Bola.com, Jakarta - Maarten Paes menyelesaikan musim perdananya bersama Ajax Ansterdam dengan rapor cukup baik. Kiper Timnas Indonesia itu selalu bermain di bawah mistar gawang Ajax setidaknya dalam 13 laga beruntun.
Maarten Paes tak tergantikan selama 11 pertandingan terakhir Ajax di Eredivisie, ditambah dua laga di playoff Conference League melawan Groningen dan Utrecht.
Meski kemasukan 11 kali di Eredivisie, Paes menorehkan lima kali clean sheet. Rata-rata ratingnya 7,18 per pertandingan, menjadi catatan ciamik bagi Paes.
Penampilan terkininya adalah menjadi pahlawan bagi Ajax dalam perebutan tiket ke Europa Conference League. Kiper berusia 27 tahun itu membantu timnya menang atas Utrech dalam drama adu penalti, Minggu (24/5/2026).
Kemenangan Krusial
Ajax unggul dulu via gol Davy Klaassen namun dibalas oleh Gjivai Zechiël. Skor sama kuat 1-1 bertahan berakhirnya waktu permainan termasuk dua kali 15 menit di perpanjangan waktu, membuat pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.
Dalam adu penalti, empat penendang Ajax berhasil menyarangkan gol. Sementara Maarten Paes menggagalkan dua eksekutor Utrecht yakni Sébastien Haller dan Souffian El Karouani.
Atas hasil ini, Ajax pun menyegel tiket tampil di Europa Conference League atau kasta ketiga kompetisi antarklub Eropa musim depan.
Betah di Ajax
Sudah berada di Ajax selama kurang lebih lima bulan terakhir, membuat Maarten Paes terkesan. Terlepas dari masih banyaknya hujan kritik yang harus dihadapinya, ia mengaku senang menjadi bagian dari De Godenzonen (julukan Ajax).
Maarten Paes kini hanya memilih fokus dalam kariernya di Ajax yang masih tiga tahun lagi. Ia tak mau terlalu memikirkan komentar orang atas penampilannya.
"Saya merasa sangat betah di Amsterdam, karena setelah tinggal di luar negeri selama lima tahun. Amsterdam kota yang indah dengan cuaca yang saya inginkan. Sekarang saya dapat menjalani pramusim penuh, di mana saya dapat membangun ikatan dengan rekan-rekan setim saya," ungkap Maarten Paes kepada De Telegraaf baru-baru ini.
Bungkam Kritik
Akhir musim 2025/2026 momen yang manis bagi Maarten Paes, terutama keberhasilannya dalam membungkam para pengkritiknya.
Sejak didatangkan Ajax dari FC Dallas pada bulan Januari 2026, Paes disibukkan dengan hujan kritikan, terutama dari para pengamat sepak bola di Belanda.
Hari-harinya banyak dihiasi komentar miring dari para pundit sepak bola Belanda yang meragukan hingga mengolok-olok Paes atas penampilannya di bawah mistar gawang Ajax.
Tim legendaris Belanda itu pada akhirnya finis di peringkat kelima klasemen akhir Eredivisie dan puas mendapat tiket ke Conference League musim depan.
"Jika Anda melihat beberapa pertandingan terakhir saya, Anda pasti dapat melihat kemajuan di semua area. Saya fokus pada diri saya sendiri dan mencoba untuk menjadi kiper yang lebih baik dan pribadi yang lebih baik," ungkap Maarten Paes
"Saya tidak punya cukup waktu untuk menyesuaikan diri, tetapi saya mencoba untuk melakukannya selangkah demi selangkah selama pertandingan dan meningkatkan kualitas beberapa persen setiap minggunya. Setelah musim berakhir, saya akan mengerjakan detail-detail kecilnya," tegas Maarten Paes.
Sumber: De Telegraaf