Loncat Indah Indonesia Tetap Siapkan Atlet untuk Asian Games 2026, Hasil Kejurnas Akuatik Juga Jadi Acuan

PB Akuatik Indonesia tetap mempersiapkan atlet untuk menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya meski masih menunggu kepastian terkait pengiriman kontingen dari pemerintah.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 05 Mei 2026, 22:54 WIB
Atlet loncat indah putri Jawa Timur, Gladies Lariesa Garina (kiri) dan Linar Betiliana beraksi pada nomor menara synchro putri Kejurnas Akuatik 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - PB Akuatik Indonesia tetap mempersiapkan atlet untuk menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya meski masih menunggu kepastian terkait pengiriman kontingen dari pemerintah. Kabar ini disampaikan oleh  Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia, Ronaldy Herbintoro. 

Ronaldy mengatakan persiapan atlet tidak bergantung pada kepastian keikutsertaan di Asian Games 2026, melainkan menjadi bagian dari program jangka panjang pembinaan.

Advertisement

“Kami punya prinsip, ada atau tidak ada pertandingan, atlet harus tetap siap. Latihan tidak boleh berhenti karena akan berdampak pada penurunan performa,” kata Ronaldy di Jakarta, Selasa (5/5/2026). 

Ia menyebut sejumlah atlet yang diproyeksikan ke Asian Games 2026 antara lain Gladies Lariesa Garina Haga Kore dan Linar Betiliana. Sebelumnya, mereka meraih medali perunggu pada nomor sinkronisasi putri SEA Games 2025 di Thailand.

Menurut Ronaldy, hasil dari Kejurnas Akuatik 2026 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, yang saat ini berlangsung, juga menjadi salah satu acuan untuk memetakan kekuatan atlet yang berpotensi diproyeksikan ke ajang internasional, termasuk Asian Games.

“Dari Kejurnas ini nanti kita buat peringkat, kemudian masuk ke dalam long list atlet. Dari situ akan dipantau untuk dipersiapkan ke event internasional, baik singleevent maupun multievent seperti Asian Games,” ujarnya.

 


Persaingan Berat di Level Asia

Atlet loncat indah putri Jawa Timur, Gladies Lariesa Garina beraksi pada nomor menara terbuka putri Kejurnas Akuatik 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Ia mengakui persaingan di level Asia masih cukup berat dengan dominasi negara-negara seperti China, Jepang, dan Korea.

“Kalau di Asian Games, kita masih cukup berat. Untuk bersaing di podium memang belum mudah, tapi untuk enam besar masih terbuka peluang,” katanya.

Meski demikian, Ronaldy menyebut loncat indah tetap memiliki potensi untuk berkembang, terutama jika atlet mendapatkan lebih banyak kesempatan tampil di ajang internasional.

 “Secara teknik dan fisik kita bisa bersaing, tapi mental itu harus dibentuk lewat pertandingan. Makin sering ikut kompetisi internasional, makin matang mental atlet,” ujarnya.

 


Momentum Lihat Perkembangan Atlet

Penampilan pasangan Andriyan (kanan) dan M. Yudha Prasetyo dalam nomor papan lompat indah putra Indonesia Open Aquatic Championships 2025 (IOAC 2025) di Stadion Akuatik GBK, Senayan, Jakarta, Selasa (25/11/2025). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Ia menambahkan Kejurnas menjadi momentum penting untuk melihat perkembangan atlet sekaligus menjaring potensi baru yang dapat memperkuat tim nasional ke depan.

Dengan persiapan yang berkelanjutan, loncat indah Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing di level Asia, termasuk pada Asian Games 2026.

Sekadar informasi, pada Asian Games 2022 Hangzhou, China, loncat indah mengirim satu wakil yakni Gladies Lariesa yang turun di dua nomor yakni 1 meter dengan menempati peringkat ke-12 dan 3 meter papan putri dengan hasil finis di urutan kedelapan.

Sumber: Antara

Berita Terkait