Polemik Gaji Belum Tuntas dan 6 Pemain Menyerah, Kapten PSBS Pablo Andrade Sedih Rekan Setim Pergi di Tengah Musim

Skuad berjuluk Badai Pasifik itu masih menyisakan tiga partai penting melawan Dewa United, Bhayangkara FC, dan Arema FC.

BolaCom | Ana DewiDiterbitkan 06 Mei 2026, 15:15 WIB
PSBS Biak - Ilustrasi Logo PSBS Biak (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Sleman - Polemik tunggakan gaji yang melanda PSBS Biak hingga kini belum menemukan titik terang. Situasi tersebut membuat sejumlah pemain memilih hengkang sebelum BRI Super League 2025/2026 rampung.

Kapten PSBS, Pablo Andrade, tak menutupi rasa kecewa melihat kondisi tersebut. Bek asal Brasil itu sedih karena harus kehilangan beberapa rekan setim yang selama ini berjuang bersama sepanjang musim.

Advertisement

"Semua orang tahu situasi di klub sekarang. Saya merasa sedih. Sedih karena dia bermain, tinggal bersama kami sepanjang musim," ujar Pablo kepada Bola.com, Rabu (6/5/2026).

"Ya, dia tidak bisa bermain, tidak bisa menyelesaikan musim bersama kami. Dia pemain penting bagi kami, orang yang baik, tapi dalam situasi ini Anda hanya perlu memikirkan diri sendiri, untuk keluarga."

"Jadi, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih atas semua usahanya dan saya harap kita bisa segera bertemu," sambung bek kelahiran Rio de Janeiro tersebut.

 

 
 

Tetap Profesional di Tengah Situasi Sulit

Di tengah kondisi sulit, Pablo menegaskan dirinya bersama pemain yang tersisa tetap berkomitmen menyelesaikan kompetisi secara profesional. Meski diakui, situasi ini tidak mudah bagi elemen tim.

Skuad berjuluk Badai Pasifik itu masih menyisakan tiga partai penting melawan Dewa United, Bhayangkara FC, dan Arema FC. Laga-laga tersebut diprediksi tidak akan mudah, apalagi dengan kondisi skuad yang pincang.

"Kami tahu ini pertandingan yang sulit, mereka adalah tim yang sangat bagus, Bhayangkara dan Arema juga. Jadi, saya pikir Minggu ini kami mulai berlatih dengan sangat baik," katanya.

"Kami melihat para pemain lebih termotivasi, lebih bahagia, jadi kami mencoba melupakan semua masalah. Melupakan masalah kami dan mencoba berlatih dengan baik. Saat kami pergi ke latihan, kami mencoba untuk bersikap profesional."

"Namun, setelah itu kami perlu memikirkan diri sendiri lagi, jadi situasinya sangat sulit bagi semua orang, pemain lokal, pemain asing, bagi keluarga.'

"Kami mencoba menyelesaikan musim dengan baik, kami mencoba memenangkan setiap pertandingan," lanjut Pablo.

 

 
 

Harapan untuk Manajemen

Pablo berharap manajemen klub segera menemukan solusi terbaik terkait tunggakan gaji. Ia menilai pemain dan staf sudah bekerja keras dan layak mendapatkan hak mereka.

"Saya tidak tahu. Saya harap manajemen dan presiden menemukan solusi untuk para pemain karena saya pikir kami layak mendapatkannya," ucap bek berusia 32 tahun tersebut.

"Kami di sini setiap hari dan mencoba untuk bersikap profesional, untuk menunjukkan kualitas kami dan juga usaha kami. Kami tidak memiliki banyak informasi, tapi saya harap para pemain dan staf mendapatkan gaji," imbuhnya.


Enam Pemain Sudah Out

Situasi finansial yang belum terselesaikan membikin skuad PSBS tereduksi. Setidaknya enam pemain memutuskan meninggalkan klub karena gaji selama lebih dari tiga bulan belum dibayarkan.

Dua di antaranya adalah pemain lokal, Arif Budi dan George Brown. Sementara empat lainnya merupakan legiun asing, yakni Ruyery Blanco, Eduardo Barbosa, Kevin Alexander, serta Sandro Embalo.

Arif Budi bahkan sudah lebih dulu meninggalkan tim sejak awal Maret 2026. Ia tidak masuk skuad sejak laga melawan Semen Padang dan menolak ikut lawatan ke markas Borneo FC.

Sementara pemain lainnya pergi secara bertahap hingga awal Mei. Dengan kondisi ini, mereka dipastikan tidak akan memperkuat Tim Badai Pasifik dalam tiga pertandingan terakhir musim ini.


Persaingan di BRI Super League

Berita Terkait