Kas Hartadi Sang Penyelamat Tiga Tim Berbeda: Bantu RANS FC Promosi ke Kasta Kedua, Lalu Selamatkan PSIS Lolos Degradasi

Pelatih PSIS Semarang, Kas Hartadi, akhirnya telah menuntaskan pekerjaan yang panjang dan sibuk pada musim 2025/2026. Setidaknya, sudah ada tiga klub lintas kasta yang menggunakan jasa pelatih 55 tahun itu sepanjang musim ini.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 06 Mei 2026, 05:30 WIB
Pelatih anyar PSIM Yogyakarta, Kas Hartadi. (Dok. PSIM)

Bola.com, Jakarta - Pelatih PSIS Semarang, Kas Hartadi, akhirnya telah menuntaskan pekerjaan yang panjang dan sibuk pada musim 2025/2026. Setidaknya, sudah ada tiga klub lintas kasta yang menggunakan jasa pelatih 55 tahun itu sepanjang musim ini.

Kas Hartadi mengawali pekerjaannya musim ini dengan mengasuh PSMS Medan. Namun, karena prestasinya kurang maksimal dalam membawa Ayam Kinantan bersaing di ajang Pegadaian Championship 2025/2026, dia akhirnya dicopot oleh manajemen, dan digeser menjadi Direktur Teknik (Dirtek).

Advertisement

Tak perlu menunggu lama bagi Kas Hartadi untuk mendapatkan pekerjaan baru. Juru taktik asal Surakarta, Jawa Tengah, itu langsung diboyong oleh klub kasta ketiga, RANS FC, yang berjuang untuk mendapatkan tiket promosi dari Liga Nusantara 2025/2026.

Kas Hartadi pun berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik. Padahal, dia hanya punya waktu persiapan selama tiga hari. Hasilnya, ia bisa membawa RANS FC menyapu bersih semua laga hingga menumbangkan Dejan FC di final untuk promosi ke kasta kedua.

Sejak saat itu, Kas Hartadi kembali menjalani pekerjaannya di PSMS, termasuk menangani skuad U-19. Kemudian, dia kembali memperoleh pekerjaan pada pertengahan April 2026 untuk membantu PSIS Semarang berjuang lolos dari ancaman degradasi.

 


Pekerjaan Luar Biasa

Penyerang PSIS Semarang, Rafinha (tengah), berhasil mencetak dua gol saat timnya bermain imbang 3-3 kontra Persiku Kudus di Stadion Wergu Wetan, Kudus pada laga pekan ke-24 Pegadaian Championship 2025/2026, Sabtu (11/04/2026). (dok. PSIS Semarang)

Tugas Kas Hartadi bersama PSIS Semarang juga tak kalah berat. Dia ditunjuk secara mendadak untuk menjadi pelatih kepala Mahesa Jenar, setelah sempat ditinggal pelatih sebelumnya, Andri Ramawi dan ditangani caretaker, Anang Dwita.

Hanya butuh satu laga bagi mantan pemain Timnas Indonesia ini untuk memastikan Mahesa Jenar bertahan di kasta kedua. Kemenangan atas Kendal Tornado FC membuat poin yang dikoleksi PSIS tak bisa dikejar oleh Persiba Balikpapan.

“Yang pasti, perasaan saya cukup puas lah. Saya pada awal musim ini melatih PSMS Medan, lalu beralih ke RANS untuk membantu menaikkan mereka dari kasta ketiga ke kasta kedua,” ujar pelatih berlisensi AFC Pro itu.

Jika melihat waktu yang tersedia, Kas Hartadi memang merasa sangat puas dengan pekerjaannya sepanjang musim ini, termasuk ketika membantu Mahesa Jenar lolos dari ancaman play-off degradasi.

“Dan dengan waktu yang sangat pendek, saya diminta membantu PSIS Semarang untuk bisa bertahan di kasta kedua. Saya cukup puas dengan pekerjaan saya sepanjang musim ini,” ujar pelatih kelahiran 6 Desember 1970 itu.

 


Musim Depan Ke Mana?

Mantan pelatih Sriwijaya FC, Kas Hartadi dikabarkan akan menggantikan almarhum Suharno sebagai pelatih kepala Arema, mendampingi Joko Susilo. (Bola.com/Kevin Setiawan)

Kas Hartadi memang dikenal sebagai salah satu pelatih yang punya rekam jejak panjang di sepak bola Indonesia. Hampir setiap musim, juru taktik berusia 55 tahun itu nyaris pernah berstatus tanpa klub alias menganggur.

Namun, meskipun telah melakukan pekerjaan yang cukup impresif karena membawa RANS FC promosi ke kasta kedua dan menyelamatkan PSIS dari ancaman degradasi, masa depan Kas Hartadi pada musim depan masih abu-abu.

“Untuk musim depan, saya masih kurang tahu akan bekerja di tim mana,” ujar pelatih yang membawa Dewa United dan Kalteng Putra promosi ke kasta tertinggi tersebut.

Berita Terkait