Fakta Pahit Arsenal: Tim Paling Banyak Tanding di Liga Champions tapi Tanpa Gelar

Arsenal harus kembali menelan kekecewaan di panggung terbesar sepak bola Eropa

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 31 Mei 2026, 05:45 WIB
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, berjalan melewati trofi setelah timnya mengalami kekalahan pada pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. (Foto: Odd ANDERSEN / AFP.)

Bola.com, Jakarta - Arsenal harus kembali menelan kekecewaan di panggung terbesar sepak bola Eropa setelah kalah dari Paris Saint-Germain pada final Liga Champions 2025/26.

The Gunners sebenarnya tampil luar biasa sepanjang turnamen, tetapi impian mengangkat trofi Si Kuping Besar harus pupus setelah kalah 3-4 dalam adu penalti usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Advertisement

Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan mengingat konsistensi Arsenal sepanjang kompetisi.

Menurut data dari Squawka, tim asuhan Mikel Arteta hanya berada dalam kondisi tertinggal selama 43 menit sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions musim 2025/26. Statistik itu menunjukkan betapa dominannya Arsenal sejak fase grup hingga mencapai partai puncak.

Meski begitu, dominasi tersebut belum cukup untuk mengakhiri penantian panjang klub asal London Utara tersebut.


226 Laga

Bek Arsenal, Gabriel Magalhaes, gagal melakukan tugasnya sebagai eksekutor kelima dalam drama adu penalti melawan Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions 2025/2026, Sabtu (30/5/2026). Kegagalan itu memastikan PSG back to back juara Liga Champions. (Odd ANDERSEN / AFP)

Arsenal masih menyandang status sebagai klub dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah Liga Champions dan European Cup tanpa pernah memenangkan trofi. Hingga final 2026, Arsenal telah memainkan 226 pertandingan di kompetisi elite Eropa itu tanpa sekali pun menjadi juara.

Perjalanan Arsenal musim ini sebenarnya memberi harapan besar kepada para pendukungnya. Mereka mampu menyingkirkan sejumlah tim kuat dan hanya berjarak satu langkah dari sejarah.

Namun, keberuntungan belum berpihak kepada Kai Havertz dan rekan-rekannya di laga final. Meski gagal kali ini, performa impresif sepanjang musim menunjukkan bahwa Arsenal masih memiliki peluang besar untuk kembali bersaing dan mengejar gelar Liga Champions yang selama ini menjadi impian mereka.

Sumber: Squawka

Berita Terkait