Bola.com, Jakarta - Penyerang Arsenal, Viktor Gyokeres, perlahan mengubah narasi yang sempat meragukan kontribusinya musim ini. Setelah sempat jadi sasaran kritik, pemain asal Swedia itu kini tampil sebagai penentu dalam perburuan gelar Premier League.
Sejak awal musim, kebutuhan Arsenal akan striker yang mampu mencetak 20 gol menjadi pembahasan utama. Kini, target itu terjawab. Gyokeres sudah mengoleksi 21 gol di semua kompetisi, termasuk dua gol saat Arsenal menang 3-0 atas Fulham.
Kemenangan itu membuat The Gunners unggul enam poin di puncak klasemen.
Gol ke gawang Fulham itu juga menjadikannya pemain Arsenal pertama yang mencetak 20 gol atau lebih di semua kompetisi pada musim pertamanya di klub sejak Alexis Sanchez pada 2014/15 dengan 25 gol.
Laga kontra Fulham tersebut juga merupakan pertama kalinya ia mencetak gol dan memberikan assist di babak pertama pertandingan liga sejak gabung Arsenal.
Didatangkan dari Sporting CP dengan nilai transfer sekitar 64 juta paun setelah mencetak 97 gol dalam 102 laga, Gyokeres datang dengan label pemain yang harus langsung memberi dampak.
Eks pemain Coventry City itu pun memikul ekspektasi tinggi sejak awal.
Gol Jadi Jawaban
Dalam sepekan terakhir, kontribusi Gyokeres terlihat jelas. Ia mencetak gol penalti dalam laga semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid, lalu mencetak dua gol ke gawang Fulham.
Gol pembukanya di menit kesembilan di Stadion Emirates menjadi gol ke-20 musim ini. Catatan itu membuatnya menjadi pemain Arsenal pertama sejak Alexis Sanchez pada musim 2014/2015 yang mampu menembus 20 gol di musim debut.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menilai performa Gyokeres terus berkembang.
"Dia tampil sangat bagus," kata Arteta seusai pertandingan menjamu Fulham.
"Di Madrid, terutama babak pertama, dia bermain sangat baik. Hari ini juga, kontribusinya lewat gol sangat penting."
"Setiap aksi menyerang dia terlibat, dua gol yang dia cetak sangat berkualitas. Posisi dan timing-nya juga tepat, itu yang selama ini kami latih."
“Ini akan meningkatkan energi dan kepercayaan dirinya, sekaligus memberi dampak ke tim," imbuh Arteta.
Mulai Nyetel dengan Saka
Kebangkitan Gyokeres juga dibarengi kontribusi Bukayo Saka yang kembali tampil sejak menit awal setelah pulih dari cedera Achilles. Saka mencetak satu gol dan memberi assist untuk gol pertama Gyokeres, assist pertamanya untuk sang striker di Premier League.
Arteta mengakui keduanya belum banyak bermain bersama karena masalah kebugaran, tetapi ada tanda-tanda koneksi mulai terbentuk di momen krusial.
Mantan striker Inggris, Wayne Rooney, menilai kontribusi Gyokeres tidak hanya terlihat dari jumlah gol.
"Saya menyukai Gyokeres sepanjang musim ini," kata Rooney di program BBC "Match of the Day".
"Dia bekerja untuk tim. Dia menarik perhatian bek lawan dan jumlah golnya bagus. Inilah momen Anda membutuhkannya, di fase akhir musim," ulasnya.
"Inilah yang Anda butuhkan ketika Anda mendatangkan pemain nomor sembilan ke klub."
"Saat inilah Anda paling membutuhkannya," kata Rooney lagi.
Progres Signifikan
Sementara mantan pemain Arsenal, Paul Merson, melihat peningkatan signifikan dalam performa Gyokeres.
"Ini performa terbaik yang pernah saya lihat darinya. Dia mengingatkan saya pada Erling Haaland," ujar Merson di Sky Sports.
"Saya pikir rekan-rekannya mulai lebih percaya kepadanya."
"Saya sering mengkritiknya. Kalau Arsenal juara, dia pembelian yang luar biasa. Kalau tidak, mungkin tidak."
"Dia didatangkan untuk memastikan tim mengalahkan lawan yang lebih lemah, dan dia melakukannya. Striker Anda harus mencetak 20 gol, dan dia sudah melakukannya," lanjut Merson.
Masih Ada Catatan
Kendati produktif, Gyokeres tetap mendapat sorotan terkait permainan keseluruhannya. Kemampuannya dalam menahan bola dan menghubungkan permainan sempat dipertanyakan.
Sebelum laga melawan Fulham, gol-golnya di Liga Inggris hanya menghasilkan dua poin bagi Arsenal dalam perburuan gelar. Kini, angka itu meningkat menjadi lima poin.
Menariknya, Fulham baru menjadi tim kedua dari 10 besar klasemen yang berhasil ia bobol, meski rasio gol per menitnya termasuk lima terbaik di liga.
Gyokeres juga diharapkan tidak hanya mencetak gol, tetapi membuka ruang lewat pergerakan tanpa bola, terutama dengan lari agresif di belakang lini pertahanan lawan.
Dengan torehan 14 gol di liga, ia kini berada di jalur yang tepat untuk membantu Arsenal mengakhiri penantian 22 tahun tanpa gelar.
Absennya Kai Havertz dalam beberapa periode musim ini membuat Gyokeres harus memikul tanggung jawab lebih besar sebagai ujung tombak.
Namun, ketahanannya tampil konsisten patut diapresiasi. Arsenal hanya kalah tiga kali saat ia menjadi starter.
Dengan tiga laga tersisa, kontribusi Gyokeres, baik lewat gol maupun kerja tanpa bola, berpotensi menjadi faktor penentu dalam perebutan gelar Premier League musim ini.
Sumber: BBC