Persis Dihajar Malut United, Milomir Seslija Ungkap Penyakit Akut Anak Asuhnya: Bola Mati Jadi Sumber Petaka

Persis kalah telak 2-5 dari Malut United pada duel pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026, Sabtu (2-5-2026).

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 03 Mei 2026, 14:15 WIB
Milomir Seslija, pelatih Persis Solo, BRI Super League 2025/2026. (Dok. ileague.id)

Bola.com, Solo - Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, mengungkapkan sejumlah pekerjaan rumah penting yang harus segera diselesaikan anak asuhnya setelah dihajar Malut United pada duel pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (2/5/2026) malam WIB, Persis yang sempat memimpin terlebih dahulu dan unggul jumlah pemain, akhirnya tumbang dengan skor mencolok, 2-5.

Advertisement

Laskar Sambernyawa membuka keunggulan pada menit ke-14 lewat gol Bruno Gomes. Namun, Laskar Kie Raha akhirnya berbalik unggul 3-1 pada akhir babak pertama melalui hattrick David da Silva (19’, 39’, dan 45+2’).

Padahal, Persis unggul jumlah pemain sejak menit ke-31 setelah Gustavo Franca diusir oleh wasit karena pelanggaran keras.

Pada babak kedua, Laskar Kie Raha menambah dua gol lewat Nilson Junior (50’) dan Yakob Sayuri (69’), sedangkan Persis memperkecil margin melalui Arkhan Kaka (78’).

Milomir Seslija tak menampik apabila anak asuhnya memulai pertandingan ini dengan baik. Mereka sempat mendominasi permainan, sebelum akhirnya kecolongan lewat gol-gol mengejutkan Malut United.

"Terlepas dari masalah hujan yang menunda laga ini, kami sebetulnya membuka laga ini dengan sangat baik. Kami bisa mendominasi laga, bahkan bisa bermain baik dan mencetak gol untuk membuka keunggulan," kata Milomir Seslija.


Banyak PR dan Evaluasi

Laga Persis Solo vs Malut United di BRI Super League 2025/2026, Stadion Jatidiri, Semarang, Sabtu (2-5-2026). (Dok. ileague.id)

Juru taktik tim berusia 61 tahun itu menegaskan, anak asuhnya terlalu banyak membuang peluang. Mereka akhirnya dihukum karena tak mampu mengantisipasi skema set piece Malut United yang menghasilkan empat gol.

Di laga ini, tiga gol di antaranya dicetak Laskar Kie Raha lewat skema sepak pojok. Satu gol lainnya bersumber dari eksekusi penalti.

Catatan kebobolan semacam ini akan jadi pekerjaan rumah Persis yang segera dibenahi.

"Setelah momen itu, kami masih bisa mendapatkan beberapa peluang. Sayangnya, di situasi unggul jumlah pemain, kami malah kebobolan empat gol dari skema bola mati," ujar pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu.

"Malut United adalah tim yang bagus, kami tidak seharusnya memberi ruang mereka di area 16 meter. Kami tidak bisa memberikan reaksi yang seharusnya di kotak penalti. Setelah gol-gol ini, mentalitas pemain kami anjlok," imbuh Milomir Seslija.


Tidak Boleh Terulang

Kiper Persis Solo, Muhammad Riyandi, mencatatkan penampilan pertamanya di BRI Liga 1 2023/2024 pada laga melawan PSIS Semarang di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/9/2023), setelah absen tujuh bulan karena cedera. (Bola.com/Radifa Arsa)

Hal yang sama juga disampaikan kiper Persis, Muhammad Riyandi. Dia tak menampik apabila kesalahan para pemain dalam mengantisipasi skema bola mati menjadi sumber petaka di laga kontra Laskar Kie Raha ini.

"Ada beberapa kesalahan yang kami lakukan, terutama dalam mengantisipasi bola mati. Seharusnya kami bisa mengantisipasinya. Tetapi, ya inilah sepak bola. Ini akan menjadi evaluasi kami untuk ke depannya," ucapnya.

"Hampir semua kebobolan yang kami alami ini bersumber dari skema set-piece. Ini harus segera kami perbaiki agar tidak terulang pada pertandingan-pertandingan berikutnya," imbuh kiper berusia 26 tahun itu.

Berita Terkait