Toto Wolff Bongkar Penyebab Mercedes George Russell Mati Total saat Pimpin F1 GP Kanada 2026

Bos Mercedes, Toto Wolff, mengungkap penyebab kegagalan George Russell di F1 GP Kanada 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 25 Mei 2026, 11:00 WIB
Toto Wolff, Direktur Eksekutif Tim Mercedes AMG Petronas F1, tiba di Paddock sebelum sesi latihan menjelang Grand Prix F1 Kanada di Sirkuit Gilles-Villeneuve pada 22 Mei 2026 di Montreal, Quebec. (Minas Panagiotakis/Getty Images via AFP)

Bola.com, Jakarta - Bos Mercedes, Toto Wolff, akhirnya mengungkap penyebab mobil George Russell mendadak berhenti saat memimpin F1 GP Kanada 2026 di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Senin (25-5-2026) dini hari WIB.

Russell sedang terlibat duel sengit melawan rekan setimnya, Kimi Antonelli, dalam perebutan posisi terdepan sebelum balapan berubah drastis pada Lap 30. Pembalap Inggris itu tiba-tiba keluar jalur di area chicane Tikungan 8 dan 9 setelah mobil Mercedes miliknya kehilangan tenaga sepenuhnya.

Advertisement

Menurut Wolff, masalah tersebut berasal dari kegagalan sistem baterai pada mobil Russell.

"Kelihatannya ada kerusakan baterai. Mobilnya benar-benar mati total, tidak ada lagi aliran listrik di mobil," kata Wolff kepada Sky Sports F1.

Kegagalan finis itu menjadi pukulan besar bagi Russell. Selain kehilangan peluang kemenangan, ia kini tertinggal 43 poin dari Antonelli di klasemen pembalap setelah pembalap muda Italia tersebut meraih kemenangan keempat beruntun musim ini di Montreal.


Bikin Frustrasi

Pembalap Inggris dari tim Mercedes, George Russell, berlomba selama Grand Prix Formula 1 Kanada 2026 di Sirkuit Gilles-Villeneuve di Montreal, Kanada, pada 25 Mei 2026. (Geoff Robins/AFP)

Russell mengaku sulit menerima situasi yang dialaminya.

"Semuanya tiba-tiba mati begitu saja," ujar Russell kepada Sky Sports F1.

"Saya masuk tikungan, lalu mesin mati, elektronik hilang, pengereman juga tidak normal. Jujur, saya masih sulit berkata-kata sekarang," tambahnya.

Meski kecewa berat, Russell tetap merasa tampil maksimal sepanjang akhir pekan GP Kanada.

"Kalau jujur, saya bangga dengan akhir pekan saya. Pole position sprint, menang sprint, pole position saat kualifikasi," ucapnya.

"Saya memimpin sebelum mobil berhenti, dan saya menikmati duel melawan Kimi.”

“Dari sisi saya, rasanya tidak ada lagi yang bisa saya lakukan lebih baik akhir pekan ini. Jadi saya tetap pulang dengan kepuasan tertentu."

"Tentu saja saya sangat frustrasi dengan apa yang terjadi. Tapi selain itu, apa lagi yang bisa saya lakukan?" lanjut Russell.


Posisi Campur Aduk

Pembalap Mercedes asal Italia, Kimi Antonelli, berkompetisi dalam balapan mobil F1 Grand Prix Kanada di Montreal, Senin (25-5-2026) dini hari WIB. (Christopher Katsarov/The Canadian Press via AP)

Selama balapan berlangsung, Mercedes beberapa kali memperingatkan Russell dan Antonelli agar lebih rapi saat bertarung di lintasan. Kedua pembalap bahkan sempat hampir diminta menghentikan duel mereka karena beberapa momen nyaris bersenggolan.

Wolff mengakui situasi tersebut membuat tim berada dalam posisi yang campur aduk.

"Sebagai tim, kami sering mengalami situasi yang terasa pahit sekaligus manis. Kami sangat senang untuk satu pembalap, tetapi juga sangat kecewa untuk pembalap lainnya. Situasi seperti ini sulit," ungkapnya.

"Kimi tampil luar biasa hari ini dan memang pantas menang. Sangat disayangkan untuk George karena dia sedang memimpin balapan."

Wolff juga mengaku Mercedes sebenarnya menikmati duel panas kedua pembalapnya itu, meski tetap dihantui risiko insiden.

"Kami setengah menikmati pertarungan mereka dan berharap bisa finis satu-dua," kata Wolff.


Pantau Detail Situasi

Toto Wolff, Direktur Eksekutif Tim Mercedes AMG Petronas F1, sedang bekerja di garasi selama sesi latihan menjelang Grand Prix F1 Las Vegas di Sirkuit Las Vegas Strip pada 20 November 2025 di Las Vegas, Nevada. (Peter Fox/Getty Images via AFP)

Ketika ditanya seberapa dekat Mercedes dengan keputusan menghentikan duel internal tersebut, Wolff mengatakan tim terus memantau situasi lap demi lap.

"Setiap kali kami mulai berpikir untuk mengatakan, 'cukup sampai di sini', dua lap berikutnya justru kembali cepat."

"Selama jaraknya tetap aman, kami masih nyaman melihat pertarungan itu, walaupun semuanya tentu bisa saja berakhir buruk," ujarnya.

"Mereka masih memberi ruang satu sama lain dan itu bagus. Kami juga tidak mengubah strategi mesin siapa pun."

"Pembalap yang bertahan mendapat perangkat yang dia butuhkan, pembalap yang menyerang juga mendapat hal yang sama. Tidak ada perbedaan perlakuan," imbuh Wolff.

Wolff menyebut situasi tersebut sebenarnya menjadi "masalah mewah" bagi Mercedes karena kedua mobil mampu mendominasi balapan.

"Ini masalah mewah dan semoga situasi seperti ini bisa terus terjadi sepanjang musim. Tapi, kami juga tidak boleh melupakan tim lain," ucapnya.

"Kalau jarak dengan pembalap di belakang lebih dekat atau kami mulai kehilangan posisi, tentu kami akan langsung turun tangan dan meminta mereka tidak membuang terlalu banyak waktu bertarung satu sama lain," tutur Wolff.

 

Sumber: Crash

Berita Terkait