Deretan Aturan Baru yang Resmi Berlaku di Piala Dunia 2026: Termasuk Regulasi yang Dijuluki Anti-Arsenal

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menjelaskan alasan di balik munculnya aturan baru yang berlaku di Piala Dunia 2026. Satu di antaranya seperti 'anti-Arsenal'.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 02 Juni 2026, 20:00 WIB
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang menjelang pengundian kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di markas besar FIFA di Zurich, pada 13 Desember 2024. (Fabrice COFFRINI/AFP)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 akan menghadirkan sejumlah perubahan dalam peraturan pertandingan.

International Football Association Board (IFAB) dan FIFA telah menyetujui enam aturan baru yang bertujuan mengurangi pemborosan waktu, meningkatkan tempo permainan, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pemain dan penonton.

Advertisement

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menjelaskan alasan di balik perubahan tersebut. "Kami berusaha membersihkan permainan ini semaksimal mungkin," ujar Collina.

Beberapa aturan baru bahkan diperkirakan akan mengubah cara tim menjalankan strategi, terutama dalam situasi bola mati.


Hitung Mundur untuk Cegah Buang-Buang Waktu

Wasit senior Collina (c) AFP

Salah satu perubahan utama adalah penerapan hitung mundur lima detik untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam. Selain itu, pemain yang ditarik keluar saat pergantian wajib meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik.

Aturan ini dirancang untuk mengurangi praktik mengulur waktu yang kerap terjadi, terutama saat sebuah tim sedang mempertahankan keunggulan. Collina menjelaskan bahwa wasit tetap akan diberikan keleluasaan dalam situasi tertentu.

"Pada sepak pojok, ada semacam jeda seremonial ketika para bek tengah datang dari sisi lapangan yang berlawanan, yang tentu membutuhkan waktu," ujar Collina.

"Contoh lain adalah ketika seorang pemain harus datang dari jarak yang jauh untuk melakukan lemparan ke dalam ke area penalti. Dalam situasi seperti itu, sedikit waktu tambahan bisa diberikan," lanjutnya.


VAR Kini Punya Wewenang Lebih Luas

Wasit Jerman, Deniz Aytekin, mengecek layar VAR (Video Assistant Referee) pada laga persahabatan antara Inggris versus Italia di London, 27 Maret 2018. (AFP/Ian Kington)

Teknologi Video Assistant Referee (VAR) juga mendapatkan peran yang lebih besar pada Piala Dunia 2026. Kini, kartu kuning kedua yang berujung kartu merah dapat ditinjau ulang oleh VAR.

Selain itu, kesalahan identitas pemain saat pemberian kartu kuning juga bisa diperiksa.

Tidak hanya itu, VAR akan dapat mengoreksi keputusan sepak pojok yang diberikan secara keliru, asalkan koreksi dilakukan sebelum pertandingan dilanjutkan. Collina menjelaskan alasan perubahan tersebut.

"Dari sudut pandang kami, sulit dipahami ketika sebuah sepak pojok diberikan secara keliru tetapi tetap dilanjutkan," ujar Collina.

"Saya ingin sangat jelas, kami tidak menunda pertandingan. Kami tidak membutuhkan tinjauan dari wasit. Jika kesalahan itu langsung terlihat sebelum sepak pojok diambil, maka keputusan bisa diubah," lanjutnya.


Cedera Kiper dan Larangan Menutupi Mulut Saat Konfrontasi

Para pemain timnas Jerman melakukan gestur menutupi mulut saat sesi foto jelang pertandingan Grup E Piala Dunia 2022 Qatar melawan Jepang di Stadion Internasional Khalifa di Doha, Rabu (23/11/2022). Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) pun memberikan penjelasan terkait pose tutup mulut para pemain Timnas Jerman di Piala Dunia 2022. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Aturan lain yang menarik adalah larangan melakukan diskusi taktik ketika seorang penjaga gawang terjatuh karena cedera. Dalam situasi itu, pemain dari kedua tim tidak diperbolehkan mendatangi area teknis untuk menerima instruksi pelatih.

Selain itu, pemain yang menutupi mulut saat melakukan konfrontasi dengan lawan atau wasit berisiko mendapat kartu merah. Collina menjelaskan bahwa aturan tersebut tidak berlaku untuk percakapan biasa.

"Jika itu hanya percakapan biasa yang bersahabat, mereka tetap bisa melakukannya tanpa masalah," tegasnya.


Munculnya Aturan yang Dijuluki ‘Anti-Arsenal’

 

Perubahan yang paling banyak dibicarakan adalah aturan baru yang dijuluki "anti-Arsenal". Aturan ini akan menghukum pemain yang sengaja menghalangi atau mencegah lawan memainkan bola saat tendangan bebas maupun sepak pojok.

FIFA dan IFAB ingin mengurangi praktik dorong-mendorong serta blokade pemain yang sering terjadi dalam situasi bola mati.

Aturan tersebut dianggap berpotensi memengaruhi Arsenal, yang dikenal sangat efektif memanfaatkan skema bola mati sepanjang musim 2025/2026.

Salah satu contoh yang digunakan dalam pembahasan aturan ini adalah gol Timnas Inggris saat bermain imbang 1-1 melawan Uruguay pada Maret lalu.

Dalam situasi tersebut, Adam Wharton dan Harvey Barnes melakukan blok terhadap pemain bertahan sehingga Ben White mampu mencetak gol.


Aturan Baru Sudah Memakan Korban

Penerapan aturan baru sebenarnya sudah terlihat dalam laga uji coba antara Timnas Jepang dan Islandia.

Pada menit ke-85, Kristian Hlynsson membutuhkan lebih dari 10 detik untuk meninggalkan lapangan saat diganti. Akibatnya, pemain penggantinya harus menunggu sekitar satu menit sebelum diizinkan masuk.

Situasi itu menjadi kerugian bagi Islandia karena Jepang berhasil mencetak gol ketika unggul jumlah pemain di lapangan.

Dengan berbagai perubahan tersebut, Piala Dunia 2026 diprediksi akan menghadirkan pertandingan yang lebih cepat, lebih disiplin, dan lebih minim kontroversi dibandingkan edisi-edisi sebelumnya.

Sumber: Give Me Sport

 
 

Berita Terkait