3 Statistik Buruk Timnas Indonesia U-17 yang Harus Dibenahi Jelang Hadapi Qatar U-17: Minim Ancaman, Sulit Menang Duel!

Catatan statistik ini mengacu kepada penampilan Timnas Indonesia U-17 saat menumbangkan China U-17 dalam duel pertama Grup A Piala Asia U-17 2026.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 07 Mei 2026, 16:15 WIB
Pandu Aryo Wicaksono (tengah kiri), Peres Awkila Tjoe (tengah kanan), dan sejumlah pemain Timnas Indonesia U-17 menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam laga Grup A Piala AFF U-17 2026 melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (19/04/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diperhatikan jika melihat catatan statistik anak asuhnya menjelang duel kontra Qatar U-17 di Piala Asia U-17 2026.

Catatan statistik ini mengacu kepada penampilan Timnas Indonesia U-17 saat menumbangkan China U-17 dalam duel pertama Grup A. Meskipun berhasil menang, tetapi skuad Garuda Muda menghadapi tekanan yang ekstra berat di laga ini.

Advertisement

Dalam laga itu, skuad Garuda Muda tak bisa menghentikan dominasi lawan yang terus-menerus menggempur pertahanan. Beruntung ketajaman para pemain China U-17 tidak begitu maksimal, sehingga mereka gagal memecah kebuntuan.

Dari laga ini, anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto harus bisa belajar untuk memperbaiki beberapa kekurangan yang terlihat dari catatan statistik, terutama jelang duel kontra Qatar U-17. Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

 

Akurasi Operan Rendah

Pertandingan ini akan menentukan apakah Indonesia mampu melaju ke fase berikutnya atau harus mengakhiri langkah lebih cepat. Tampak dalam foto, pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto (tengah), saat memimpin sesi latihan terakhir jelang laga melawan Vietnam pada laga terakhir Grup A Piala AFF U-17 2026 di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2026). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Timnas Indonesia U-17 sulit untuk bisa mengatasi dominasi lawan karena memiliki akurasi operan yang memprihatinkan. Dari segi jumlah, skuad Garuda Muda hanya bisa melepaskan total 259, berbanding 375 milik China U-17.

Dari seluruh umpan itu, skuad Garuda Muda hanya bisa mengukir akurasi mencapai 61,8 persen, sedangkan China bisa mencapai 76,5 persen. Selain catatan distribusi ini, Timnas Indonesia U-17 juga lemah dalam umpan silang.

Dari total tiga crossing yang diciptakan sepanjang laga, tingkat akurasinya 0 persen. Artinya, tidak ada umpan silang yang berhasil dicatatkan para pemain. Padahal, China sanggup melepaskan hingga 41 crossing, dengan akurasi mencapai 24,4 persen.


Minim Ciptakan Ancaman

Timnas Indonesia U-17 sebetulnya bisa dibilang sangat minim menghadirkan ancaman di area pertahanan lawan. Sebab, sepanjang 2x45 menit, Matthew Baker dan kawan-kawan hanya bisa melepaskan enam tembakan, berbanding 19 shot milik lawan.

Namun, ternyata hanya ada satu tembakan saja yang mengarah ke gawang alias menjadi shot on target. Dan satu-satunya tembakan tersebut merupakan sepakan Keanu Sanjaya yang menghasilkan gol pada menit ke-87.

Sementara itu, tiga tembakan lainnya yang dilepaskan Garuda Muda bisa diblok oleh lawan, sedangkan dua lainnya tidak mengarah ke gawang alias menjadi shot off target.

Dengan catatan ini, Garuda Muda mengukir 16,7 persen akurasi tembakan.


Sulit Menang Duel

Selain itu, Garuda Muda juga harus memiliki agresivitas yang lebih tinggi untuk bisa memenangkan setiap duel pada laga berikutnya. Sebab, pada laga sebelumnya, ini menjadi catatan tersendiri.

Tingkat keberhasilan Timnas Indonesia U-17 dalam memenangi duel hanya mencapai 44,2 persen, sedangkan China bisa mencapai 55,8 persen. Yang patut mendapat perhatian, skuad Garuda Muda ternyata sangat lemah dalam duel udara.

Pasalnya, anak asuh Kurniawan hanya bisa mengukir kemenangan duel udara sebesar 32,1 persen, sangat jomplang dengan China U-17 yang bisa menghasilkan kemenangan duel di udara sebesar 67,9 persen.

Berita Terkait