Kevin Keegan Terang-terangan Bilang Tak Suka Sir Alex Ferguson

Kevin Keegan kembali muncul di hadapan publik dengan cara yang mengesankan, yaitu pengakuan soal tidak menyukai manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 03 Juni 2026, 15:45 WIB
Manchester United - Sir Alex Ferguson (Bola.com/Adreanus Titus)

Bola.com, Jakarta - Legenda sepak bola Inggris, Kevin Keegan, lima bulan lalu mengungkapkan didiagnosis menderita kanker stadium empat. Kini, Kevin Keegan kembali muncul di hadapan publik dengan cara yang mengesankan, yaitu pengakuan soal tidak menyukai manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson

Ia tampil di panggung King's Lynn Corn Exchange Theatre dan terlihat bugar, tajam, serta tetap penuh energi, ciri khas yang membuatnya menjadi salah satu sosok paling dicintai dalam sejarah sepak bola Inggris.

Advertisement

Keegan tetap menjadi figur yang sangat populer, mulai dari Liverpool, Hamburg, Newcastle United hingga Timnas Inggris. Ketika ia kembali tampil di depan publik, sambutan hangat yang diterimanya begitu terasa.

Dengan gaya humornya yang khas, Keegan bahkan sempat menyinggung kondisi kesehatannya saat ini. Mengutip The Telegraph, ia mengenang percakapannya dengan dokter yang menanganinya.

"Dokter saya mengatakan tingkat keberhasilannya sekitar tiga dari sepuluh," kata Keegan, seperti dikutip dari Give Me Sport, Rabu (3/6/2026). 

"Saya bilang kepadanya, kalau dia seorang striker dan hanya mencetak gol tiga kali dari sepuluh peluang, saya pasti akan mencoretnya dari tim. Tapi sejauh ini, apa pun yang dia lakukan kepada saya, ternyata berhasil."

 


Momen Ikonik Kevin Keegan

Manajer Newcastle asal Inggris, Kevin Keegan, memberi isyarat selama pertandingan Premier League melawan West Ham di Upton Park, London Timur, Inggris, pada 26 April 2008. (FOTO AFP/GLYN KIRK)

Tidak lengkap rasanya jika sebuah acara bersama Kevin Keegan tidak membahas momen paling ikonik dalam karier kepelatihannya: pidato emosional "Saya akan sangat senang jika kami mengalahkan mereka". 

Momen tersebut terjadi pada musim 1995/96 ketika Newcastle United terlibat persaingan sengit memperebutkan gelar Premier League dengan Manchester United.

Saat seorang penonton bertanya apakah ia menyesali pernyataan terkenalnya yang ditujukan kepada Sir Alex Ferguson dalam siaran langsung Sky Sports, Keegan memberikan jawaban yang jujur.

Ia mengaku bahkan hampir tidak mengenali dirinya sendiri ketika pertama kali menonton ulang rekaman tersebut. "Saya berkata: siapa orang itu?"

"Saya benar-benar tidak merasa itu saya. Bahkan suaranya pun tidak terdengar seperti saya," imbuh dia. 

Hingga kini, cuplikan tersebut masih dianggap sebagai salah satu momen non-pertandingan paling ikonik dalam sejarah Premier League.

Saat itu Newcastle sempat unggul 12 poin di puncak klasemen sebelum perlahan dikejar Manchester United. Ferguson diyakini berhasil memberikan tekanan psikologis kepada Keegan melalui berbagai komentar publik yang menyulut emosinya.

Ketika Keegan akhirnya meluapkan emosinya di depan kamera, banyak yang menganggap momen itu menjadi titik balik yang membantu Manchester United merebut gelar juara.

Benar atau tidak, rekaman tersebut terus melekat pada sosok Keegan selama hampir tiga dekade.

 

 


Komentar Jujur soal Ferguson

Dalam jawaban yang sama, Keegan juga melontarkan pernyataan yang mungkin menjadi komentar paling blak-blakan sepanjang acara tersebut.

"Saya tidak menyukai Alex Ferguson. Meski tentu saja saya sangat menghormati semua pencapaiannya sebagai seorang manajer," tutur Keegan. 

Persaingan antara kedua pelatih itu pada pertengahan 1990-an tampaknya meninggalkan bekas yang tidak pernah benar-benar hilang.

Permainan psikologis Ferguson, komentarnya mengenai klub-klub lain yang dianggap tidak ingin membantu Newcastle menjadi juara, serta tekanan mental yang terus diberikan kepada Keegan selama perebutan gelar, rupanya masih membekas hingga sekarang.

Kini di usia 75 tahun dan setelah menghadapi diagnosis kanker stadium empat, Keegan tampaknya tidak memiliki keinginan untuk menyembunyikan perasaannya.

Ia mengakui dan menghormati kesuksesan Ferguson sebagai salah satu manajer terbesar dalam sejarah sepak bola. Namun menurutnya, menghormati seseorang tidak berarti harus menyukainya.

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait