Masih Ingat Gianluca Prestianni? Winger Argentina Itu Terancam Tak Boleh Ikut Piala Dunia 2026 Gara-Gara Dicap Homofobia

FIFA resmi memperluas hukuman terhadap Gianluca Prestianni ke seluruh kompetisi internasional. Keputusan ini membuat winger Benfica itu berpotensi melewatkan laga awal Piala Dunia 2026 bersama Timnas Argentina.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 07 Mei 2026, 07:15 WIB
Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Bola.com, Jakarta - FIFA resmi memperluas hukuman terhadap Gianluca Prestianni ke seluruh kompetisi internasional. Keputusan ini membuat winger Benfica itu berpotensi melewatkan laga awal Piala Dunia 2026 bersama Timnas Argentina.

Sanksi ini merupakan lanjutan dari hukuman enam pertandingan yang sebelumnya dijatuhkan oleh UEFA. Kini, hukuman tersebut berlaku secara global dan tidak hanya terbatas pada kompetisi antarklub Eropa.

Advertisement

Dampaknya cukup besar, baik bagi klub maupun tim nasional. Prestianni yang tengah menanjak kariernya kini harus menghadapi ancaman absen di ajang paling bergengsi dunia.

Situasi ini juga menambah panjang daftar kontroversi yang melibatkan pemain muda Argentina tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

 


Sanksi Berlaku Global, Piala Dunia Terancam

Kylian Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Komite Disiplin FIFA memastikan bahwa mereka mengabulkan permintaan UEFA untuk memperluas cakupan hukuman tersebut.

“Komite Disiplin FIFA memutuskan untuk memperluas larangan enam pertandingan yang dijatuhkan UEFA kepada pemain SL Benfica Gianluca Prestianni agar berlaku secara global,” bunyi pernyataan resmi.

Dengan keputusan ini, Prestianni tidak hanya absen di level klub, tetapi juga dalam pertandingan kompetitif internasional.

Jika masuk dalam skuad asuhan Lionel Scaloni, pemain berusia 20 tahun itu dipastikan melewatkan dua laga fase grup melawan Aljazair dan Austria di Piala Dunia 2026.

Meski demikian, ia masih bisa tampil dalam laga uji coba karena sanksi ini hanya berlaku untuk pertandingan kompetitif.

 


Awal Mula Kasus dan Bantahan Prestianni

Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Kontroversi ini bermula dari duel panas melawan Real Madrid di Liga Champions pada 17 Februari lalu.

Dalam pertandingan tersebut, Vinicius Junior mengaku menjadi korban pelecehan rasial, yang sempat membuat laga dihentikan oleh wasit Francois Letexier selama beberapa menit sesuai protokol anti-diskriminasi.

Namun, Prestianni membantah keras tuduhan tersebut.

“Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah melontarkan hinaan rasial kepada Vini Jr, yang sayangnya salah memahami apa yang dia dengar. Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyesali ancaman yang saya terima dari pemain Real Madrid,” ujarnya.

Meski demikian, hasil investigasi UEFA tetap menjatuhkan hukuman atas perilaku diskriminatif, khususnya terkait tindakan homofobik.

 


Dampak untuk Karier dan Timnas Argentina

Gianluca Prestianni berebut bola dengan Jude Bellingham dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026. (AP Photo/Armando Franca)

Dari total enam pertandingan hukuman, sebagian masih berada dalam masa percobaan dua tahun. Namun, Prestianni tetap harus menjalani sanksi aktif yang tersisa dalam waktu dekat.

Keputusan FIFA ini jelas menjadi pukulan bagi Argentina yang tengah mempersiapkan diri mempertahankan gelar juara dunia.

Di sisi lain, kasus ini kembali menegaskan komitmen FIFA dalam memberantas segala bentuk diskriminasi di sepak bola, meski konsekuensinya bisa sangat besar bagi pemain yang terlibat.

Kini, nasib Prestianni di panggung terbesar dunia berada di ujung tanduk.

Berita Terkait