Bola.com, Jakarta - Pencinta sepak bola nasional pasti tak akan pernah melupakan sosok ikonik ini: Cristian Carrasco. Ia dikenang tak hanya lantaran gol-gol indahnya, tapi juga selebrasinya yang lain daripada yang lain.
Carrasco memulai petualangannya di Liga Indonesia di awal tahun 2000. Striker asal Chile yang kini berusia 47 tahun mengawali kariernya bersama Persim Maros, Sulawesi Selatan.
Dari Maros, Carrasco kemudian menjelma menjadi salah satu pemburu gol yang sangat ditakuti. Masa kejayaannya tersaji saat ia berkostum PSMS Medan, Persebaya Surabaya, dan Persipura Jayapura.
Selain ketiga raksasa lawas itu, pemilik nama lengkap Cristian Eduardo Carrasco González juga pernah memperkuat Persma Manado, PSM Makassar, Persita Tangerang, sebelum akhirnya menyudahi karier bareng klub Timor Leste, Assalam F.C., pada 2017.
Suka Spiderman
Lantas, selebrasi apa yang membuat Carrasco selalu dikenang publik sepak bola tanah air? Tak salah lagi, selebrasi topeng Spiderman.
Bagaimana kisahnya, mungkin tak banyak yang tahu. Lewata kanal YouTube GOAT - Greg On A Talk belum lama ini, Carrasco menuturkan kisah di balik selebrasi topeng Spiderman.
"Aku suka Spiderman sejak dari kecil. Terus pas aku sampai Indonesia tahun 2001, ya seperti biasa, di mana-mana kalau pemain selebrasi enggak ada selebrasi yang berbeda," kata Carrasco.
"Aku pernah lihat ada satu pemain dulu di negara aku yang cetak gol, dia loncat salto. Bagus banget. Aku mikir dong, ya udah, aku cari selebrasi sendiri. Supaya nanti orang ingat aku. Ya sudah, aku mulai mikir-mikir, aku suka Spiderman dari kecil," imbuhnya.
Dikirim dari Chile
Menurut Carrasco, topeng Spiderman bahkan harus dikirim orang tuanya dari Chile. Jumlahnya pastinya tidak sedikit. Mencapai ratusan.
"Di Indonesia juga banyak anak-anak suka Spiderman. Di helm ada Spiderman. Di sepeda motor nempel foto Spiderman. Aku cerita ke orang tua saya,'Pak, ini kalau saya selebrasi bagaimana ya? Bisa bikin sesuatu yang suprise buat penonton dan dengan selebrasi ini orang-orang ingat aku pas sudah pensiun'. Ya sudah, orang tua saya kirim banyak topeng Spiderman 100 sampai 200," tukas Carrasco.
"Karena aku setiap kali masuk stadion, topengnya selalu aku lempar ke penonton. Sebelum main saya mulai lempar-lempar ke penonton. Supaya apa? Kebanyakan yang ambil orang tua terus kasih ke anaknya."
"Kalau bis pemain sampai stadion, anak-anak tunggu aku pakai topeng gitu. Sebelum kita turun dari bis anak-anak pakai topeng. Mereka kasih salam. Ya begitulah."
Info dari Teman Sekampung
Terkait kedatangannya ke Indonesia, itu karena informasi temannya sekampung, Fillipe Cortes, yang sudah lebih dulu bermain di Liga Indonesia.
"Kalau kita main bola kan kita selalu mau mau keluar dari negeri. Buat pemain bola itu kan sangat penting kan. Karena kalau kamu bisa ke luar negeri otomatis ekonomi kamu lebih baik," ujar Carrasco.
"Jadi ada satu teman aku yang sudah ke sini. Namanya Fillipe Cortes. Dia striker, pernah main di PSPS Pekanbaru. Terus agen yang membawa dia ke Indonesia, minta dicarikan striker".
"Dia lalu menyebut namaku. Sebelumnya, waktu di Chile, kami pernah bertanding. Dia seniorku, satu tim dengan kakakku. Tak lama, agennya menghubungiku," tutur Carrasco, yang saat itu sama sekali belum pernah mendengar nama Indonesia, apalagi sepak bolanya.
"Jujur aku enggak pernah dengar Indonesia. Karena kamu tahu sendirilah, kalau kita bicara tentang Asia, biasanya bicara tentang China, Jepang, dan Korea. Negara-negara gede kan di Asia. Sama kalau orang Indonesia dulu atau sampai sekarang masih mungkin ada yang bertanya, Chile itu di mana," tukasnya.
"Ya sudah, setelah berbicara dengan agen aku langsung deal. Aku pulang ke rumah, cerita ke orang tua. Mereka langsung setuju," pungkas Carrasco.