Mikel Arteta Kecewa Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Soroti Keputusan Wasit

Mikel Arteta mengungkapkan kekecewaannya setelah Arsenal kalah dari Paris Saint-Germain pada final Liga Champions.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 31 Mei 2026, 04:42 WIB
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, berjalan melewati trofi setelah timnya mengalami kekalahan pada pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. (Foto: Odd ANDERSEN / AFP.)

Bola.com, Jakarta - Mikel Arteta mengungkapkan kekecewaannya setelah Arsenal kalah dari Paris Saint-Germain pada final Liga Champions 2025/2026 di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026).

The Gunners harus mengubur impian meraih trofi Eropa pertama mereka setelah takluk melalui adu penalti usai bermain imbang 1-1 sepanjang waktu normal dan perpanjangan waktu.

Advertisement

Arteta menilai timnya dirugikan oleh keputusan wasit dalam pertandingan yang berlangsung di Budapest tersebut. Ia menyoroti insiden yang melibatkan Noni Madueke dan merasa Arsenal seharusnya mendapatkan penalti. Menurut pelatih asal Spanyol itu, keputusan tersebut menjadi salah satu momen penting yang berpengaruh terhadap hasil akhir pertandingan.

"Saya melihat kembali tayangannya dan itu bisa saja menjadi penalti. Terutama jika melihat penalti yang diberikan kepada kami sebelumnya di kompetisi ini. Pada momen tersebut, wasit mengambil keputusan berbeda dan itu sangat penting," ujar Arteta.

 


Takdir Berkata Lain

Bek Paris Saint-Germain asal Ekuador, Willian Pacho (#51), mengoper bola di depan gelandang Arsenal FC asal Norwegia, Martin Odegaard (#8), dalam pertandingan final Liga Champions antara PSG dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. (Foto: NICOLAS TUCAT / AFP.)

Meski kecewa, Arteta tetap memberikan penghormatan kepada PSG yang kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu tim terbaik di Eropa. Ia memuji kualitas individu para pemain lawan serta kemampuan tim asuhan Luis Enrique dalam mengelola pertandingan.

Kekalahan melalui adu penalti menjadi pukulan berat bagi Arsenal yang tampil konsisten sepanjang kompetisi. Arteta meminta para pemainnya untuk menerima rasa sakit tersebut sebagai bagian dari proses berkembang. Ia berharap pengalaman pahit di final ini dapat menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.

"Sangat sulit menerimanya ketika Anda tampil begitu konsisten hingga mencapai final lalu kehilangan trofi lewat adu penalti. Namun kami harus melalui emosi ini, belajar dari apa yang terjadi, dan kembali menunjukkan ambisi untuk bersaing lagi di level tertinggi," tambahnya.

 


Tetap Bangga

Pemain Arsenal, Gabriel Magalhaes, tak mampu menutupi kekecewaan setelah gagal mengeksekusi penalti dalam adu tos-tosan yang berujung pada kekalahan The Gunners dari Paris Saint-Germain (PSG) pada final Liga Champions 2025/2026 di Stadion Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026). (AP Photo/Petr Josek)

Arteta juga mengaku bangga terhadap perjuangan para pemain Arsenal sepanjang musim. Menurutnya, skuad yang ia miliki telah menunjukkan karakter luar biasa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang tahun. Ia menyebut menjadi sebuah kehormatan bisa melatih kelompok pemain yang selalu memberikan segalanya demi klub.

Walaupun gagal meraih Liga Champions, Arsenal tetap menutup musim dengan raihan gelar Liga Inggris.

Namun Arteta mengakui bahwa trofi Liga Champions masih menjadi target terbesar yang belum berhasil mereka capai. Ia berharap penampilan di final kali ini bukan menjadi momen langka, melainkan awal dari konsistensi Arsenal untuk terus bersaing di panggung tertinggi Eropa.

Sumber: Sky

Berita Terkait