Bola.com, Jakarta - Bayern Munchen menunjukkan mental juara dalam laga dramatis kontra Mainz. Sempat tertinggal tiga gol di babak pertama, raksasa Bundesliga itu bangkit dan menang 4-3 dalam pertandingan yang penuh emosi.
Datang dengan status juara Bundesliga dan tiket final DFB-Pokal di tangan, Bayern awalnya tampil tanpa tekanan. Namun, rotasi pemain justru berbuah petaka. Mainz menghajar mereka lewat gol Dominik Kohr, Paul Nebel, dan Sheraldo Becker, membuat Bayern tertinggal 0-3 saat turun minum.
Situasi tersebut memaksa pelatih Vincent Kompany melakukan perubahan besar di babak kedua. Masuknya Harry Kane dan Michael Olise menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan secara drastis.
Kebangkitan Bayern bukan sekadar kemenangan biasa. Ini menjadi salah satu comeback paling langka dalam sejarah Bundesliga, sekaligus bukti ketangguhan mental tim asal Bavaria tersebut.
Kane Soroti Perubahan Mentalitas
Harry Kane menegaskan bahwa perubahan energi dan intensitas menjadi kunci kebangkitan Bayern di babak kedua.
“Kami mengatakan saat jeda bahwa kami harus membawa lebih banyak energi dan intensitas. Dan Anda bisa melihatnya sejak menit pertama babak kedua. Tentu Anda juga harus menunjukkan kualitas, dan kami melakukannya lewat gol-gol yang kami cetak. Kredit untuk semua orang, bangkit dari 0-3 di babak pertama menunjukkan mentalitas yang kami miliki,” ujar Kane.
Striker timnas Inggris itu juga mengakui Bayern tampil jauh di bawah standar pada babak pertama.
“Babak pertama sangat sulit. Kami tidak bermain sesuai standar biasanya dalam pendekatan pertandingan. Kami tidak mengontrol serangan balik dengan baik, pertahanan kami tidak cukup solid, dan kami agak ceroboh dalam penguasaan bola,” lanjutnya.
Comeback Bersejarah dan Gol ke-53 Kane
Perubahan langsung terasa setelah jeda. Nicolas Jackson membuka jalan kebangkitan pada menit ke-53, disusul gol indah Michael Olise dan penyama kedudukan dari Jamal Musiala.
Harry Kane kemudian menjadi penentu kemenangan lewat gol pada menit ke-83, sekaligus mencatatkan gol ke-53 musim ini, sebuah torehan luar biasa di level elite Eropa.
Kemenangan ini tercatat sebagai hanya ketiga kalinya dalam sejarah Bundesliga sebuah tim mampu menang setelah tertinggal 0-3 di babak pertama, dan yang pertama sejak 1980. Bahkan, ini juga menjadi kali pertama Bayern menang dari kondisi tertinggal tiga gol sejak 1988 di semua kompetisi.
Modal Besar Jelang Liga Champions
Pelatih Vincent Kompany menyebut kemenangan ini sebagai suntikan mental penting jelang semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.
“Terasa seperti kami bisa kebobolan empat atau lima gol sebelum jeda. Lalu ini soal kualitas dan mentalitas. Cara tim bangkit di babak kedua… kami merayakannya seperti menyelamatkan diri dari degradasi. Saya suka mentalitas seperti ini,” kata Kompany.
“Ketika Anda membutuhkan keajaiban di akhir musim, Anda tidak bisa memulainya dari nol. Anda harus membangun rasa percaya diri, dan itu sudah ada hari ini. Itu fondasinya bagi saya,” tambahnya.
Performa luar biasa Kane juga semakin menegaskan perannya sebagai tulang punggung Bayern musim ini. Catatan 53 gol yang ia bukukan menjadi yang tertinggi di lima liga top Eropa sejak Robert Lewandowski mencetak 55 gol pada musim 2019/2020.
Dengan momentum besar ini, Bayern kini menatap duel melawan PSG dengan kepercayaan diri tinggi.
Sumber: Goal International