Bola.com, Jakarta - Roy Keane mengangkat satu nama yang jarang masuk pembahasan ketika berbicara soal pemain terbaik dalam sejarah Premier League.
Dalam sesi bersama program "The Overlap", mantan kapten Manchester United itu menunjuk sosok yang menurutnya paling kurang mendapat apresiasi: Jesper Blomqvist.
Keane bukan sosok yang sembarangan dalam menilai. Selama 12 tahun memperkuat MU, ia menjadi bagian dari periode paling dominan klub, mengoleksi banyak gelar liga Inggris dan dua trofi Liga Champions di bawah arahan Alex Ferguson.
Dalam tim penuh bintang seperti Paul Scholes dan Wayne Rooney, Keane melihat ada satu nama yang luput dari sorotan.
"Jesper Blomqvist sebenarnya pemain yang lebih bagus dari yang dipikirkan banyak orang," kata Keane saat menjawab pertanyaan soal pemain paling underrated dalam sejarah Premier League.
Ia sempat menyebut Quinton Fortune, sebelum akhirnya kembali menegaskan pilihannya pada Blomqvist.
Sering Terlupakan
Blomqvist didatangkan MU pada 1998 dari IFK Goteborg dengan nilai sekitar 4,4 juta paun sebagai pelapis Ryan Giggs.
Ia sempat dimainkan dalam jumlah laga yang cukup untuk meraih medali juara liga, mencetak satu gol ke gawang Everton, serta tampil sebagai starter pada final Liga Champions 1999 melawan Bayern Munchen, laga ikonik yang kemudian dimenangkan MU sebelum ia digantikan oleh Teddy Sheringham.
Namun, kariernya di Old Trafford terhenti akibat cedera lutut serius yang membuatnya absen hampir dua tahun. Setelah itu, ia dilepas klub dan sempat bergabung singkat dengan Everton pada 2001.
Selama tiga musim berseragam Setan Merah, ia mencatat satu gol dan lima assist dari 38 penampilan di semua kompetisi.
Respek Dua Arah
Hubungan Blomqvist dan Keane ternyata dibangun di atas rasa saling menghormati. Dalam dokumenter Amazon Prime Video tentang musim 1998/1999, pemain asal Swedia itu mengakui karakter Keane tidak mudah dipahami, terutama bagi pemain dari latar budaya berbeda.
"Mengenai Keano, kebanyakan orang sudah tahu seperti apa dia. Cara dia mengekspresikan diri memang sulit dipahami. Ketika datang dari budaya lain, awalnya terasa berat," ujar Blomqvist, seperti dikutip dari Hot Press.
"Namun, ketika Anda melihat seberapa besar yang ia lakukan untuk tim dan seberapa besar keinginannya agar tim tampil baik, Anda akan memaafkan segalanya. Saat Anda mengenalnya dan tahu betapa besar hasratnya untuk menang, Anda selalu ingin dia ada di tim Anda." ungkapnya.
Kehidupan di Luar Lapangan
Kini, di usia 54 tahun, Blomqvist menjalani kehidupan yang jauh dari sorotan sepak bola. Ia sukses mengelola bisnis restoran pizza di Stockholm, Swedia.
Saat masih menjalani pemulihan cedera di MU, ia bahkan sempat membawakan acara memasak bertajuk "Cooking With Jesper", lalu menjuarai ajang MasterChef selebritas Swedia pada 2023.
Kendati tak lagi berada di pusat panggung, Blomqvist tetap terhubung dengan sepak bola. Ia bekerja sebagai analis untuk stasiun TV4, rutin tampil dalam laga legenda, dan juga aktif sebagai pembicara motivasi.
Sumber: Give Me Sport