Ronaldo Kwateh Ceritakan Kembali Kariernya di Liga Turki, Sedih Tidak Sempat Debut Level Senior

Di tengah gencarnya pemanggilan pemain-pemain ke Timnas Indonesia, apa kabar Ronaldo Kwateh? Maklum sosok Ronaldo Kwateh sempat mencuri perhatian, terkait aksinya yang cukup mumpuni, khususnya bersama tim nasional kelompok usia.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 07 Mei 2026, 06:30 WIB
Ronaldo Kwateh saat memperkuat Timnas Indonesia. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bola.com, Jakarta - Di tengah gencarnya pemanggilan pemain-pemain ke Timnas Indonesia, apa kabar Ronaldo Kwateh? Maklum sosok Ronaldo Kwateh sempat mencuri perhatian, terkait aksinya yang cukup mumpuni, khususnya bersama tim nasional kelompok usia.

Ia tak hanya memukau di Timnas Indonesia U-17 dan U-23, tapi juga di timnas senior. Sosok kelahiran Bantul, 19 Oktober 2004 ini menjadi pemain termuda yang melakoni debut di timnas senior kala Skuad Garuda bentrok kontra Timor Leste dalam laga uji coba pada 27 Januari 2022. 

Advertisement

Saat itu, Ronaldo Kwateh masih berusia 17 tahun, tiga bulan, delapan hari. Tak sedikit yang berharap, Ronaldo Kwateh menjelma menjadi andalan sekaligus tumpuan timnas.

Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, mantan pemain Madura United yang juga pernah merumput bareng tim Thailand, Muangthong United, seakan tenggelam ditelan waktu. 

Ronaldo Kwateh sempat bergabung dengan Semen Padang pada 2025. Sayang, cedera yang mendera membuatnya harus menepi dari ingar bingar BRI Super League 2025/2026. 

Ia tak pernah lagi dipanggil ke timnas, termasuk dalam daftar 23 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan (TC) di bawah asuhan John Herdman pada akhir Mei mendatang.

 

 

 

 


Madura United dan Karier ke Liga Turki

Ronaldo Kwateh saat mentas untuk Madura United. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Lama tak terdengar, apa dan bagaimana kabar talenta muda yang juga pernah merumput di Liga Turki itu kini? Lewat kanal YouTube Sport77, penyerang yang masih berusia 21 tahun itu berbagi cerita, termasuk perjalanan kariernya di Turki.

Ronaldo Kwateh pertama kali terbang ke Turki pada 2023, memperkuat Bodrum FK, kasta kedua. Kariernya di sana tak berjalan mulus, buntut cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) yang membuatnya harus lama duduk di bangku cadangan.

Menurut Ronaldo Kwateh, sebelum ke Turki ia masih berstatus pemain Madura United. Ia merasa bersyukur karena manajemen, khususnya Presiden Klub Achsanul Qosasi memberinya lampu hijau.

"Di Madura saya 1,5 tahun. Sebenarnya kontrak saya tuh empat tahun. Tapi karena ada perjanjian saya boleh bermain di luar negeri dan saya sangat berterima kasih sama Pak Achsanul dan manajemen", kata Ronaldo Kwateh.

"Mereka sangat support kalau ada tawaran dari luar negeri. Ya, waktu itu tawaran dari Turki. Jadi mereka melepas saya," imbuhnya.

 

 

 


Berawal dari TC di Turki bersama Timnas Indonesia

Ronaldo Kwateh memperkuat liga level kedua Turki, Bodrum FK (Instagram Ronaldo Kwateh)

Ketertarikan Bodrum FK berawal dari aksi memesona Ronaldo Kwateh saat Timnas Indonesia besutan Shin Tae-yong melakukan serangkaian uji coba di Turki sebagai persiapan Piala Asia 2023.

"Jadi awalnya waktu TC pertama kali saya ke Turki. Aslinya, saya sebenarnya enggak mau berangkat. Karena saya ingin bermain di liga waktu itu. Tapi karena Madura melepas, ya sudah saya berangkat akhirnya," kenang Ronaldo Kwateh.

"Malah ada kejadian itu. Jadi waktu TC sama coach Shin Tae-yong kan satu dua minggu pertama full fisik. Terus ada uji coba. Pertama lawan Antalyaspor U-20 sama ada satu tim dari Afrika gitu deh." 

"Lawan Antalyaspor U-20 kita menang 3-1, saya cetak dua gol. Nah, setelah pertandingan itu yang tim senior main lawan Antalyaspor juga. Waktu saya ke stadion ada salah satu direktur tekniknya dari Antalyaspor mendatangi saya." 

"Nanya,' Kamu mau enggak main di luar negeri?'. Saya bilang, 'Oh, ya mau. Karena itu juga keinginan saya untuk bermain di luar negeri'. Akhirnya, dia minta nomor telepon saya," kata Ronaldo Kwateh.

"Salahnya saya waktu itu, ngasih nomornya, kalau kita ngasih nomor HP ke ke luar Indonesia harusnya pakai plus 62 kan. Tapi saya waktu nulisnya 08 gitu-gitu".

"Saya tunggu kan. Waktu saya sudah kasih, saya tunggu seminggu kan enggak ada chat apa-apa ini. Enggak lama ada agensi yang datang ke saya, dari Turki. Waktu itu saya masih di Turki. Dia datang ke hotel."

"Dia bilang, kemarin direktur teknik sudah hubungi kamu, tapi enggak bisa. Kayaknya nomornya salah deh," Ronaldo Kwateh berkisah. 

 


Bodrum FK Terus Memantau

Mengingat usianya belum genap 18 tahun, manajemen Bodrum FK terus memantau perkembangan Ronaldo Kwateh.

"Ya sudah, akhirnya saya ngobrol sama agensi yang di Turki, saya kasih nomornya paman saya. Akhirnya mereka yang komunikasi. Waktu itu kalau bisa ke luar negeri umurnya harus 18 tahun. Jadi waktu itu saya masih 17 tahun sekian," ujarnya.

"Jadi ya sudah, saya nunggu. Sambil menunggu, mereka melihat perkembangan saya. Kebetulan pas 18 tahun, ternyata mereka pantau saya terus di Madura United. Terus mereka calling lagi. Nanya apakah masih mau enggak main di luar negeri. Saya langsung iyakan saja," tambahnya. 

 


Belum Sempat Debut di Level Senior

Pemain Timnas Indonesia U-20 Ronaldo Kwateh saat sedang menjalani laga uji coba melawan Turki di Manavgat Ataturk Stadyumu pada Rabu (26/10/2022). Garuda Nusantara kalah 1-2 dari lawannya. (Dok. PSSI)

Keinginan dan mimpi untuk bermain di liga utama Turki tak kesampaian. Cedera saat uji coba timnas jelang SEA Games 2023 membuat karier Ronaldo Kwateh terhenti di tengah jalan.

"Nah, itu yang saya sedih. Sebelum debut saya ada cedera yang ACL pertama itu. Kenanya pas persiapan SEA Games 2023. H-5 saya uji coba kena ACL," katanya.

"Waktu itu juga Turki kena gempa. Jadi, liga tuh di sana disetop satu bulan. Saya pulang dulu ke Indonesia untuk persiapan Piala Asia dan dapat izin. Setelah Piala Asia saya balik ke Turki." 

"Tapi belum dapat debut bersama tim senior. Saya sempat main di U-20-nya dulu. Karena waktu itu mereka ada liga U-20-nya. Saya main dua match, balik lagi ke senior." 

"Walau main di U-20, saya tetap latihan di senior. Jadi waktu U-20 selesai, saya masuk skuad senior. Saya sempat di bench tuh. Satu match saya masuk skuad match-nya yang tim seniornya."

"Tapi waktu itu belum dapat debut. Enggak lama mau SEA Games, saya ditelepon untuk persiapan TC. Akhirnya klub mengizinkan saya ke timnas. Jadi saya enggak ikut di liganya lagi. Saya ikut TC timnas. Nah, waktu TC kena ACL itu." 

"Setelah operasi, saya baru bisa main bola lagi setahun lebih. Saya sempat balik ke Turki. Jadi kena di Indonesia, saya operasi di Indonesia, setelah tiga bulan saya balik lagi ke Turki." 

"Saya lanjut rehap di sana. Tim masih yakin kalau saya masih bisa main. Tapi setelah delapan bulan, sudah tes otot semua. Sudah bagus, tapi ada salah satu yang kurang nyaman di lutut. Sakit, sakit terus. Akhirnya enggak bisa main".

"Mereka naik ke Liga 1 Turki. Mereka merombak tim. Mereka tahu kondisi lutut saya bagaimana, jadi mereka ngomong ke agen saya kalau saya susah ke Liga 1. Setelah dari Turki, saya baru ke Thailand," pungkas Ronaldo Kwateh.

Berita Terkait