Misi Cesc Fabregas di Como: Ingin Mainkan Sepak Bola yang Semua Orang Nikmati Setiap Detiknya

Cesc Fabregas bukan lagi sekadar nama besar yang dulu menghiasi lini tengah Arsenal, Barcelona, dan Chelsea. Kini, sang maestro asal Spanyol itu tengah merajut babak baru dalam kariernya. Bukan lagi sebagai pemain di atas lapangan, melainkan sebagai arsitek utama di balik layar tim Como 1907.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 07 Mei 2026, 08:15 WIB
Pelatih Como Cesc Fabregas. (Josep LAGO / AFP)

Bola.com, Jakarta - Cesc Fabregas bukan lagi sekadar nama besar yang dulu menghiasi lini tengah Arsenal, Barcelona, dan Chelsea. Kini, sang maestro asal Spanyol itu tengah merajut babak baru dalam kariernya. Bukan lagi sebagai pemain di atas lapangan, melainkan sebagai arsitek utama di balik layar tim Como 1907.

Dalam wawancara eksklusif bersama The Telegraph, pria berusia 39 tahun ini berbicara tentang ambisinya mengubah klub kecil Italia tersebut menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan.

Advertisement

Bagi Cesc Fabregas, misinya di Como bukan hanya soal taktik, melainkan tentang membangun sesuatu yang indah.

Como bukan klub dengan dana tak terbatas yang bisa membeli semua pemain bintang. Namun, Fabregas justru menikmati tantangan itu.

Ia menerapkan filosofi sepak bola yang ia pelajari dari mentor-mentor terbaiknya, mulai dari Arsene Wenger hingga Pep Guardiola.

"Ini adalah tentang identitas. Kami ingin memainkan sepak bola yang membuat orang menikmati setiap detiknya. Jika Anda membangun sesuatu dengan fondasi yang tepat, hasil akan mengikuti," ujar Fabregas. 

 

 

 

 

 

 


Tekanan adalah Makanan Sehari-hari Seorang Fabregas

Massimiliano Allegri dan Cesc Fabregas sebelum laga AC Milan vs Como di Liga Italia, Kamis (19/2/2026). (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Fabregas sadar bahwa transisi dari lapangan ke kursi pelatih adalah ujian nyata. Namun, di Como, ia merasa memiliki ruang untuk bereksperimen dan menanamkan DNA sepak bola yang ia yakini: penguasaan bola, kreativitas, dan keberanian.

Meski kini berada di kasta yang lebih menantang, Fabregas tidak merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi. Baginya, tekanan adalah bagian dari makanan sehari-hari selama belasan tahun kariernya sebagai pemain kelas dunia.

"Dulu saya dituntut untuk mencetak assist atau gol. Sekarang, saya dituntut untuk menciptakan lingkungan di mana para pemain bisa berkembang. Kepuasan melihat pemain muda tumbuh di bawah arahan saya jauh lebih memuaskan daripada gelar individu apa pun," tambah sang juru taktik.


Visi Jangka Panjang

Proyek Como di tangan Fabregas kini menjadi buah bibir di Serie A. Ia tidak hanya fokus pada tim utama, tetapi juga membangun struktur klub yang berkelanjutan.

Ia ingin Como menjadi klub yang disegani bukan hanya karena prestasinya, tetapi karena bagaimana mereka menjalankan sepak bola dengan cara yang benar dan elegan.

"Kami sedang membangun sesuatu yang cantik di sini. Kami ingin fans Como bangga dengan apa yang mereka lihat di lapangan setiap akhir pekan," tegasnya.

Bagi para penggemar setia, kehadiran Cesc Fabregas di pinggir lapangan bukan sekadar nostalgia. Ini adalah babak baru di mana sang maestro tengah mentransfer kecerdasannya menjadi sebuah karya seni bernama Como.

Sumber: The Telegraph


Yuk Lihat Peta Persaingan

Berita Terkait