anda sebagai salah satu yang terbaik di liga, itu adalah kehormatan besar," ujar Fernandes.
Sumber: The Independent