Cesc Fabregas Jawab Rumor Diminati Chelsea: Premier League Memang Liga Terbaik Dunia

Pelatih Como, Cesc Fabregas, baru-baru ini angkat bicara tentang rumor yang menghubungkannya dengan mantan klubnya Chelsea.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 05 Mei 2026, 21:10 WIB
Pelatih Como, Cesc Fabregas pada laga kontra AC Milan di ajang Liga Italia 2025/2026. (Piero CRUCIATTI / AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Como, Cesc Fabregas, baru-baru ini angkat bicara tentang rumor yang menghubungkannya dengan mantan klubnya Chelsea.

Dia memuji Premier League sebagai liga terbaik di dunia, tetapi belum saatnya pindah melatih ke sana. 

Advertisement

Belum lama ini, Fabregas dikabarkan masuk daftar pelatih yang menjadi opsi menggantikan posisi Liam Rosenior di Chelsea secara permanen. 

Petinggi klub asal London tersebut memecat sang manajer hanya tiga bulan setelah penunjukan resminya. Keputusan ini diambil setelah The Blues menderita lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak satu gol pun. Ini catatan kelam yang belum pernah menimpa Chelsea sejak 1912.

Meski Rosenior masih memiliki sisa kontrak lebih dari enam tahun, The Blues beruntung karena terdapat klausul khusus yang memungkinkan klub memutus kemitraan tersebut tanpa harus membayar sisa gajinya yang fantastis.

Peran pelatih kepala sementara Chelsea hingga akhir musim ini diambil alih oleh asisten sebelumnya, Calum McFarlane. Adapun manajer permanen baru akan ditunjuk pada musim panas 2026.

 


Isyarat Fabregas

Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Beberapa nama pelatih top disebut-sebut menjadi kandidat pengganti Rosenior. Namun, petinggi Chelsea tampaknya lebih fokus pada Fabregas, yang saat ini menjadi kandidat unggulan dan paling logis.

Pelatih muda asal Spanyol ini masuk dalam daftar pendek calon penerus, terutama setelah memukau semua orang dengan hasil luar biasa di klub Italia, Como. Saat ini, ia membawa klub tersebut bertengger di posisi kelima klasemen dan memiliki peluang untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Meskipun Fabregas mengakui sepenuhnya bahwa kembali ke kasta tertinggi Inggris akan menjadi langkah karier yang ideal, ia mengisyaratkan dengan jelas bahwa tidak berniat meninggalkan pekerjaannya saat ini dengan terburu-buru.

 


Pindah ke Inggris di Masa Depan

Pelatih Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, memperhatikan jalannya pertandingan Serie A Italia antara Como dan Inter Milan di Stadion Giuseppe Sinigaglia di Como pada 12 April 2026. (Piero CRUCIATTI/AFP)

"Premier League hanyalah liga terbaik di dunia. Saya selalu jelas soal itu. Saya merasakannya sebagai pemain dan saya merasakannya sekarang sebagai manajer," ujar Fabregas, seperti dikutip dari Sportmole, Selasa (5/5/2026). 

"Namun, Jose Mourinho pernah memberi tahu bahwa saya punya waktu 30 tahun masa kerja di depan saya. Jadi, saya bisa dengan senang hati tinggal di sini selama 10 tahun dan baru pindah ke Inggris dalam 12 atau 15 tahun ke depan," jelasnya secara terbuka dalam wawancara dengan surat kabar Inggris, The Telegraph.

"Sepak bola sangat tidak terduga, segalanya bisa berubah dalam sekejap. Terkadang Anda adalah yang terbaik, dan hari berikutnya menjadi yang terburuk. Jadi, mari kita nikmati momen saat ini saja. Apa yang kita alami bersama di sini sangat indah. Kita lihat saja apa yang akhirnya dibawa oleh masa depan," tambahnya, sambil mempertegas bahwa suatu hari nanti ia akan kembali ke liga tersebut sebagai manajer.

 


Kandidat Lain

Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso, terlihat sebelum pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan FC Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, pada 26 Oktober 2025. (Oscar DEL POZO/AFP)

Xabi Alonso kini juga dianggap sebagai kandidat utama untuk peran tersebut. Ia menandatangani kontrak tiga tahun yang menggiurkan di Real Madrid musim panas lalu, namun secara mengejutkan dipecat pada Januari dan akan berstatus bebas transfer musim panas ini.

Chelsea dilaporkan juga telah mendekati bos Bournemouth, Andoni Iraola, yang akan meninggalkan posisinya setelah tiga tahun.

Kandidat signifikan lainnya untuk posisi yang diawasi ketat ini, menurut informasi yang tersedia, adalah bos Fulham, Marco Silva.

Sumber: Sportmole 

Berita Terkait