Sanksi dari UEFA Turun, Gianluca Prestianni Diskors 6 Laga usai Insiden dengan Vinicius Jr

UEFA menjatuhkan hukuman kepada pemain muda, Gianluca Prestianni, menyusul insiden kontroversial dengan bintang Real Madrid, Vinicius Jr.

Bola.com, Jakarta - UEFA akhirnya menjatuhkan hukuman kepada pemain muda Benfica, Gianluca Prestianni, menyusul insiden kontroversial dengan bintang Real Madrid, Vinicius Jr., dalam laga playoff Liga Champions pada Februari lalu.

Pertandingan antara Benfica dan Real Madrid di Lisbon sempat memanas setelah Vinicius membuka keunggulan tim tamu dalam kemenangan 1-0. Namun, selebrasi gol tersebut diwarnai dugaan pelecehan yang langsung dilaporkan pemain asal Brasil itu kepada wasit.

Wasit kemudian mengaktifkan protokol anti-rasisme yang membuat pertandingan dihentikan sekitar 10 menit. Insiden tersebut menjadi sorotan luas dan memicu penyelidikan mendalam dari UEFA.

Prestianni menjadi pusat perhatian setelah terlihat menutupi mulutnya dengan jersey saat berbicara kepada Vinicius. Namun, ia dan pihak Benfica membantah tuduhan rasisme. Pemain sayap itu mengklaim ucapannya disalahartikan, sembari menegaskan bahwa dirinya bukan seorang rasis dan menyesalkan ancaman yang ia terima setelah pertandingan.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sanksi Enam Laga untuk Pelanggaran Homofobia

Setelah melakukan investigasi, UEFA melalui Komite Kontrol, Etik, dan Disiplin akhirnya mengambil keputusan. Prestianni dijatuhi larangan bermain sebanyak enam pertandingan karena terbukti melakukan tindakan bernuansa homofobia.

Dari total hukuman tersebut, satu laga sudah dijalani saat leg kedua melawan Madrid sebagai bagian dari sanksi sementara. Sementara tiga pertandingan terakhir dari hukuman tersebut ditangguhkan selama dua tahun.

Dengan demikian, secara efektif Prestianni akan absen dalam dua pertandingan awal kompetisi Eropa Benfica musim depan.

UEFA menyebut bahwa pelanggaran yang dilakukan termasuk dalam kategori pelecehan homofobia, sejalan dengan pernyataan gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni, usai pertandingan. Ia mengungkapkan bahwa insiden tersebut tidak dapat diterima, terlepas dari perdebatan soal kata-kata yang digunakan.

Lebih Ringan dari Kasus Rasisme

Berdasarkan regulasi UEFA, pelanggaran rasisme biasanya mendapat hukuman minimal 10 pertandingan di kompetisi Eropa. Hal ini membuat keputusan terhadap Prestianni menuai sorotan, karena dinilai lebih ringan dibanding kasus rasisme, sehingga memicu perdebatan soal konsistensi penegakan disiplin.

UEFA juga telah meminta FIFA untuk memperluas sanksi tersebut agar berlaku di level global. Artinya, hukuman ini bisa tetap berlaku jika Prestianni membela Argentina national team di ajang internasional seperti Piala Dunia.

Namun, peluang pemain berusia 20 tahun itu tampil di turnamen besar terbilang kecil, mengingat sejauh ini ia baru mencatatkan satu caps bersama tim nasional Argentina.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penegakan disiplin terhadap segala bentuk pelecehan dalam sepak bola, baik yang bersifat rasis maupun homofobia, demi menjaga nilai sportivitas dan rasa hormat di dalam lapangan.

 

Sumber: UEFA

Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Timnas Corner: Semua Tentang Timnas Indonesia
Lihat Selengkapnya

Video Populer

Foto Populer