Andoni Iraola Diyakini Bisa Menghidupkan Lagi Sepak Bola Menyerang Liverpool Ala Klopp

Legenda Liverpool, Emile Heskey, menilai Andoni Iraola sosok tepat untuk mengembalikan identitas permainan The Reds seperti pada era Jurgen Klopp.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Mei 2026, 13:15 WIB
Manajer Bournemouth asal Spanyol, Andoni Iraola, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar di akhir pertandingan Liga Inggris antara Bournemouth dan Crystal Palace di Stadion Vitality di Bournemouth, Inggris selatan pada 3 Mei 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Bola.com, Jakarta - Liverpool tampaknya bergerak cepat mencari pengganti Arne Slot. Satu di antara nama yang mengemuka adalah Andoni Iraola, pelatih yang baru saja mengakhiri masa kerjanya bersama Bournemouth setelah membawa klub tersebut mencatat sejarah dengan lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya.

Mantan penyerang Liverpool, Emile Heskey, menilai Iraola merupakan sosok yang tepat untuk mengembalikan identitas permainan The Reds seperti pada era Jurgen Klopp.

Advertisement

Slot diberhentikan pada Sabtu (30-5-2026) setelah menjalani musim yang mengecewakan.

Keputusan itu datang hanya sekitar setahun setelah ia membawa Liverpool menjuarai Premier League pada musim pertamanya menggantikan Klopp di kursi pelatih.

Di tengah pencarian manajer baru, Iraola disebut sebagai kandidat terdepan untuk menangani Liverpool.


Karakter dan Tantangan

Pelatih kepala Bournemouth, Andoni Iraola memberi instruksi kepada pemainnya saat menghadapi Manchester United pada laga pekan ke-16 Liga Inggris 2023/2024 di Old Trafford Stadium, Sabtu (9/12/2023). (AP Photo/Jon Super)

Heskey pun melihat pelatih asal Spanyol itu memiliki karakter yang dibutuhkan klub untuk bangkit setelah mengalami kemunduran performa di bawah Slot.

"Andoni Iraola telah menunjukkan bahwa dia memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Dia juga membuktikan dirinya sebagai pelatih yang sangat, sangat cerdas," kata Heskey.

"Dia pernah memainkan sistem tiga bek, dia juga pernah menggunakan empat bek. Dia tahu bagaimana mengubah pendekatan sesuai kebutuhan," imbuhnya.

Meski demikian, Heskey mengingatkan bahwa tantangan di Liverpool berbeda dengan yang dihadapi Iraola selama menangani Bournemouth.

"Satu hal yang harus saya katakan, Bournemouth bukan Liverpool, dan kita sudah berkali-kali melihat situasi seperti ini. Liverpool sedikit berbeda dibandingkan klub-klub lain yang biasanya memberikan waktu lebih banyak kepada pelatih," ujarnya.

"Jadi, menurut saya, ya, Iraola akan menjadi pilihan yang sangat baik karena gaya bermainnya. Pada akhirnya, sebagai suporter Liverpool, yang kami inginkan adalah sepak bola yang menghibur," lanjutnya.


Mengembalikan Gaya Main Agresif

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp merayakan kemenangan timnya atas Newcastle United pada laga lanjutan Liga Inggris 2023/2024 di Anfield, Liverpool, Inggris, Selasa (02/01/2024) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Menurut Heskey, daya tarik permainan Liverpool pada masa Klopp perlahan memudar dalam semusim terakhir.

Ia berharap Iraola mampu menghidupkan kembali sepak bola agresif yang selama ini menjadi ciri khas The Reds.

"Itulah yang kami dapatkan bersama Jurgen Klopp. Itulah yang juga kami rasakan pada musim pertama Arne Slot, tetapi kemudian perlahan berubah menjadi permainan yang lebih berfokus pada penguasaan bola," ulas Heskey.

"Padahal, kami menginginkan hiburan. Kami ingin tim bermain berani dan menyerang. Iraola memiliki karakter seperti itu," ucapnya.

Selain persoalan pelatih, Liverpool juga diperkirakan kembali aktif di bursa transfer musim panas ini. Tahun lalu, klub Merseyside tersebut menggelontorkan sekitar 450 juta paun untuk mendatangkan pemain baru.


Hati-Hati Belanja Pemain

Pelatih Everton, Andoni Iraola memberikan instruksi dalam laga lanjutan Piala FA 2024/2025 melawan Bournemouth di Goodison Park, Liverpool, Inggris, Minggu (09/02/2025) WIB. (AFP/Paul Ellis)

Namun, dalam wawancaranya dengan Hajper, Heskey memperingatkan Liverpool agar tidak kembali melakukan belanja besar-besaran tanpa arah yang jelas.

"Saya rasa Liverpool harus sedikit lebih berhati-hati dalam pengeluaran mereka setelah apa yang terjadi musim panas lalu," kata Heskey.

"Iraola bisa saja datang, menghabiskan begitu banyak uang, tetapi pada akhirnya tetap berada di bawah tekanan."

Heskey menilai kebijakan transfer Liverpool seharusnya tidak bergantung pada siapa yang menjadi manajer.

"Klub seperti Liverpool tidak membeli pemain untuk manajernya. Mereka membeli pemain untuk klub. Anda bisa melihatnya dari sudut pandang yang sama," katanya.

"Liverpool bisa kembali membeli pemain untuk kebutuhan klub, tetapi tetap ada satu pertanyaan yang harus dijawab: formasi seperti apa yang akan digunakan?"

"Sebelum Liverpool mengeluarkan uang lebih banyak lagi, harus ada keputusan yang jelas mengenai gaya bermain yang ingin ditampilkan tim pada musim depan," kata Heskey lagi.

 

Sumber: Liverpool Echo

Berita Terkait