Jurnalis Inggris Ungkap Penyebab Oxford United Turun ke Kasta 3: Kehabisan Tenaga, Piala Presiden 2025 Ikut Jadi Pemicu

Oxford United dipastikan terdegradasi ke kasta ketiga kompetisi sepak bola Inggris atau League One musim depan (2026/2027). Klub milik Erick Thohir itu menjalani musim yang tak memuaskan sepanjang 2025/2026.

BolaCom | Vincentius AtmajaDiterbitkan 27 April 2026, 12:00 WIB
Oxford United - Ilustrasi Ole Romeny (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Oxford United dipastikan terdegradasi ke kasta ketiga kompetisi sepak bola Inggris atau League One musim depan (2026/2027). Klub milik Erick Thohir itu menjalani musim yang tak memuaskan sepanjang 2025/2026.

Oxford United dipastikan gagal keluar dari posisi tiga terbawah klasemen akhir Divisi Championship atau kasta kedua Inggris. Mereka terlempar ke League One

Advertisement

Dalam laga terkini, mereka memang sukses melibas Sheffield Wednesday 4-1 pada pekan ke-45 di kandang sendiri, Kassam Stadium, Sabtu (25/4/2026) malam. Kemenangan Oxford tak banyak berarti, sebab masih nangkring di posisi ketiga terbawah.

Ole Romeny dkk. mengemas nilai 47, tertinggal empat poin dari West Bromwich Albion, dengan menyisakan satu laga terakhir. Bisa dipastikan hasil apapun di laga terakhir versus Millwall nanti, tak akan mempengaruhi posisi The Yellow untuk tetap di zona degradasi.

Dengan demikian, berakhir sudah petualangan bagi tim yang diperkuat duo Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan ini untuk bersaing di kasta kedua Liga Inggris.

 


Susah Bersaing

Ole Romeny memperkuat Oxford United di EFL Championship 2024/2025. (Dok. Oxford United)

Jurnalis dari BBC Radio Oxford bernama Jerome Sale memiliki ulasan mengenai rapor jeblok Oxford United yang kemudian memaksa klub tersebut kembali terlempar dari kasta kedua menuju kasta ketiga sepak bola Inggris.

Menurutnya, Oxford United pada akhirnya mengalami kehabisan tenaga. Bahkan diakui Jerome Sale, Oxford United menghadapi kesulitan bersaing di Divisi Championship sejak awal promosi atau pada musim 2024/2025.

"Rasanya seperti mereka telah memainkan pertandingan-pertandingan penting selama berbulan-bulan. Mungkin bahkan sejak mereka tiba di Championship dua tahun lalu," tutur Jerome Sale dikutip dari laman BBC, Minggu (26/4/2026).

 


Ikut Piala Presiden di Jakarta

Penyerang Oxford United, Ole Romeny, mengalami cedera saat timnya bersua Arema FC pada laga lanjutan Grup A Piala Presiden 2025 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (10/7/2025) malam WIB. (dok. Vidio Sports)

Kemudian sang jurnalis menyebut faktor lain yang ikut membuat performa Oxford United anjlok. Satu di antaranya adalah keikutsertaan pramusim di ajang Piala Presiden 2025 pada bulan Juli tahun lalu.

Oxford United tampil dengan kekuatan terbaik, termasuk membawa striker andalan Timnas Indonesia, Ole Romeny. Oxford United finis sebagai runner-up, dan memakan korban dengan cederanya Ole Romeny yang harus naik meja operasi dan sangat mempengaruhi penampilan sepanjang musim ini.

"Apa yang salah? Banyak hal, tur pramusim yang gagal di Indonesia dan jendela transfer musim panas yang tersendat-sendat mungkin berkontribusi pada awal yang lambat yang tidak pernah bisa dipulihkan oleh United," lanjut Jerome Sale.

 


Fokus di Luar Lapangan?

Sosok Ole Romeny menjadi sorotan saat pertandingan panas antara Oxford United vs Liga Indonesia All Star dalam ajang Piala Presiden 2025. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Perjalanan di musim keduanya tak berjalan mulus. Oxford United menelan tiga kekalahan beruntun di awal musim dengan keok dari Portsmouth, Hull City, dan Birmingham City.

Penampilan yang inkonsisten membuat Oxford lebih banyak berkutat di papan bawah. Paruh pertama musim yang buruk mendorong klub untuk memecat pelatih kepala Gary Rowett, dan menunjuk eks pelatih Luton dan Wycombe, Matt Bloomfield di bulan Januari 2026 dan hasilnya masih belum membaik.

Jerome Sale turut menyoroti kemungkinan adanya konsentrasi yang terbelah dari klub berjulukan The Yellow. Selain fokus pada peningkatan permainan tim, mereka juga punya proyek pembangunan stadion baru.

"Perubahan manajerial mungkin datang terlalu terlambat. Saya tidak percaya bahwa klub terlalu fokus pada proyek stadion. Itu memang penting untuk masa depan dan sisi sepak bola klub sebagian besar terpisah dari departemen itu.

Oxford tidak akan pernah memiliki anggaran tertinggi di Championship, tetapi mereka juga tidak memiliki anggaran terburuk. Ke depannya ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, Oxford tidak dapat dikenali sebagai klub dari dua tahun lalu.

 


Masa Depan Oxford United

Tim yang diperkuat Ole Romeny dan Marselino Ferdinan menatap babak baru dengan kembali tampil di kasta ketiga Inggris. Mereka akan bersaing dengan tim-tim seperti Leicester City, Luton Town, Reading, hingga Wigan Athletic yang pernah meramaikan persaingan Premier League.

"Apakah Oxford akan kembali ke model yang sebelumnya berhasil di League One ketika mereka lebih sering menjadi kandidat play-off? Apakah akan ada perubahan gaya bermain? Apakah dua tahun di Championship telah mengubah mereka untuk selamanya atau hanya sementara? Saya ragu kita harus menunggu sampai Agustus untuk mengetahuinya," tandas Jerome Sale.

Sumber: BBC

Berita Terkait