Bruno Fernandes Ungkap Perubahan Mentalitas MU, Komentarnya Disebut Menohok Amorim

Bruno Fernandes menyentil Ruben Amorim dengan komentar mengejutkan tentang MU.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 Mei 2026, 20:45 WIB
Selebarasi pemain Manchester United, Bruno Fernandes usai mencetak gol perdana untuk Setan Merah ke gawang Bournemouth pada pertandingan pekan ke-31 Liga Inggris 2025/2026 di Vitality Stadium, Sabtu (21/03/2026) dini hari WIB. (AFP/Glyn Kirk)

Bola.com, Jakarta - Bruno Fernandes melontarkan penilaian terbuka soal perubahan besar yang terjadi di Manchester United sejak pergantian pelatih dari Ruben Amorim ke Michael Carrick.

Kapten Setan Merah itu menilai ada pergeseran cara berpikir yang kini jadi kunci kebangkitan performa.

Advertisement

Menurut Fernandes, Carrick menanamkan pendekatan baru: MU harus tampil sebagai pihak yang mengendalikan pertandingan, bukan sekadar bereaksi terhadap lawan.

"Kami harus jadi tokoh utama di setiap pertandingan, bukan berpikir 'kita lakukan yang terbaik lalu lihat hasilnya seperti apa'," kata Fernandes dalam wawancara dengan Sky Sports bersama Gary Neville.

"Kami harus mengambil peran utama dalam permainan, baru kemudian melihat hasilnya. Kadang Anda akan kesulitan, kadang tidak, tapi mentalitas itu wajib, karena Anda bermain untuk klub besar," ujarnya.


Pendekatan Pertandingan

Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, berbicara dengan gelandang Manchester United asal Portugal bernomor punggung 08, Bruno Fernandes, selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 17 Januari 2026. (Darren Staples/AFP)

Di bawah Carrick, MU tampil konsisten dan berhasil mengamankan tiket Liga Champions. Dalam 17 pertandingan, mereka mencatatkan 12 kemenangan dan tiga hasil imbang.

Catatan itu juga membuat Carrick menjadi pelatih Inggris pertama, dan hanya yang keenam sepanjang sejarah, yang mampu memenangkan delapan dari sembilan laga awalnya di Premier League.

Fernandes, yang menjadi satu di antara pemain paling menonjol musim ini, menilai peningkatan performa tim tidak lepas dari perubahan pendekatan dalam menjalani pertandingan.

"Kami banyak berkembang sebagai tim, terutama dalam cara kami mendekati setiap pertandingan," ungkapnya.


Masalah Era Amorim

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Ia juga menyinggung periode sebelumnya di bawah Amorim, saat MU kerap tampil dominan secara struktur permainan, tetapi tetap kebobolan dalam momen krusial.

"Di bawah Ruben, kami sering menguasai pertandingan. Kami termasuk tim yang paling jarang memberi lawan masuk ke kotak penalti, tapi pada saat yang sama justru kebobolan lebih banyak," kata Fernandes.

"Di kepala kami selalu muncul pertanyaan, 'bagaimana mungkin lawan jarang masuk ke kotak penalti, tapi setiap kali mereka masuk justru berujung gol?'

Fernandes menegaskan masalah tersebut bukan tanggung jawab lini belakang semata.

"Bukan soal bek atau kiper, ini tanggung jawab seluruh tim. Kami sering tampil baik, menciptakan peluang, tapi tidak mencetak gol. Lalu lawan datang sekali dan langsung mencetak gol," ulasnya.

"Perasaan itu terus berulang, kami melakukan banyak hal dengan benar, tapi hasilnya tidak datang. Kepercayaan diri perlahan turun," lanjutnya.


Tak Menyalahkan

Pelatih Ruben Amorim yang didatangkan untuk menggantikan posisi Erik ten Hag pada November 2024 lalu gagal memperbaiki performa The Red Devils di kancah domestik. (Oli SCARFF/AFP)

Meski begitu, Fernandes tidak menyalahkan sistem yang diterapkan Amorim. Ia menilai struktur permainan saat itu sebenarnya sudah berjalan efektif.

"Saya rasa bukan soal formasi. Seperti yang saya bilang, kami mampu mencegah lawan masuk ke kotak penalti. Itu berarti struktur permainan kami sudah baik,” kata Fernandes.

"Kami bertahan dengan baik, dan dalam menyerang juga kami termasuk tim yang menciptakan peluang dengan nilai xG tinggi," katanya lagi.

Perubahan terbesar, menurut Fernandes, bukan pada taktik semata, melainkan cara tim memandang pertandingan, dan itu yang kini menjadi fondasi kebangkitan Setan Merah.

 

Sumber: Express

Berita Terkait