Luis de la Fuente Minta Timnas Spanyol Tampil Habis-habisan di Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente menegaskan timnya harus tampil total dalam setiap pertandingan di Piala Dunia 2026 Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. La Furia Roja dituntut bermain seolah setiap laga adalah partai terakhir mereka di turnamen tersebut.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 28 Mei 2026, 05:00 WIB
Ilustrasi Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026. (Foto by Gemini AI)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente menegaskan timnya harus tampil total dalam setiap pertandingan di Piala Dunia 2026 Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. La Furia Roja dituntut bermain seolah setiap laga adalah partai terakhir mereka di turnamen tersebut.

Spanyol datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu unggulan utama. Juara dunia edisi 2010 itu membawa skuad bertabur pemain muda berbakat dan bertekad melanjutkan tren positif setelah menjuarai Piala Eropa dua tahun lalu.

Advertisement

Menariknya, skuad Spanyol kali ini diperkuat delapan pemain Barcelona tanpa satu pun penggawa Real Madrid. Kondisi tersebut menjadi sorotan tersendiri menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

De la Fuente menegaskan, fokus utama timnya bukan hanya hasil akhir, tetapi juga mentalitas dan dedikasi di atas lapangan.

"Memainkan setiap pertandingan seolah itu adalah laga terakhir kami, menghormati lawan, dan siap bersaing untuk meraih pencapaian tertinggi. Satu-satunya hal yang kami minta adalah usaha, kerja keras, dan dedikasi. Hasil akan mengikuti dengan sendirinya," ujar De la Fuente seperti dikutip dari FIFA.

 


Spanyol Hadapi Tanjung Verde hingga Uruguay

Para pemain Timnas Spanyol merayakan gol Mikel Oyarzabal dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup E melawan Timnas Georgia di Tbilisi, Georgia, Sabtu, 15 November 2025. (AP Photo/Tamuna Kulumbegashvili)

Spanyol tergabung di Grup H bersama Uruguay, Arab Saudi, dan debutan Tanjung Verde. La Furia Roja akan membuka perjalanan mereka menghadapi Tanjung Verde pada 15 Juni 2026 pukul 23.00 WIB di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta.

Setelah itu, Spanyol akan menghadapi Arab Saudi enam hari berselang di venue yang sama sebelum menutup fase grup melawan Uruguay di Stadion Akron, Guadalajara, Meksiko pada 27 Juni 2026 pukul 07.00 WIB.

Meski datang dengan status unggulan, De la Fuente meminta anak asuhnya tidak memandang remeh lawan mana pun. Menurutnya, seluruh peserta Piala Dunia memiliki kualitas yang bisa menyulitkan kapan saja.

Pelatih berusia 64 tahun tersebut juga percaya skuad muda Spanyol masih memiliki ruang besar untuk berkembang.

"Masih ada banyak ruang untuk berkembang. Kami memiliki kelompok pemain yang sangat berbakat, tetapi banyak dari mereka masih sangat muda. Menggabungkan mereka dengan pemain-pemain yang lebih berpengalaman memberi kami stabilitas dan arah yang jelas," katanya.

 


Lamine Yamal Jadi Andalan Baru La Furia Roja

Lamine Yamal merayakan gol Ferran Torres di laga Turki vs Spanyol di laga matchday 2 Grup E Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa di Torku Arena, Senin (08/09/2025). (AP Photo/Khalil Hamra)

Salah satu pemain yang paling mendapat perhatian adalah wonderkid Barcelona, Lamine Yamal. Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen Piala Dunia pertama bagi Yamal yang kini baru berusia 18 tahun.

Penampilan Yamal sepanjang musim ini memang luar biasa. Ia mencatatkan 24 gol dan 18 assist dalam 45 pertandingan di semua kompetisi bersama Barcelona. Kontribusinya membantu Blaugrana menjuarai Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol.

De la Fuente mengaku terus memberi pendampingan khusus kepada Yamal, bukan hanya dalam aspek sepak bola, tetapi juga pembentukan karakter.

"Dia masih sangat muda. Dia debut bersama kami pada usia 16 tahun. Sekarang dia berusia 18 tahun dan kami menanamkan prinsip-prinsip dasar sepak bola kepadanya," ujar De la Fuente.

"Ini tentang mengajarkan nilai-nilai yang harus dia miliki, baik dalam sepak bola maupun kehidupan. Keduanya harus berjalan beriringan," lanjutnya.

 


Kombinasi Pemain Muda dan Senior Jadi Kekuatan

Spanyol memang memasuki era baru dengan komposisi skuad yang dipenuhi talenta muda. Selain Yamal, terdapat sejumlah nama seperti Pedri, Gavi, hingga Nico Williams yang menjadi tulang punggung generasi baru La Furia Roja.

Di sisi lain, keberadaan pemain senior tetap dianggap penting untuk menjaga keseimbangan tim dalam menghadapi tekanan besar di Piala Dunia.

De la Fuente percaya kombinasi pemain muda dan berpengalaman bisa membawa Spanyol bersaing hingga fase akhir turnamen. Dengan materi pemain yang dimiliki saat ini, La Furia Roja diyakini menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia 2026.

Berita Terkait