Wabah Ebola Bikin Fans Timnas Kongo Tidak Dapat Memasuki Amerika Serikat untuk Dukung tim di Piala Dunia 2026: Minta Refund Tiket!

Timnas DR Kongo tengah menghadapi tantangan besar jelang tampil di Piala Dunia 2026. Bukan soal kekuatan lawan di lapangan, melainkan krisis kesehatan yang membuat ribuan suporternya terancam gagal mendukung langsung tim kesayangan mereka di Amerika Serikat.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 27 Mei 2026, 13:15 WIB
Para pemain, staff pelatih, dan ofisial Kongo berfoto bersama dengan para suporter setelah menang atas Nigeria dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika di Rabat, Maroko, Minggu (16/11/2025) waktu setempat. (AP Photo)

Bola.com, Jakarta - Timnas DR Kongo tengah menghadapi tantangan besar jelang tampil di Piala Dunia 2026. Bukan soal kekuatan lawan di lapangan, melainkan krisis kesehatan yang membuat ribuan suporternya terancam gagal mendukung langsung tim kesayangan mereka di Amerika Serikat.

Federasi Sepak Bola DR Kongo (Fecofa) bahkan telah meminta FIFA untuk mengembalikan uang tiket para penggemar yang tidak bisa masuk ke AS akibat pembatasan perjalanan terkait wabah Ebola.

Advertisement

Presiden Fecofa, Veron Mosengo-Omba, mengatakan para pendukung merasa dirugikan karena sudah mengeluarkan biaya besar demi menyaksikan momen bersejarah kembalinya The Leopards ke Piala Dunia setelah absen sejak 1974.

"Kami meminta FIFA mempertimbangkan situasi ini karena harga tiket sangat mahal. Suporter kami dihukum karena mereka tidak bisa masuk ke Amerika Serikat untuk mendukung tim nasional,” ujar Mosengo-Omba kepada BBC Sport Africa.

 

 


Dampak Wabah Ebola

Wabah Ebola Serang Kongo, Risiko Penyebarannya Tinggi (CASTALDOstudio com/Shutterstock)

Situasi ini bermula setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status darurat kesehatan pada 16 Mei menyusul merebaknya wabah Ebola di kawasan Afrika Tengah dan Timur.

Lebih dari 900 kasus dugaan Ebola dilaporkan, dengan 223 kematian. Sebagian besar kasus berasal dari DR Kongo.

Pemerintah Amerika Serikat kemudian memberlakukan larangan masuk bagi warga non-AS yang dalam 21 hari terakhir berada di DR Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan. Kedutaan Besar AS di Kinshasa juga menghentikan sementara layanan visa.

Akibat aturan tersebut, para pendukung DR Kongo praktis kehilangan kesempatan menyaksikan laga pembuka Grup K melawan Portugal di Houston pada 17 Juni 2026.

 

 

 


Tiket Mahal, Suporter Terancam Rugi

Masalah makin pelik karena harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak drastis dibanding edisi 2022 di Qatar akibat penerapan sistem dynamic pricing oleh FIFA.

FIFA sendiri menyatakan akan mempelajari situasi ini lebih lanjut. Namun berdasarkan kebijakan standar, tiket biasanya hanya dapat dijual kembali atau dialihkan ke orang lain, kecuali terjadi kondisi luar biasa seperti pembatalan pertandingan.

Kini banyak suporter DR Kongo diperkirakan akan mengalihkan perjalanan mereka ke Meksiko, tempat laga kedua kontra Kolombia digelar di Guadalajara. Sementara laga terakhir melawan Uzbekistan kembali dimainkan di Amerika Serikat, tepatnya di Atlanta.

 

 


Timnas DR Kongo Tetap Bisa Bertanding

Gelandang Timnas Republik Demokratik Kongo, Gael Kakuta (kanan) menguasai bola dibayangi gelandang Pantai Gading, Franck Kessie pada laga semifinal Piala Afrika 2023 di Alassane Ouattara Olympic Stadium, Abidjan, Rabu (7/2/2024) malam waktu setempat. (AP Photo/Sunday Alamba)

Meski suporter terkendala, skuad DR Kongo dipastikan tetap dapat tampil di Piala Dunia. Sebagian besar pemain dan staf pelatih bermain di luar negeri, sehingga tidak terdampak pembatasan perjalanan.

Para ofisial yang berasal dari DR Kongo juga telah meninggalkan negara tersebut lebih awal demi memenuhi syarat karantina 21 hari.

Namun persiapan tim sedikit terganggu karena pemusatan latihan di Kinshasa harus dibatalkan. Sebagai gantinya, skuad asuhan Sebastien Desabre berkumpul di Belgia untuk menjalani laga uji coba sebelum bertolak ke Texas.

Presiden Fecofa, Veron Mosengo-Omba kemudian melanjutkan lolosnya DR Kongo ke Piala Dunia 2026 merupakan titik kebangkitan sepak bola nasional.

Negara yang dulu tampil di Piala Dunia 1974 dengan nama Zaire itu akhirnya kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia setelah penantian 52 tahun.

“Ini adalah kebangkitan sepak bola di negara kami. Sekarang masyarakat melupakan masalah mereka dan fokus mendukung The Leopards,” katanya.

Mosengo-Omba juga optimistis generasi baru sepak bola DR Kongo mampu membangun fondasi kuat untuk masa depan.

“Kami mungkin belum berbicara soal juara Piala Dunia atau Piala Afrika. Tetapi kami ingin membangun fondasi yang solid," ungkapnya.

 

Sumber: BBC 

Berita Terkait