Bola.com, Jakarta - Berakhir sudah persaingan Bundesliga 2025/2026. Seluruh tim peserta telah menyelesaikan 34 pertandingan yang ditutup pada Sabtu (16/5/2026) malam WIB.
Bayern Munchen berhasil mempertahankan gelar juaranya musim ini. Sementara dua tim sudah dipastikan terdegradasi, yakni St. Pauli dan Heidenheim, setelah finis di urutan dua besar terbawah klasemen akhir.
Cukup ironis bagi St. Pauli yang harus turun kasta. Mereka baru saja mentas di Bundesliga sejak musim lalu, kini harus kembali turun. Ada satu di antara pemain bintangnya yang harus bersedih karena pencapaian minor musim ini, yaitu Jackson Irvine.
Kapten St. Pauli dan bintang Timnas Australia itu seperti menelan pil pahit karena performa dan hasil jeblok timnya selama 34 laga terakhir.
Sedih dan Layak Degradasi
St. Pauli menutup Bundesliga 2025/2026 dengan kekalahan 1-3 dari Wolfsburg, Sabtu (16/5/2026) malam. Mereka kalah setelah kebobolan dari gol Konstantinos Koulierakis, Nikola Vasilj, dan Dzenan Pejcinovic.
St. Pauli hanya mampu mencetak satu gol dari Abdoulie Ceesay. Kekalahan ini membuat St. Pauli finis sebagai juru kunci alias di posisi paling bawah klasemen dengan nilai 26. Sementara Wolfsburg mengamankan tiket ke play-off untuk bertahan di Bundesliga.
Jackson Irvine merasa terpukul atas kemunduran timnya dengan turun kasta ke Bundesliga 2 musim depan.
"Saya sangat sedih perjalanan Bundesliga kami telah berakhir. Semua pemain yang tetap tinggal akan bekerja keras untuk kembali ke level yang telah kami perjuangkan," kata Irvine setelah laga melawan Wolfsburg.
"Jika Anda finis di posisi seperti kami setelah 34 pertandingan, Anda pantas terdegradasi, 26 poin tidak cukup untuk bertahan di liga ini. Kami tidak mampu memberikan performa terbaik di momen-momen penting dan para pemain harus bertanggung jawab atas hal itu, dan para wasit juga harus menyelidiki mengapa kami berada di posisi ini," lanjut dia.
Tetap Setia
Jackson Irvine bermain sebanyak 24 pertandingan bersama klubnya St. Pauli di arena Bundesliga musim ini. Ia mengoleksi satu assist, tanpa mencetak gol.
St. Pauli menggaetnya dari klub Skotlandia, Hibernians musim panas tahun 2021, dan bertarung di kasta kedua Jerman sebelum akhirnya promosi ke Bundesliga musim 2024/2025.
Jackson Irvine secara keseluruhan telah memainkan 153 pertandingan di semua kompetisi, mencetak 15 gol dan 21 assist. Pemain berusia 33 tahun ini mengaku masih akan tetap setia bermain untuk St. Pauli, meski kembali di kasta kedua.
"Kontrak saya masih berlaku satu tahun lagi dan saya akan tetap tinggal. Ini adalah rumah saya, klub ini sangat istimewa bagi saya. Kita bisa menganggap diri kita beruntung memiliki penggemar seperti ini," tutur Jackson Irvine.
"Dukungan yang diberikan luar biasa meskipun kami terdegradasi. Sungguh luar biasa. Mereka telah memberi kami begitu banyak energi dan mendorong kami sepanjang musim. Saya menyesal kami tidak memberikan hasil yang diharapkan," tandasnya.
Kevin Diks Lebih Menyala
Pencapaian yang diraih Jackson Irvine berbanding terbalik dengan kiprah Kevin Diks. Pemain Timnas Indonesia itu justru bisa dibilang sukses di musim perdananya bersama Borussia Monchengladbach.
Kevin Diks berhasil mengantarkan Monchengladbach finis di peringkat ke-12 klasemen akhir, memastikan satu tempat di persaingan Bundesliga musim depan. Tidak hanya itu, Kevin Diks sukses menutup kompetisi dengan mencetak gol ke gawang Hoffenheim untuk melengkapi kemenangan timnya dengan skor 4-0.
Sepanjang musim ini, Diks telah bermain sebanyak 30 laga, dengan 28 laga di antaranya sebagai starter. Dari jumlah itu, ia berhasil menyarangkan lima gol, sebuah catatan apik untuk ukuran seorang bek tengah.
Diks dan Irvine mewakili negara anggota konfederasi AFC yang berkarier di Bundesliga. Jika Kevin Diks membela Timnas Indonesia, maka Irvine adalah pemain inti dari Timnas Australia sejak 2013.
Diks telah mengoleksi 10 caps dan mencetak dua gol untuk Timnas Indonesia. Sedangkan Jackson Irvine telah bermain di 80 pertandingan bersama Timnas Australia dan mencetak 14 gol.
Kedua pemain ini sempat bentrok bersama Timnas masing-masing pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pada akhirnya, Timnas Indonesia terhenti langkahnya di putaran keempat, sementara Australia melaju lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Sumber: Bild