Lionel Messi dan Argentina Tantang Rekor Brasil Berusia 64 Tahun di Piala Dunia 2026

Lionel Messi dan Argentina membidik rekor Brasil yang tak tersentuh selama 64 tahun di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 31 Mei 2026, 17:15 WIB
Lionel Messi. menjadi Sosok paling berpengaruh di Timnas Argentina saat ini, pemain berusia 35 tahun ini tercatat telah mengoleksi 19 caps dengan torehan 6 gol dan 5 assist bersama Argentina di ajang Piala Dunia dan berpeluang melewati rekor Diego Maradona sebagai penampil terbanyak. Jumlah tersebut dicatatkannyanya dalam 4 edisi Piala Dunia, yaitu mulai 2006 hingga 2018. Prestasi terbaiknya yaitu saat membawa Argentina menjadi runner-up pada edisi 2014 di Brasil setelah kalah 0-1 (0-0) dari Jerman lewat perpanjangan waktu di partai final. (AFP/Andres Kudacki)

Bola.com, Jakarta - Ketika Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar, banyak yang mengira Lionel Messi akan menutup perjalanan internasionalnya dengan sempurna. Trofi yang selama bertahun-tahun menjadi kepingan terakhir dalam karier gemilangnya akhirnya berhasil diraih.

Kala itu, skuad Argentina bersatu di belakang sang kapten. Messi tampil luar biasa sepanjang turnamen dan membawa La Albiceleste meraih gelar dunia pertama sejak era Diego Maradona pada Piala Dunia 1986 di Meksiko.

Advertisement

Namun, pensiun dari timnas yang sempat diperkirakan banyak pihak tak pernah benar-benar terjadi.

Kendati usianya kini mendekati 40 tahun, Messi masih mampu mempertahankan level permainan yang sangat tinggi.

Itulah mengapa, ketika Argentina memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, peluang sang megabintang untuk kembali tampil di panggung terbesar sepak bola dunia terasa sulit dihindari.

Bukan sekadar karena ia berpeluang tampil untuk keenam kalinya di putaran final Piala Dunia. Argentina juga membawa misi yang jauh lebih besar: mempertahankan gelar juara dunia.

Jika berhasil, Argentina akan menjadi negara ketiga dalam sejarah Piala Dunia yang mampu menjuarai dua edisi secara beruntun.


Upaya Argentina Pertahankan Gelar

Pada tahun berikutnya, Lionel Messi berhasil memenangi trofi Finalissima 2022 bersama Argentina dengan mengalahkan Juara Euro 2020, Italia. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Wembley itu berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan La Albiceleste. Gol kemenangan Argentina kala itu dicetak oleh Lautaro Martinez, Angel Di Maria, dan Paulo Dybala. (AFP/Adrian Dennis)

Sebelum pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengumumkan daftar akhir 26 pemain untuk Piala Dunia 2026, sempat muncul keraguan mengenai keterlibatan Messi.

Penyebabnya adalah cedera hamstring yang dialaminya saat membela Inter Miami pada laga terakhir MLS sebelum jeda kompetisi pertengahan musim.

Meski begitu, Scaloni tak pernah benar-benar mempertimbangkan meninggalkan Messi selama sang pemain menyatakan kesediaan untuk bergabung.

Dalam daftar skuad Argentina kali ini, terdapat 17 pemain yang juga menjadi bagian dari tim juara dunia di Qatar. Scaloni memilih mempertahankan fondasi tim yang sudah terbukti sukses.

Messi, yang kini berusia 38 tahun, tetap diproyeksikan memegang peran sentral dalam upaya Argentina mempertahankan mahkota juara.

Target tersebut bukan perkara mudah. Dalam sejarah 96 tahun Piala Dunia, hanya dua negara yang pernah mempertahankan gelar.

Italia menjadi yang pertama setelah menjuarai edisi 1934 dan 1938 di bawah arahan Vittorio Pozzo. Setelah itu, Brasil mengulangi pencapaian serupa dengan menjadi juara pada 1958 dan 1962.

Sejak keberhasilan Brasil 64 tahun lalu, belum ada negara yang mampu melakukannya lagi.


Masih Gagal

Franz Beckenbauer (kanan) membawa Jerman Barat kala itu tampil di final edisi 1986 dan 1990. Pada Piala Dunia 1986, Jerman Barat harus menerima kekalahan dari Argentina. Empat tahun berselang, Beckenbauer kembali dipercaya mengarsiteki Jerman Barat dan kembali tampil di final dengan status pemenang. (AFP/Staff)

Argentina pernah mendekati pencapaian tersebut. Setelah menjadi juara pada 1986, tim yang dipimpin Maradona kembali mencapai final Piala Dunia 1990. Namun, mereka kalah dari Jerman Barat melalui gol penalti Andreas Brehme.

Brasil juga gagal mempertahankan gelar setelah menjuarai Piala Dunia 1994. Empat tahun kemudian, mereka takluk dari Prancis di partai final yang dikenang karena drama menjelang pertandingan terkait kondisi Ronaldo.

Prancis kemudian kembali menjadi juara pada 2018 dan hampir mengulangi pencapaian itu di Qatar empat tahun berselang.

Berkat trigol Kylian Mbappe, Les Bleus memaksa final Piala Dunia 2022 berlanjut hingga adu penalti. Dalam satu di antara final terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia, Argentina akhirnya keluar sebagai pemenang dan mengukuhkan warisan Messi di level tertinggi sepak bola dunia.

Menariknya, status juara bertahan justru kerap menjadi beban dalam era modern. Selain Prancis pada 2022, sebagian besar juara bertahan kesulitan berbicara banyak pada edisi berikutnya.

Bahkan, dalam empat dari enam Piala Dunia terakhir, juara bertahan gagal lolos dari fase grup.


Kutukan Juara Bertahan

Prancis gagal mengulangi prestasi saat Piala Dunia 2002 (AFP/Patrick Hertzog)

Sejarah menunjukkan bahwa mempertahankan gelar jauh lebih sulit dibanding merebutnya untuk pertama kali.

Prancis, juara 1998, tersingkir di fase grup pada 2002. Italia mengalami nasib serupa setelah menjuarai edisi 2006. Spanyol yang mengangkat trofi pada 2010 juga langsung terhenti di fase grup empat tahun kemudian.

Jerman pun merasakan hal yang sama setelah menjadi kampiun pada 2014.

Kini Argentina menghadapi tantangan yang identik. Messi dan rekan-rekannya bukan hanya mengejar trofi kedua secara beruntun, tetapi juga berusaha mematahkan tren buruk yang terus menghantui para juara bertahan dalam dua dekade terakhir.


Brasil, Tim Terakhir yang Berhasil Mempertahankan Gelar

Pele. Legenda sepak bola Brasil bernama asli Edson Arantes do Nascimento yang tampil dalam 4 edisi Piala Dunia mulai edisi 1958 hingga 1970 ini total berkontribusi dalam 20 gol, dengan rincian mencetak 12 gol dan 8 assist dari 14 laga. Torehannya tersebut mampu membawa Brasil tiga kali meraih trofi Piala Dunia pada edisi 1958, 1962 dan 1970. (AFP)

Untuk menemukan contoh terakhir keberhasilan mempertahankan gelar, Argentina harus menoleh ke Brasil pada 1962.

Empat tahun sebelumnya, Pele yang masih remaja membantu Selecao menjuarai Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah mencetak enam gol di fase gugur dan menghapus trauma kekalahan dari Uruguay pada 1950.

Ketika datang ke Chile sebagai juara bertahan pada 1962, wajah sepak bola dunia sudah mulai berubah.

Permainan terbuka yang menghasilkan banyak gol pada dekade 1950-an mulai tergantikan oleh pendekatan yang lebih pragmatis dan menitikberatkan pada upaya meredam kekuatan lawan.

Brasil tetap mempertahankan sebagian besar kerangka tim juara 1958, tetapi melakukan penyesuaian taktik penting. Formasi 4-2-4 yang agresif berkembang menjadi bentuk 4-3-3 yang lebih seimbang sehingga memberikan perlindungan lebih baik di lini belakang.

Cedera pangkal paha membuat Pele tidak bisa menjadi tumpuan utama. Dalam situasi tersebut, Garrincha tampil sebagai sosok penentu.

Winger legendaris itu perlahan mengambil alih peran sentral dan menjadi bintang utama Brasil sepanjang turnamen.

Brasil melaju dari fase grup tanpa kekalahan sebelum menundukkan Inggris 3-1 pada perempat final berkat dua gol Garrincha.


Misi Messi dan Argentina

Timnas Argentina menang 3-0 atas Italia pada laga Finalissima 2022 di Stadion Wembley, Kamis (2/6/2022) dini hari WIB. Berkat hasil tersebut, Argentina berhak atas trofi juara. (AP photo/Frank Augstein)

Di semifinal melawan tuan rumah Chile, Garrincha kembali mencetak dua gol dalam kemenangan 4-2. Ia sempat menerima kartu merah setelah terlibat insiden dengan pemain lawan, tetapi hukuman tersebut kemudian dibatalkan oleh wasit asal Peru, Arturo Yamasaki.

Keputusan itu memungkinkan Garrincha tampil pada laga final menghadapi Cekoslowakia.

Pada pertandingan puncak, Brasil sempat tertinggal lebih dulu. Namun, kualitas mereka tetap terlalu kuat untuk dibendung lawan.

Selecao membalikkan keadaan dan menang meyakinkan 3-1 untuk mempertahankan gelar juara dunia.

Dalam laga itu, Vava mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol pada dua final Piala Dunia berbeda.

Dominasi Brasil masih berlanjut hingga pertengahan dekade 1960-an sebelum akhirnya runtuh pada kampanye Piala Dunia 1966.

Sejak keberhasilan Selecao pada 1962, tak ada lagi negara yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia. Kini, Messi dan Argentina berusaha mengakhiri penantian panjang yang sudah berlangsung selama lebih dari enam dekade.

 

Sumber: SI

Berita Terkait