Mo Salah Ungkap Satu-satunya Pemain yang Keputusannya Pergi dari Liverpool Bikin Dia Menangis

Pengakuan Mohamed Salah, cuma satu rekan yang keputusannya meninggalkan Liverpool bikin dia menangis.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 Mei 2026, 05:15 WIB
Pemain Liverpool, Mohamed Salah menyeka air matanya saat memberikan penghormatan untuk mendiang Diogo Jota setelah laga Liga Inggris 2024/2025 melawan Bournemouth di Anfiled, Liverpool, Inggris, Jumat (15/08/2025) waktu setempat. (AP Photo/Ian Hodgson)

Bola.com, Jakarta - Kepergian Mohamed Salah dari Liverpool pada akhir musim ini menandai penutup perjalanan panjang yang sarat prestasi.

Sejak didatangkan dari AS Roma pada 2017, penyerang asal Mesir itu menjelma menjadi ikon Anfield.

Advertisement

Selama sembilan musim, Salah berperan penting dalam keberhasilan Liverpool meraih berbagai gelar, termasuk dua trofi Premier League, Liga Champions, Piala FA, dua Piala Liga, serta Piala Dunia Antarklub.

Di balik kesuksesan tersebut, ia berbagi ruang ganti dengan sejumlah pemain kunci, seperti Roberto Firmino, Jordan Henderson, Georginio Wijnaldum, Fabinho, Sadio Mane, hingga Trent Alexander-Arnold.

Dari semua nama tersebut, hanya satu yang meninggalkan kesan emosional mendalam bagi Salah.


Saya Menangis saat Dia Pergi

Pemain Liverpool, Mohamed Salah (kiri) berbincang dengan rekannya, Trent Alexander-Arnold saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Aston Villa yang berlangsung di Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (10/11/2024) WIB. (AFP/Paul Ellis)

Dalam sebuah video penghormatan yang ditayangkan oleh Sky Sports, sejumlah pemain Liverpool, baik yang masih aktif maupun mantan, memberikan pesan untuk Salah.

Saat giliran Alexander-Arnold muncul, reaksi Salah berubah.

"Ia satu-satunya orang yang membuat saya menangis ketika meninggalkan klub. Saya menangis bersama ibunya. Saya, dia, dan ibunya. Saya benar-benar menangis," ungkap Salah.

Pengakuan itu cukup mengejutkan, mengingat kepindahan Alexander-Arnold ke Real Madrid pada musim panas tahun lalu sempat memicu kemarahan sebagian suporter Liverpool.


Hubungan Dekat

Pemain Liverpool, Trent Alexander-Arnold melakukan selebrasi bersama Mohamed Salah setelah mencetak gol penyeimbang 2-2 ke gawang Aston Villa dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 di Villa Park, Brimingham, Inggris, Rabu (19/02/2025) waktu setempat. (AP Photo/Darren Staples)

Di tengah reaksi keras dari fans, hubungan di dalam ruang ganti justru menunjukkan cerita berbeda. Salah memiliki kedekatan khusus dengan Alexander-Arnold, keduanya mulai bermain bersama sejak musim 2017/2018.

Sepanjang periode tersebut, keduanya tampil bersama dalam 319 pertandingan. Hanya dua pemain yang lebih sering bermain bersama Salah: Andrew Robertson dan Virgil van Dijk.

Kolaborasi Salah dan Alexander-Arnold juga menghasilkan 19 gol.

Ketika ditanya apakah ia merindukan mantan rekannya itu, Salah menjawab singkat.

"Saya merindukannya. Kami masih saling berkirim pesan dari waktu ke waktu. Saya benar-benar mendoakan yang terbaik untuknya," ucap Salah.


Salah Setara Gerrard

Pemain Liverpool, Trent Alexander-Arnold (kiri) dan Mohamed Salah memegang trofi Piala FA setelah mengalahkan Chelsea di final FA Cup 2021/2022 yang berlangsung di Wembley stadium, Sabtu (14/5/2022). Sejak bergulir pertama kali pada musim 1871/1872, Liverpool telah meraih 8 trofi Piala FA pada musim 1964/65, 1973/74, 1985/86, 1988/89, 1991/92, 2000/01, 2005/06, 2021/22. (AFP/Ben Stansall)

Rasa saling menghormati juga datang dari pihak Alexander-Arnold. Dalam video yang sama, pemain asli Liverpool itu menempatkan Salah di level yang sama dengan legenda klub, Steven Gerrard.

"Bagi saya, saya selalu mengatakan Stevie adalah nomor satu, tetapi sekarang saya akan menempatkan mereka berdua di posisi nomor satu," kata Alexander-Arnold.

Ketika Alexander-Arnold menjadi sasaran kritik suporter, Salah mengambil posisi berbeda. Ia membela rekannya tersebut secara terbuka.

"Saya pikir fans bersikap terlalu keras kepadanya. Dia tidak pantas diperlakukan seperti itu, dia layak mendapatkan perlakuan terbaik karena sudah memberikan segalanya," tutur Salah.

"Kita tidak seharusnya bersikap seperti itu kepada siapa pun yang menghargai orang-orang di sini, bahkan jika hanya enam bulan. Bayangkan seseorang yang memberikan segalanya selama 20 tahun. Seharusnya tidak seperti ini. Saya berharap itu berubah di pertandingan berikutnya karena dia pantas mendapatkan perpisahan yang layak," lanjut Salah.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait