Bola.com, Jakarta - Luis Suarez mencoba peruntungannya untuk terakhir. Dia mengajukan permohanan terang-terangan ke Timnas Uruguay kurang dari 40 hari menjelang Piala Dunia 2026.
Suarez blak-blakan memohon supaya dimasukkan ke skuad Timnas Uruguay yang akan berangkat ke Piala Dunia 2026.
Sang striker kini sudah berusia 39 tahun. Reputasinya mentereng, karena dia adalah pencetak gol terbanyak sepanjang masa Uruguay dengan 69 gol dalam 143 penampilan.
Suarez telah membela La Celeste selama 17 tahun, mencakup empat Piala Dunia sebelumnya (2010, 2014, 2018, 2022). Ia sempat mengumumkan pensiun dari laga internasional pada September 2024.
Suarez tampaknya menyesali keputusannya itu dan kini mencoba mengubahnya.
Kata-kata Suarez
"Saya ingin dipanggil," ujar bintang Inter Miami tersebut kepada wartawan dalam bahasa Spanyol pada Rabu (6/5/2026), seperti dilansir dari Sport Illustrated.
"Tentu saja, sebagai orang Uruguay, saya tidak akan pernah menolak tim nasional. Saya menepi waktu itu karena saya merasa perlu memberi jalan bagi generasi muda."
"Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya tidak akan pernah berkata tidak kepada tim nasional jika mereka membutuhkan saya, terutama dengan Piala Dunia yang sudah di depan mata," sambung mantan pemain Barcelona itu.
Ini merupakan permohonan kedua Suarez untuk mendapatkan tempat di Piala Dunia dalam waktu dekat. Bulan lalu ia juga menyatakan dengan jelas keinginannya untuk membuka kembali pembicaraan tersebut.
Suarez belum pernah bermain lagi untuk Uruguay sejak September 2024, ketika ia tampil dalam hasil imbang tanpa gol melawan Paraguay.
"Saya berusia 37 tahun dan akan menjadi perjuangan besar bagi saya untuk bisa sampai ke Piala Dunia berikutnya, karena ada begitu banyak pemain berbakat yang sedang naik daun," kata Suarez saat masa pensiunnya kala itu.
"Kenyataan bahwa saya bisa mengakhiri karier internasional atas keinginan sendiri dan bukan karena cedera adalah perasaan yang luar biasa bagi saya."
Kebangkitan Bersama Inter Miami
Tidak mengherankan jika Luis Suarez ingin memutar kembali waktu, terutama mengingat kebangkitannya di level klub baru-baru ini dan kondisi kesehatannya saat ini. Bukan hal yang mustahil pula jika manajer Uruguay, Marcelo Bielsa, mengizinkannya kembali.
Suarez mencatatkan 10 gol dan 11 assist musim lalu sebagai pemain inti Inter Miami. Namun, ia memulai musim 2026 dengan duduk di bangku cadangan di bawah bayang-bayang German Berterame.
Namun, saat Berterame kesulitan menemukan performa terbaiknya, Suarez justru unggul, sekali lagi membuktikan dirinya sebagai bagian integral dari operasi tim The Herons.
Striker berpengalaman ini telah mencetak dua gol dan dua assist dalam 303 menit permainan di MLS, rata-rata menghasilkan kontribusi gol setiap 75 menit.
Sejak itu, ia diintegrasikan kembali ke dalam starting lineup, menjadi pilihan yang lebih disukai bagi manajer interim Guillermo Hoyos, yang mengambil alih posisi setelah kepergian mendadak Javier Mascherano bulan lalu.
Punya Sejarah Panjang di Piala Dunia
Luis Suarez juga memiliki sejarah panjang kesuksesan di panggung terbesar sepak bola. Berarti pengalaman dan kepemimpinan veteran yang ia bawa ke skuad Uruguay tidak dapat diremehkan.
Ia telah mengantongi total tujuh gol di ajang Piala Dunia, termasuk dua gol melawan Korea Selatan di babak 16 besar turnamen Afrika Selatan 2010 yang membawa Uruguay ke perempat final sendirian.
Pada pertandingan berikutnya, ia melakukan aksi "tangan Tuhan" yang terkenal untuk menggagalkan gol kemenangan Ghana di menit-menit akhir, yang pada akhirnya membantu La Celeste melaju ke semifinal.
Uruguay juga kesulitan menemukan pemain inti yang konsisten di posisi nomor 9 selama absennya Suarez. Dalam 17 pertandingan internasional tanpanya, Bielsa terus berganti-ganti di antara Darwin Nunez, Rodrigo Aguirre, Federico Vinas, dan Luciano Rodriguez, yang mana belum ada satu pun dari mereka yang mampu menyamai produktivitas impresif Suárez dari tahun-tahun sebelumnya.
Sumber: Sport Illustrated