Bola.com, Jakarta - Lille dalam tren positif menjelang berakhirnya Ligue 1 musim 2025/2026. Hingga pertandingan ke-31, Calvin Verdonk dkk. bercokol di peringkat keempat klasemen dengan poin 57.
Jika Lille berhasil mempertahankan posisinya sampai akhir musim yang tinggal menyisakan tiga pertandingan, tim berjulukan Les Dogues itu berhak tampil di Liga Champions musim depan.
Kali terakhir Lille bermain di Liga Champions terjadi pada musim 2021/2022, di mana mereka berhasil mencapai babak 16 besar sebelum disingkirkan Chelsea.
Sebagai catatan, tiga tim teratas di klasemen akhir Ligue 1 berhak lolos otomatis ke babak penyisihan Liga Champions. Sementara peringkat keempat harus melalui babak kualifikasi terlebih dahulu.
Peluang Besar
Dalam persaingan empat besar Ligue 1, Paris Saint-Germain (PSG) masih di urutan pertama dan berpeluang kembali menjadi juara dengan koleksi poin 84 saat ini. Disusul RC Lens, berjarak enam poin di bawah PSG,
Kemudian Lyon di posisi ketiga dengan poin 57. Lille juga mengemas jumlah poin 57, lalu di bawah Lille ada Rennes dengan selisih satu poin, dan di peringkat keenam ada AS Monaco dengan poin 54.
Lille masih punya tiga pertandingan reguler yang tersisa musim ini. Mereka akan menjamu Le Havre di kandang sendiri hari ini, Minggu (3-5-2026) malam WIB. Dua pertandingan terakhir adalah melawan AS Monaco dan Auxerre.
Secara matematika, Lille berpeluang finis di posisi empat besar jika berhasil menyapu bersih kemenangan di tiga laga tersisa.
Bikin Bangga
Pelatih Lille, Bruno Genesio, bangga dengan perjuangan skuadnya sepanjang musim. Lille sempat mengalami pasang-surut performa baik di Ligue 1 maupun di Liga Europa. Lille sudah tersingkir dari Liga Europa musim ini.
Pelatih berusia 59 tahun itu meminta pasukannya untuk tetap fokus di tiga pertandingan tersisa. Ia menegaskan pasukannya harus mengeluarkan tenaganya di musim ini, demi peringkat yang lebih baik.
"Saya beruntung memiliki kelompok pemain yang responsif, bersemangat untuk menyelesaikan musim ini dengan baik, musim yang kami mulai dengan baik. Kemudian, kami mengalami masa sulit. Saya pikir penting untuk mengingat masa sulit itu, untuk mengingat dari mana kita berasal jika kita kembali pada akhir Januari," ujar Bruno Genesio.
"Kami memiliki kelompok yang berkomitmen, baik itu mereka yang kontraknya akan berakhir atau mereka yang akan berada di sini tahun depan. Terlepas dari keadaan individu, semua orang fokus untuk menyelesaikan musim ini sebaik mungkin," imbuhnya.
Sejengkal Lagi
Tiga pertandingan tersisa diibaratkan sang pelatih sebagai partai final. Modal besar dimiliki Lille dengan catatan tak terkalahkan dalam 11 laga terakhir di Ligue 1.
Sejak digasak Lyon 0-1, 1 Februari lalu, Olivier Giroud cs. membukukan tujuh kemenangan dan empat kali imbang.
"Saya masih berpendapat hingga hari ini bahwa tujuannya adalah untuk lolos ke Eropa di akhir musim, bukan untuk berada di Liga Champions. Jika kami berhasil, bagus, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mencapainya. Tetapi, kami tidak boleh lupa bahwa tujuan awalnya adalah kompetisi Eropa. Jadi, itulah yang seharusnya mendorong kami hingga akhir musim," ucap pelatih asal Prancis tersebut.
"Nanti setelah pertandingan ke-34, saatnya untuk mengevaluasi musim dan melihat siapa yang berprestasi, dan sebagainya. Untuk saat ini, satu-satunya pikiran kami adalah mengalahkan Le Havre. Kami tahu itu akan sulit melawan lawan yang tangguh. Kemudian setelah pertandingan itu, ada Monaco. Dan setelah Monaco, ada Auxerre. Untuk saat ini, hanya itu yang memotivasi kami," imbuh Bruno Genesio.
Sumber: Le Petite Lillois