Alvaro Arbeloa Sentil Mbappe, Tegaskan Bakat Tanpa Kerja Keras Tak Cukup

Alvaro Arbeloa mengirim pesan tidak langsung kepada bintang Real Madrid, Kylian Mbappe.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 Mei 2026, 10:45 WIB
Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Alvaro Arbeloa (kiri), dan penyerang Real Madrid asal Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, berbincang selama sesi latihan sebelum pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Levante UD di Real Madrid Sports City di Valdebebas, pinggiran kota Madrid, pada 16 Januari 2026. (Javier SORIANO/AFP)

Bola.com, Jakarta - Sorotan terhadap Kylian Mbappe kembali menguat di Madrid. Bukan hanya dari media, sinyal ketidakpuasan juga disebut mulai muncul dari internal Real Madrid. Situasi ini dipicu keputusan Mbappe yang kembali meninggalkan kota saat masih dalam masa pemulihan cedera, untuk ketiga kalinya musim ini.

Momen tersebut terjadi pada Minggu malam waktu setempat, tepat saat Madrid memulai laga melawan Espanyol.

Advertisement

Saat tim bertanding, Mbappe justru terlihat mendarat di Spanyol dengan jet pribadi bersama pasangannya, Ester Exposito. Adegan itu dilaporkan tidak disambut baik oleh Presiden klub, Florentino Perez.

Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, tidak secara langsung menegur Mbappe.

Dalam wawancara dengan Marca, ia menegaskan bahwa pemain tetap memiliki kebebasan di luar jadwal resmi klub.

"Seluruh perencanaan untuk pemain cedera berada di bawah kendali tim medis Real Madrid. Mereka yang menentukan kapan pemain harus berada di Valdebebas dan kapan tidak," kata Arbeloa.

"Di luar itu, setiap pemain bebas menggunakan waktu luangnya sesuai penilaian masing-masing, dan saya tidak bisa ikut campur," ujarnya.


Komitmen Pemain

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, kanan, berjabat tangan dengan Kylian Mbappe setelah digantikan dalam pertandingan pembuka Liga Champions antara Olympiacos dan Real Madrid di pelabuhan Piraeus, dekat Athena, Yunani, Rabu, 26 November 2025. (Foto AP/Thanassis Stavrakis)

Meski begitu, sebagian besar pertanyaan yang diterima Arbeloa dalam konferensi pers berkisar pada komitmen pemain, terutama Mbappe. Performa Vinicius Junior juga ikut disorot, dengan perbandingan mulai muncul soal siapa yang layak menjadi pusat permainan tim.

Arbeloa menegaskan tidak meragukan komitmen anak asuhnya, tetapi ia menekankan besarnya tanggung jawab bermain untuk Real Madrid.

"Saya tidak meragukan komitmen pemain mana pun. Mereka semua tahu betapa pentingnya pertandingan-pertandingan ini," ujarnya.

"Tidak pernah ada, tidak ada, dan tidak akan pernah ada klub yang lebih besar dari Real Madrid. Saya yakin semua pemain memahami itu, apa yang mereka wakili, di mana mereka berada, dan betapa beruntungnya mereka bisa ada di sini."


Aspek Kerja Keras

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa memberikan instruksi kepada pemainnya dalam laga lanjutan Liga Spanyol melawan Osasuna di El Sadar Stadium, Pamplona, Spanyol, Sabtu (21/02/2026) waktu setempat. (AP Photo/Miguel Oses)

Dalam pernyataan lain, Arbeloa menyinggung aspek kerja keras yang dinilai belum maksimal, termasuk dari lini depan.

Ia menolak membandingkan Vinicius dan Mbappe, tetapi menekankan bahwa kemenangan hanya bisa diraih jika seluruh pemain terlibat penuh.

"Saya tidak membandingkan pemain. Kami butuh semua orang. Untuk memenangkan pertandingan, Anda membutuhkan komitmen dari seluruh tim," katanya.

"Yang membuat saya tidak puas adalah ketika tim lain berlari lebih banyak dari kami, baik saat kami tidak menguasai bola maupun saat menguasainya. Kami butuh komitmen untuk menekan, bertahan, dan menyerang," tutur mantan bek Madrid itu.


Pesan Terselubung

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa (ke-2 kanan), dan Kylian Mbappe (ke-2 kiri) terlihat di pinggir lapangan selama pertandingan leg kedua perempat final Liga Champions 2025/2026 antara Bayern Munich dan Real Madrid di Munich, Jerman selatan, pada 15 April 2026. (AFP/Karl-Josef HILDENBRAND)

Pernyataan paling tajam muncul saat Arbeloa berbicara soal nilai dasar klub. Tanpa menyebut nama, pesannya dinilai mengarah pada Mbappe.

"Bakat saja tidak cukup. Saya ingin melihat pemain memahami pentingnya komitmen dan benar-benar mewakili nilai Real Madrid," ujarnya.

"Kami tidak membangun Real Madrid dengan pemain yang masuk ke lapangan seperti mengenakan tuksedo, tetapi dengan pemain yang menyelesaikan pertandingan dengan seragam penuh keringat, lumpur, kerja keras, pengorbanan, dan ketekunan," cetus pelatih berusia 43 tahun tersebut.

Komentar tersebut langsung menjadi perhatian di Spanyol. Sejumlah media yang dekat dengan Real Madrid menafsirkan pernyataan Arbeloa sebagai pesan tidak langsung kepada Mbappe.

Pemain berusia 26 tahun itu direkrut sebagai sosok utama untuk memimpin proyek jangka panjang klub, khususnya dalam perburuan gelar Liga Champions. Namun, Cadena COPE menyebut mulai muncul keraguan terhadap kapasitas Mbappe sebagai figur pemimpin di dalam tim.

 

Sumber: Football Espana

Berita Terkait