Kylian Mbappe Disorot, Datang 12 Menit Jelang Kick-off Melawan Espanyol, Madridista Mulai Menjauh

Profesionalisme Kylian Mbappe mulai dipertanyakan menyusul sikap terbarunya yang jadi sorotan.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 Mei 2026, 19:45 WIB
Penyerang Real Madrid asal Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, mengontrol bola selama pertandingan Liga Spanyol antara Real Betis dan Real Madrid CF di stadion La Cartuja di Sevilla pada 25 April 2026. (CRISTINA QUICLER/AFP)

Bola.com, Jakarta - Hubungan antara Real Madrid dan Kylian Mbappe memasuki fase yang tidak biasa. Dalam beberapa hari terakhir, sorotan terhadap penyerang asal Prancis itu bukan lagi soal kontribusi di lapangan, melainkan sikap dan timing kehadirannya di tengah situasi genting musim.

Menurut AS, jarak emosional mulai terasa di kalangan madridismo, sebutan untuk suporter Madrid.

Advertisement

Pemicunya adalah momen yang dinilai tidak tepat: Mbappe tertangkap kamera baru tiba di Madrid, hanya beberapa menit sebelum pertandingan penting melawan Espanyol, Minggu malam atau Senin (4-5-2026) dini hari WIB.


Datang di Saat yang Salah

Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, bereaksi selama pertandingan fase liga Liga Champions melawan Benfica di Stadion Da Luz, Lisbon, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. (Patricia De Melo Moreira/AFP)

Rekaman yang ditayangkan program "El Chiringuito" memperlihatkan Mbappe mendarat sekitar pukul 20.48 waktu setempat, sekitar 12 menit sebelum laga dimulai.

Ia diketahui baru kembali dari liburan di Italia bersama aktris Ester Exposito, yang disebut-sebut sebagai kekasihnya.

Kondisi tersebut langsung memicu tanda tanya. Apalagi, Real Madrid sedang berada dalam fase krusial musim, dengan tekanan musim tanpa gelar dan menjaga peluang menjelang El Clasico.

Secara formal, perjalanan Mbappe tidak melanggar aturan. Klub disebut mengetahui agenda tersebut, dan sang pemain memang sedang menjalani pemulihan cedera otot. Namun, yang menjadi persoalan bukan soal izin, melainkan persepsi.


Reaksi dari Internal dan Suporter

Penyerang Real Madrid asal Prancis, Kylian Mbappe, bereaksi setelah gagal memanfaatkan peluang gol selama pertandingan leg pertama babak play-off babak gugur Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF di Estadio da Luz di Lisbon pada 17 Februari 2026. Kylian Mbappe, yang menderita cedera lutut kiri sejak Desember 2025, saat ini berada di Paris bersama staf medis Real Madrid untuk "menilai perkembangan" cederanya, tetapi tidak ada "operasi" yang direncanakan "pada tahap ini", AFP mengetahui pada 2 Maret 2026, dari rombongan striker Prancis tersebut. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

AS juga menyebut, kemunculan Mbappe di publik dalam konteks tersebut dianggap "tidak pada tempatnya".

Reaksi negatif tidak hanya datang dari luar, tetapi juga mulai terasa di lingkungan internal tim.

Di satu sisi, kontribusi Mbappe sepanjang musim sebenarnya signifikan. Ia telah mencetak puluhan gol di semua kompetisi. Namun, angka tersebut tidak cukup meredam kekecewaan terhadap performa tim secara keseluruhan, yang dinilai jauh dari ekspektasi.

Situasi ini memperkuat kesan bahwa hubungan antara pemain dan basis pendukung mulai renggang.

Dalam konteks klub sebesar Real Madrid, aspek simbolik seperti komitmen dan citra publik sering kali memiliki bobot yang sama besar dengan performa di lapangan.


Fokus ke Pemulihan, tapi Sorotan Tak Hilang

Madrid sempat memperkecil skor lewat gol Kylian Mbappe pada menit ke-74. (AP Photo/Jose Breton)

Saat ini, prioritas utama Mbappe adalah pulih tepat waktu untuk menghadapi El Clasico dan melanjutkan persaingan dalam perebutan gelar pencetak gol terbanyak. Namun, polemik yang muncul membuat fokus tersebut tidak sepenuhnya berdiri sendiri.

Kehadirannya yang terlambat di Madrid, meski secara teknis tidak melanggar aturan, telah membuka perdebatan lebih luas soal komitmen, sensitivitas situasi tim, dan hubungan dengan suporter.

Di tengah musim yang belum memberikan kepastian trofi, setiap detail menjadi sorotan, dan dalam kasus Mbappe, satu momen di luar lapangan justru cukup untuk memicu gelombang reaksi yang lebih besar daripada kontribusinya di atas lapangan.

 

Sumber: As

Berita Terkait