Sudah Siap Membantu, John Terry Tetap Tak Ditarik ke Tim Utama Chelsea, Ini Penyebabnya

Mengapa Chelsea terus Mengabaikan John Terry yang ingin mendapat peran di tim utama?

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 April 2026, 20:30 WIB
Duta Besar Liga Champions dan mantan pemain sepak bola Inggris, John Terry, menyampaikan pidato pada pengundian babak 16 besar turnamen sepak bola Liga Champions UEFA 2023-2024 di House of European Football di Nyon, pada 18 Desember 2023. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Keputusan Chelsea kembali mengabaikan John Terry untuk peran di tim utama bukan sekadar kebetulan. Di balik itu, ada pertimbangan yang sudah lama melekat pada sosok legenda klub tersebut.

Chelsea baru saja memecat Liam Rosenior setelah masa kerja yang bahkan belum genap empat bulan. Kekalahan 0-3 dari Brighton & Hove Albion menjadi pukulan terakhir, sekaligus menandai lima kekalahan beruntun yang tak bisa ditoleransi.

Advertisement

Alih-alih menunjuk pelatih tetap, manajemen memilih solusi internal. Calum McFarlane ditarik naik dari staf kepelatihan menjadi pelatih kepala sementara hingga akhir musim.

McFarlane kembali mengisi peran yang sempat dijalaninya secara singkat, Januari lalu, tak lama setelah klub berpisah dengan Enzo Maresca.


Lagi-Lagi Tak Dilirik

Pelatih Aston Villa, Dean Smith dan John Terry saat melawan West Ham United pada laga Premier League di Stadion London, Minggu (26/7/2020). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Andy Rain/Pool via AP)

Di tengah kekosongan kursi pelatih, nama Terry sebenarnya kembali mencuat. Saat ini ia masih bekerja sebagai pelatih akademi Chelsea dan beberapa kali menyatakan kesiapannya membantu tim utama.

Namun, kesempatan itu kembali tak datang.

"Saya tidak tahu seperti apa susunan staf Calum nanti. Saya tidak mendapat telepon, tidak ada pesan," ujar Terry melalui TikTok.

"Saya akan tetap melanjutkan pekerjaan saya di akademi. Besok saya ada di sana, kami punya beberapa pertandingan penting. Tapi, kami semua akan mendukung Calum, dia melakukan pekerjaan bagus saat tandang ke Manchester City sebelumnya, dan kami akan mendukung para pemain."

Menurut jurnalis talkSPORT, Andy Jacobs, Terry sebenarnya ingin mengisi posisi yang ditinggalkan Rosenior hingga akhir musim. Namun, klub tetap memilih McFarlane. Ia bahkan menyebut peluang Terry nyaris tertutup sepenuhnya.


Alasan Chelsea Terus Menahan Terry

Eks kapten Chelsea tersebut rupanya memiliki basic yang cukup baik dalam bermain tepok bulu karena saat sekolah dulu dia mengikuti ekstrakulikuler bulutangkis. (Twitter/@INABadminton)

Laporan Daily Mail mengungkap alasan di balik sikap klub. Bukan soal kapasitas teknis, melainkan faktor di luar lapangan.

Jurnalis Riath Al-Samarrai menulis bahwa Terry memang masih dipertahankan dekat dengan klub agar statusnya sebagai legenda tidak terasa terpinggirkan. Namun, keterlibatan lebih dalam, terutama di tim utama, dinilai sangat kecil kemungkinannya.

"Terry dijaga cukup dekat untuk menepis anggapan bahwa legenda klub disisihkan, tetapi keterlibatan lebih dalam, khususnya di sekitar tim utama, disebut hampir mustahil selama manajemen sekarang masih berkuasa, seperti mustahilnya Titanic bangkit kembali," tulisnya.

Ia menambahkan, sejumlah kontroversi yang pernah melibatkan Terry menjadi pertimbangan serius, dari kasus dengan Anton Ferdinand, hingga aktivitas terbaru di media sosial terkait unggahan Rupert Lowe yang sempat ia sukai sebelum dihapus.

"Klub sepak bola pada dasarnya adalah rumah kaca, rapuh terhadap sorotan. Batu dan kaca tidak selalu bisa berdampingan. Banyak eksekutif tampaknya melihat Terry sebagai sosok yang terlalu berisiko untuk disentuh," lanjut laporan tersebut.


Kekhawatiran Terry

Berbeda dengan kedua mantan pemain Chelsea sebelumnya, John Terry sudah mampu membawa Aston Villa promosi ke Liga Inggris di musim debutnya. Terry ditunjuk sebagai asisten manajer pada 2018 silam dan telah mengorbitkan pemain seperti Tyrone Mings dan Jack Grealish. (Foto: AFP/Pool/Tim Keeton)

Di sisi lain, Terry tidak menyembunyikan kegelisahannya melihat situasi klub.

"Saya duduk di sini malam ini dengan rasa khawatir tentang apa yang akan terjadi pada klub. Setelah akhir pekan nanti, kami butuh manajer. Saya tidak tahu kapan pemilik akan mengambil keputusan dan menunjuk pelatih baru," katanya.

"Apakah pelatih papan atas benar-benar mau datang ke Chelsea dalam kondisi seperti sekarang? Kami tidak bisa membeli pemain, kemungkinan harus menjual, dan itu bisa saja pemain terbaik kami. Itu selalu situasi sulit."

"Kami juga tidak akan bermain di kompetisi Eropa, saya harap saya salah. Saya benar-benar frustrasi, dan lebih dari itu, khawatir. Saya merasakan kemarahan dan frustrasi para suporter," ujar Terry.

Meski begitu, mantan kapten The Blues tersebut mengingatkan pemain untuk tetap fokus.

"Saya sudah melihat 17 manajer datang dan pergi selama saya menjadi kapten. Yang harus dilakukan pemain adalah bersatu, fokus ke pertandingan akhir pekan, dan melupakan semua kebisingan di luar," pesannya.

"Kami punya laga besar, memang sulit, tapi juga sebenarnya sederhana bagi pemain untuk menutup semua gangguan dan fokus pada satu hal, pertandingan melawan Leeds di akhir pekan," imbuh pria berusia 34 tahun itu.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait