Kapten Timnas Indonesia U-19 Ungkap Efek Luar Biasa dari Pengalaman Bermain di Piala Dunia U-17: Bekal Berharga Hadapi Piala AFF U-19 2026

Kapten Timnas Indonesia U-19, I Putu Panji Apriawan, merasakan dampak yang signifikan setelah sebelumnya sempat merasakan pengalaman bermain di ajang Piala Dunia U-17 2025.

BolaCom | Radifa ArsaDiterbitkan 29 Mei 2026, 12:45 WIB
Kapten Timnas Indonesia U-16, I Putu Panji Apriawan, saat menjalani sesi latihan terakhir di Stadion UNS, Solo, Minggu (39/6/2024), jelang laga semifinal Piala AFF U-16 2024. (Bola.com/Radifa Arsa)

Bola.com, Jakarta - Kapten Timnas Indonesia U-19, I Putu Panji Apriawan, merasakan dampak yang signifikan setelah sebelumnya sempat merasakan pengalaman bermain di ajang Piala Dunia U-17 2025.

Putu Panji, yang ketika itu menjadi tulang punggung Timnas Indonesia U-17, mengakui apabila rekan-rekannya sudah mengalami perkembangan yang luar biasa setelah menghadapi negara-negara terbaik dari seluruh penjuru dunia.

Advertisement

Ketika itu, Timnas U-17 yang tergabung di Grup H menghadapi tim-tim seperti Zambia U-17 (1-3), Brasil U-17 (0-4), dan Honduras U-17 (2-1). Meski gagal lolos ke fase grup, skuad Garuda Muda sukses mengukir sejarah dengan meraih kemenangan pertamanya di ajang ini.

Kini, pengalaman berharga itulah yang bakal dimaksimalkan oleh Putu Panji dan kawan-kawan setelah mereka naik level ke Timnas Indonesia U-19, terutama menjelang kejuaraan pertama mereka di level ini, yakni Piala AFF U-19 2026.


Rasakan Efek Luar Biasa

Kapten Timnas Indonesia U-19, I Putu Panji. (Bola.com/Ana Dewi)

Bek kelahiran Tabanan itu mengatakan, pengalaman bermain di Piala Dunia U-17 2025 memang memberikan efek yang cukup signifikan. Sebab, menurut dia, para pemain kini bisa bermain dengan lebih dewasa.

Menurut Panji, rekan-rekannya bisa memahami cara bermain secara lebih sabar. Artinya, Timnas Indonesia U-19 mampu mengatur ritme dan tempo permainan lebih baik, dan tidak terburu-buru ketika berada di lapangan.

"Tentunya sangat berbeda apalagi kami semakin umur semakin naik, ya pastinya kami mulai mengerti bagaimana cara mengatur tempo dalam bermain bola begitu. Kami belajar bermain lebih tenang, lebih sabar,” kata Panji kepada Bola.com.


Soal Pemain Diaspora

Selain itu, Panji juga mengakui kehadiran pemain diaspora kini menambah kekuatan skuad Garuda Muda. Namun, secara kualitas, dia mengakui apabila sebetulnya tidak jauh berbeda dengan amunisi-amunisi lokal.

"Ya, sejauh ini sih cukup setara ya kualitas kami dengan para pemain diaspora di Timnas Indonesia U-19. Enggak beda jauh sih ya," ujar bek tengah kelahiran 2 April 2008 tersebut.

Sejauh ini, setidaknya ada enam pemain diaspora yang bisa bertahan dalam tahap seleksi jelang Piala AFF U-19 2026, yakni Mathew Baker, Timothy Baker, Welber Jardim, Amar Brkic, Zinadein Ardiansyah, hingga Eizar Tanjung.


Kiprah Putu Panji

Fadly Alberto Hengga, I Putu Panji, Aldyansyah Taher, Daniel Alfrido, dan Zahaby Gholy merayakan gol yang dicetak ke gawang Timnas Afganistan dalam laga terakhir Grup C Piala Asia U-17 2025 yang berlangsung di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jeddah, Jumat (11/4/2025). (Dok. PSSI).

I Putu Panji Apriawan merupakan salah satu pemain yang sukses bertahan lama di bawah asuhan Nova Arianto. Dia memulai kiprahnya di Timnas Indonesia U-16 dan dipercaya sebagai kapten di Piala AFF U-16 2024.

Setelahnya, Panji mampu bertahan hingga mengawal Timnas U-17 mengarungi babak Kualifikasi Piala Asia U-17 2025. Di putaran final, mereka berhasil lolos ke perempat final Piala Asia U-17 2025, sekaligus merebut tiket kualifikasi ke Piala Dunia U-17 2025.

Berita Terkait