Sesuai Permintaan UEFA, FIFA Hukum Seorang Pemain Argentina: Terancam Tak Bisa Tampil di Piala Dunia 2026

Keputusan ini menjadi pukulan besar bagi peluang Prestianni tampil di Piala Dunia 2026 bersama Argentina.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 07 Mei 2026, 10:30 WIB
Kylian Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Bola.com, Jakarta - FIFA resmi memperluas hukuman terhadap pemain muda Gianluca Prestianni setelah adanya permintaan khusus dari UEFA, termasuk

Winger milik Benfica itu sebelumnya dijatuhi larangan bermain enam pertandingan setelah terbukti melakukan pelecehan verbal terhadap Vinicius Junior dalam laga melawan Real Madrid di Liga Champion.

Advertisement

FIFA mengonfirmasi sanksi tersebut kini berlaku secara global, termasuk dalam pertandingan internasional.

“Komite Disiplin FIFA memutuskan untuk memperluas hukuman larangan enam pertandingan yang dijatuhkan UEFA kepada pemain Benfica, Gianluca Prestianni, agar berlaku di seluruh dunia,” bunyi pernyataan resmi FIFA.

 
 

Terancam Absen di Piala Dunia 2026

Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Keputusan ini menjadi pukulan besar bagi peluang Prestianni tampil di Piala Dunia 2026 bersama Argentina.

Meski hukuman tidak berlaku untuk pertandingan Liga Portugal maupun laga persahabatan, Prestianni tetap harus menjalani larangan tampil di kompetisi resmi UEFA atau FIFA.

Saat ini ia sudah menjalani satu pertandingan hukuman, sehingga masih harus absen dalam dua laga resmi berikutnya.

Jika dipanggil pelatih Lionel Scaloni untuk skuad Piala Dunia, pemain berusia 20 tahun itu berpotensi melewatkan pertandingan melawan Aljazair di Kansas City pada 17 Juni, serta duel kontra Austria di Texas lima hari kemudian.

 
 

UEFA Tak Temukan Bukti Rasisme

Gianluca Prestianni berebut bola dengan Jude Bellingham dalam laga Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, 29 Januari 2026. (AP Photo/Armando Franca)

 

Awalnya, Prestianni diselidiki atas dugaan melontarkan kata berbahasa Spanyol yang berarti “monyet” kepada Vinicius Junior. Namun, UEFA mengaku tidak menemukan bukti yang cukup untuk mendukung tuduhan rasisme tersebut.

Pada akhirnya, pemain asal Argentina itu tetap dijatuhi hukuman karena dianggap melakukan pelecehan homofobik saat menutupi mulutnya di lapangan.

Kasus ini kembali menjadi sorotan besar karena Vinicius Junior selama beberapa tahun terakhir memang sering menjadi korban pelecehan verbal di pertandingan sepak bola Eropa.


Prestianni Bantah Tuduhan yang Dialamatkan Kepadanya

 

Prestianni sendiri membantah keras tuduhan tersebut dan menilai hukuman yang diberikan tidak adil. Ia menegaskan dirinya tidak pernah bersikap rasis terhadap siapa pun.

“Saya tidak pernah menjadi seorang rasis, dan saya tidak akan pernah seperti itu. Hal yang paling menyakitkan bagi saya adalah dituduh melakukan sesuatu yang tidak pernah saya lakukan,” ujar Prestianni.

“Itu adalah sesuatu yang tidak saya katakan, dan mereka menghukum saya tanpa bukti,” lanjutnya.

Hingga kini belum jelas apakah Scaloni benar-benar memasukkan nama Prestianni dalam rencana skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026.

Sejauh ini, sang winger baru sekali tampil bersama tim nasional senior Argentina dalam laga persahabatan pada November lalu.

Sumber: Give Me Sports

Berita Terkait