Bola.com, Jakarta - FIFA resmi memperluas hukuman terhadap pemain muda Gianluca Prestianni setelah adanya permintaan khusus dari UEFA, termasuk
Winger milik Benfica itu sebelumnya dijatuhi larangan bermain enam pertandingan setelah terbukti melakukan pelecehan verbal terhadap Vinicius Junior dalam laga melawan Real Madrid di Liga Champion.
FIFA mengonfirmasi sanksi tersebut kini berlaku secara global, termasuk dalam pertandingan internasional.
“Komite Disiplin FIFA memutuskan untuk memperluas hukuman larangan enam pertandingan yang dijatuhkan UEFA kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, agar berlaku di seluruh dunia,” bunyi pernyataan resmi FIFA.
Terancam Absen di Piala Dunia 2026
Keputusan ini menjadi pukulan besar bagi peluang Prestianni tampil di Piala Dunia 2026 bersama Argentina.
Meski hukuman tidak berlaku untuk pertandingan Liga Portugal maupun laga persahabatan, Prestianni tetap harus menjalani larangan tampil di kompetisi resmi UEFA atau FIFA.
Saat ini ia sudah menjalani satu pertandingan hukuman, sehingga masih harus absen dalam dua laga resmi berikutnya.
Jika dipanggil pelatih Lionel Scaloni untuk skuad Piala Dunia, pemain berusia 20 tahun itu berpotensi melewatkan pertandingan melawan Aljazair di Kansas City pada 17 Juni, serta duel kontra Austria di Texas lima hari kemudian.
UEFA Tak Temukan Bukti Rasisme
Awalnya, Prestianni diselidiki atas dugaan melontarkan kata berbahasa Spanyol yang berarti “monyet” kepada Vinicius Junior. Namun, UEFA mengaku tidak menemukan bukti yang cukup untuk mendukung tuduhan rasisme tersebut.
Pada akhirnya, pemain asal Argentina itu tetap dijatuhi hukuman karena dianggap melakukan pelecehan homofobik saat menutupi mulutnya di lapangan.
Kasus ini kembali menjadi sorotan besar karena Vinicius Junior selama beberapa tahun terakhir memang sering menjadi korban pelecehan verbal di pertandingan sepak bola Eropa.
Prestianni Bantah Tuduhan yang Dialamatkan Kepadanya
Prestianni sendiri membantah keras tuduhan tersebut dan menilai hukuman yang diberikan tidak adil. Ia menegaskan dirinya tidak pernah bersikap rasis terhadap siapa pun.
“Saya tidak pernah menjadi seorang rasis, dan saya tidak akan pernah seperti itu. Hal yang paling menyakitkan bagi saya adalah dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah saya lakukan,” ujar Prestianni.
“Itu adalah sesuatu yang tidak saya katakan, dan mereka menghukum saya tanpa bukti,” lanjutnya.
Hingga kini belum jelas apakah Scaloni benar-benar memasukkan nama Prestianni dalam rencana skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026.
Sejauh ini, sang winger baru sekali tampil bersama tim nasional senior Argentina dalam laga persahabatan pada November lalu.
Sumber: Give Me Sports