Nicolas Jover, Otak di Balik Senjata Bola Mati Arsenal dengan Bonus Ratusan Juta Rupiah per Gol

Bonus fantastis Nicolas Jover untuk setiap gol bola mati Arsenal akhirnya terbongkar.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Mei 2026, 19:45 WIB
Mikel Arteta, Nicolas Jover, Arsenal. (Dok. arsenal.com)

Bola.com, Jakarta - Kesuksesan Arsenal dalam memaksimalkan situasi bola mati musim ini ternyata tidak hanya menghasilkan gol dan trofi.

Nicolas Jover, sosok yang berada di balik kehebatan skema tendangan sudut dan tendangan bebas The Gunners, juga disebut menerima bonus dalam jumlah besar berkat kontribusinya.

Advertisement

Pelatih spesialis bola mati asal Prancis itu telah menjadi satu di antara figur paling penting dalam staf kepelatihan Mikel Arteta.

Perannya terlihat jelas sepanjang musim 2025/2026 ketika Arsenal menjelma menjadi tim paling berbahaya dalam situasi bola mati sekaligus menjadi tim yang paling sulit ditembus lawan dari skema serupa.

Di Liga Inggris musim ini, Arsenal mencetak gol bola mati terbanyak dibanding tim lain. Pada saat yang sama, mereka juga menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit dari situasi bola mati.

Pencapaian ganda tersebut menjadi bukti bagaimana detail-detail yang disusun Jover memberikan dampak besar di kedua sisi lapangan, terutama dalam skema tendangan sudut.

Musim bersejarah Arsenal yang menghasilkan gelar Liga Inggris pertama dalam 22 tahun serta peluang meraih trofi Liga Champions membuat kontribusi Jover mendapat penghargaan khusus dari Meriam London.


Bonus Besar

Pemain Arsenal, Martin Odegaard mencetak gol dari luar kotak penalti pada laga Grup B Liga Champions 2023/2024 melawan PSV Eindhoven di Emirates Stadium, London, Kamis (21/09/2023) dini hari WIB. Bola tendangan kaki kiri Odegaard mengarah ke pojok kanan bawah kiper PSV, Walter Daniel Benitez. (AFP/Adrian Dennis)

Menurut FootballInsider247, kontrak Jover memuat klausul bonus senilai 10 ribu paun (sekitar Rp239,8 juta) untuk setiap gol yang dicetak Arsenal melalui tendangan sudut atau tendangan bebas.

Jika dilihat sekilas, angka tersebut mungkin tampak sebagai insentif biasa. Namun, produktivitas Arsenal dari bola mati membuat jumlah yang diterima Jover membengkak secara signifikan.

Arsenal memecahkan rekor Liga Inggris untuk jumlah gol terbanyak dari tendangan sudut dalam satu musim dengan torehan 19 gol.

Selain itu, mereka mencetak empat gol bola mati dalam perjalanan menuju final Liga Champions di Budapest, serta lima gol tambahan dalam kompetisi domestik lainnya.

Secara keseluruhan, Arsenal telah mencetak 34 gol bola mati non-penalti di semua ajang musim ini.

Jika seluruh gol tersebut masuk skema bonus yang disepakati, Jover berpotensi mengantongi sekitar 340 ribu paun atau setara lebih dari Rp8 miliar.


Arsitek Bola Mati Arsenal

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri) dan pelatih teknik Arsenal asal Prancis, Nicolas Jover, menyaksikan para pemain dari pinggir lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Nottingham Forest dan Arsenal di The City Ground di Nottingham, Inggris tengah, pada 17 Januari 2026. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Kendati namanya tidak terlalu sering menghiasi halaman depan media olahraga, reputasi Jover di kalangan sepak bola profesional sangat tinggi.

Arsenal merekrut pria berusia 44 tahun itu dari Manchester City pada 2021. Arteta sudah mengenalnya dengan baik sejak keduanya bekerja di Stadion Etihad.

Sebelum bergabung dengan Arsenal, Jover telah mengumpulkan pengalaman bersama Montpellier, Timnas Kroasia, dan Brentford.

Selama tiga tahun di Brentford, tim tersebut mencetak total 46 gol dari situasi bola mati.

Namun, pencapaiannya di Arsenal melampaui seluruh pekerjaan yang pernah ia lakukan sebelumnya.

Tidak semua pihak menyukai pendekatan Arsenal dalam memanfaatkan bola mati. Jover dikenal sangat ekspresif di area teknis, bahkan dalam beberapa kesempatan, menarik perhatian yang hampir sama besarnya dengan Arteta.

Metode yang diterapkannya juga kerap menuai kritik dari kubu lawan. Satu di antara komentar paling tajam datang dari mantan bek Barcelona dan mantan pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman.

"Tanpa tendangan sudut, Arsenal tidak akan menjadi juara," kata Koeman.

Pernyataan itu mungkin tidak akan mengganggu tidur Jover maupun Arteta, tetapi menunjukkan besarnya frustrasi yang dirasakan sejumlah pihak terhadap efektivitas Arsenal dalam memanfaatkan situasi bola mati.


Masa Depan Jover di Emirates

Declan Rice mencetak gol lewat tendangan bebas akurat saat Arsenal mengalahkan Real Madrid pada leg 1 perempat final Liga Champions 2024/2025 di Emirates Stadium, Rabu (9/4/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Frank Augstein)

Keberhasilan Jover tidak luput dari perhatian klub-klub lain. Meski begitu, ia diperkirakan akan tetap bertahan di Emirates Stadium dan menandatangani kontrak baru bersamaan dengan Arteta.

Kontrak Arteta saat ini berlaku hingga 2027, begitu pula kontrak Jover.

Apabila kesepakatan baru tercapai, tidak menutup kemungkinan Arsenal akan menawarkan skema bonus yang lebih menguntungkan kepada pria Prancis tersebut.

Musim ini, Arsenal menjadi tim dengan catatan terbaik dalam urusan bola mati di Liga Inggris. The Gunners mencetak 29 gol dari situasi bola mati dan hanya kebobolan delapan kali.

Sebagai perbandingan, Manchester United mencetak 26 gol bola mati dan kebobolan 18 kali. Leeds United mengoleksi 23 gol serta kebobolan 24 kali, sementara Newcastle United mencetak 21 gol dan kebobolan 23 kali.

Chelsea melengkapi lima besar dengan 21 gol dari bola mati dan 19 kali kebobolan dari situasi serupa.

 

Sumber: Give Me Sport