Tiga Wasit China Siap Unjuk Kualitas di Piala Dunia 2026, Ma Ning Catat Sejarah

China mengirim tiga wasit ke Piala Dunia 2026. Ketiganya pernah memimpin laga yang melibatkan Timnas Indonesia.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 02 Juni 2026, 06:30 WIB
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Bola.com, Jakarta - Tiga wasit asal China resmi bertolak ke Piala Dunia 2026 dengan membawa misi ganda: menunjukkan kualitas perangkat pertandingan China di panggung sepak bola terbesar dunia sekaligus menimba pengalaman yang dapat digunakan untuk mengembangkan dunia perwasitan di negara mereka.

Ma Ning, Fu Ming, dan Zhou Fei berangkat dari Beijing pada Sabtu (30-5-2026) setelah mengikuti acara pelepasan yang diselenggarakan Asosiasi Sepak Bola China (CFA).

Advertisement

Dari tiga nama tersebut, Ma Ning mendapat tugas sebagai wasit utama, sementara Fu Ming akan bertugas sebagai wasit video (VAR) dan Zhou Fei sebagai asisten wasit.

Ketiganya sudah tidak asing bagi publik sepak bola Indonesia lantaran pernah bertugas pada laga-laga Timnas Indonesia maupun di level klub.

Bagi Ma Ning, penunjukan ini menjadi pencapaian penting dalam kariernya. Wasit berusia 47 tahun itu akan menjadi wasit asal China pertama yang masuk daftar perangkat pertandingan dalam dua edisi Piala Dunia.

Sebelumnya, Ma juga terlibat pada Piala Dunia 2022 di Qatar sebagai ofisial keempat dalam sejumlah pertandingan.

 


Pengakuan di Level Tertinggi

Wasit asal China, Ma Ning. (AFP/Karim Jaafar)

Menurut Ma, kesempatan kembali tampil di ajang sebesar Piala Dunia merupakan hasil dari upaya panjang para wasit China untuk mendapatkan pengakuan di level tertinggi sepak bola internasional.

"Selama bertahun-tahun kami bekerja keras untuk menunjukkan bahwa wasit China mampu berdiri di panggung sepak bola terbesar di dunia," kata Ma.

"Selama Piala Dunia kami akan belajar dari para wasit terbaik dunia dan membawa pengalaman berharga itu kembali ke China untuk membantu pembinaan serta pengembangan wasit generasi berikutnya."

"Kami juga akan melakukan yang terbaik untuk menunjukkan kualitas dan profesionalisme wasit China," imbuh Ma.

Sementara itu, bagi Fu Ming dan Zhou Fei, Piala Dunia 2026 akan menjadi pengalaman pertama mereka sebagai bagian dari daftar perangkat pertandingan turnamen tersebut.

 


Berbekal Pengalaman di Turnamen Besar

Kontroversi wasit Fu Ming di laga Vietnam vs Indonesia. (Bola.com/Twitter)

Dalam beberapa tahun terakhir, perangkat pertandingan China makin sering mendapat kepercayaan di ajang internasional.

Ma Ning dan Fu Ming termasuk wasit yang bertugas pada edisi perdana Piala Dunia Antarklub FIFA dengan format baru pada 2025. Selain itu, tim wasit China yang terdiri dari Ma Ning, Fu Ming, Zhou Fei, dan Zhang Cheng dipercaya memimpin final Piala Asia AFC di Qatar.

Mereka menjadi tim wasit asal China pertama yang memimpin partai puncak turnamen tersebut.

Sebelum memulai tugas di Piala Dunia 2026, ketiga wasit akan mengikuti pemusatan latihan selama 10 hari di Miami, Amerika Serikat.

Program tersebut dirancang untuk menyamakan interpretasi terhadap Laws of the Game serta meningkatkan koordinasi antarpetugas pertandingan.

Materi yang diberikan meliputi latihan kebugaran, tes fisik, simulasi berbagai situasi pertandingan, hingga kesempatan memimpin laga uji coba.

 


Kehormatan Sekaligus Tanggung Jawab

Wasit Fu Ming asal China memberi kartu kuning kepada pemain Timnas Argentina U-17, Octavio Ontivero saat menghadapi Timnas Mali U-17 pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Manahan, Solo, Jumat (1/12/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Fu Ming menilai penunjukan sebagai VAR di Piala Dunia 2026 merupakan kehormatan besar sekaligus tanggung jawab yang tidak ringan.

"Mewakili wasit China di panggung Piala Dunia bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab," ujar Fu.

"Kami akan memperhatikan setiap detail dan berusaha tampil sebaik mungkin dalam setiap pertandingan."

"Pada saat yang sama, kami harus menikmati pengalaman ini dan menghargai setiap momen bertugas di level tertinggi sepak bola dunia," katanya.

Ketika ditanya soal tekanan yang akan dihadapi, Fu mengaku tidak terlalu khawatir.

"Tentu ada tekanan, tetapi ketika peluit dibunyikan, kami berada dalam lingkungan yang paling kami pahami."

"Kami hanya perlu mengambil keputusan yang akurat dan lancar seperti yang selalu kami lakukan. Saya yakin tim kami mampu menjalankan setiap tugas dengan baik," lanjut Fu.

 


Kerja Sama Jadi Kunci

Wasit asal China, Ma Ming memimpin final Piala Asia 2023. (AFP/Hector Retamal)

Zhou Fei menyoroti pentingnya komunikasi dan kerja sama di antara perangkat pertandingan. Menurutnya, tugas asisten wasit jauh lebih kompleks dibanding sekadar menentukan offside atau memastikan bola sudah keluar lapangan.

"Penggemar mungkin mengira tugas utama asisten wasit hanya menilai offside dan apakah bola keluar lapangan, tetapi sebenarnya ada banyak tanggung jawab lain dalam membantu wasit utama," kata Zhou.

"Saya memiliki lebih dari 40 catatan di telepon genggam yang berisi berbagai skenario pertandingan dan bentuk komunikasi yang diperlukan dengan wasit," ungkapnya.

"Saya sangat menghargai kesempatan ini dan berharap melalui kerja sama yang solid serta komunikasi yang efisien, kami bisa mengambil keputusan yang sesuai dengan perkembangan sepak bola modern."

Wakil Presiden CFA, Xu Jiren, menegaskan bahwa ketiga wasit tersebut tidak hanya mewakili diri mereka sendiri, tetapi juga citra perwasitan dan sepak bola China secara keseluruhan.

Ia berharap Ma Ning, Fu Ming, dan Zhou Fei mampu menjalankan tugas dengan baik serta menunjukkan standar kepemimpinan pertandingan yang tinggi.

 

Sumber: People's Daily

Berita Terkait