Piala Dunia 2026 Diproyeksikan Hasilkan Pendapatan Terbesar dalam Sejarah FIFA

Hasil studi, Piala Dunia 2026 diproyeksikan cetak rekor pendapatan FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 Juni 2026, 04:00 WIB
Ilustrasi Piala Dunia. (Foto by Gemini AI)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 diperkirakan akan menjadi turnamen paling menguntungkan dalam sejarah FIFA. Format baru yang melibatkan 48 negara peserta menjadi satu di antara faktor utama di balik lonjakan pendapatan tersebut.

Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko juga diyakini akan membantu mendongkrak pemasukan dari tiket dan layanan hospitality.

Advertisement

Sebuah studi terbaru dari S&P Global Market Intelligence memperkirakan FIFA akan membukukan pendapatan sekitar 9 miliar dolar AS (sekitar Rp161, 6 triliun) dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Angka tersebut mencakup sekitar 3,9 miliar dolar AS yang berasal dari hak siar dan media.

Menurut laporan tersebut, rekor pendapatan baru akan ditopang oleh bertambahnya jumlah peserta dari 32 menjadi 48 negara, peningkatan jumlah pertandingan dari 64 menjadi 104 laga, serta tingginya nilai komersial pasar Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama.

Selain itu, kerja sama media global yang makin kuat di berbagai negara juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan pendapatan FIFA.

 


Pendapatan FIFA Naik

Logo FIFA terlihat di dalam stadion setelah pertandingan Final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Chelsea dan Paris Saint-Germain di Stadion MetLife pada 13 Juli 2025 di East Rutherford, New Jersey. (Luke Hales/Getty Images via AFP)

Peneliti S&P Global Market Intelligence mencatat Piala Dunia 2026 menjadi ekspansi format pertama dalam 28 tahun.

Turnamen akan digelar di 16 kota yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Perubahan tersebut diperkirakan menghasilkan pendapatan sekitar 9 miliar dolar AS pada tahun penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Hak siar diproyeksikan tetap menjadi sumber pemasukan terbesar dengan kontribusi sekitar 3,9 miliar dolar AS. Di sisi lain, FIFA juga diperkirakan memperoleh pertumbuhan signifikan dari hak pemasaran, penjualan tiket, dan layanan hospitality.

Secara keseluruhan, FIFA diproyeksikan meraih pendapatan 13 miliar dolar AS (Rp233,4 triliun) sepanjang siklus empat tahunan 2023-2026.

Angka tersebut melonjak dua kali lipat dibanding siklus sebelumnya pada 2019-2022 yang menghasilkan sekitar 6,5 miliar dolar AS.

 


Penonton dan Keterlibatan Digital

Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Dok. fifa.com)

Laporan yang sama juga memperkirakan Piala Dunia 2026 akan mencatat tingkat konsumsi konten tertinggi sepanjang sejarah turnamen.

FIFA memproyeksikan terciptanya sekitar 6 miliar interaksi di berbagai platform, dari televisi, layanan streaming, hingga media digital.

Prediksi tersebut dibangun berdasarkan tren peningkatan konsumsi digital serta keberhasilan final Piala Dunia 2022 antara Argentina versus Prancis yang disaksikan sekitar 1,5 miliar penonton di seluruh dunia.

Selain itu, lebih dari lima juta penonton diperkirakan akan hadir langsung di stadion selama Piala Dunia 2026 berlangsung.

 


Turnamen Lain

Setelah itu, pelatih asal Italia tersebut berhasil membawa Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub 2025 yang berlangsung di Amerika. (AFP/Paul Ellis)

Studi tersebut juga menyoroti kontribusi kompetisi FIFA selain Piala Dunia putra. Piala Dunia Putri, turnamen kelompok umur, dan Piala Dunia Antarklub dinilai makin memperkuat siklus komersial FIFA.

Satu di antara pendorongnya adalah kesepakatan hak siar senilai 1 miliar dolar AS dengan DAZN pada 2025 serta perjanjian streaming baru untuk pasar Amerika Serikat dan Kanada bersama Netflix yang akan mulai berlaku pada 2027.

S&P Global Market Intelligence juga menilai strategi perencanaan komersial jangka panjang FIFA memberi kepastian bagi para mitra bisnis untuk tetap terlibat dalam berbagai siklus turnamen.

Kepercayaan terhadap Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah turut mendukung proyeksi bahwa pendapatan dari penjualan tiket dan layanan hospitality pada Piala Dunia 2026 akan melampaui Piala Dunia 2022 di Qatar.

Bahkan, pemasukan dari dua sektor tersebut diperkirakan lebih tinggi sekitar 950 juta dolar AS dibanding proyeksi Piala Dunia 2030.

 

Sumber: Tvtech

Berita Terkait