Carlo Ancelotti Dapat Gaji Fantastis, Ini 7 Pelatih dengan Bayaran Termahal di Piala Dunia 2026

Berikut ini daftar tujuh pelatih dengan gaji terbesar di Piala Dunia 2026 berdasarkan data yang dirilis Planet Football.

BolaCom | Choki SihotangDiterbitkan 04 Juni 2026, 18:15 WIB
Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti. (Bola.com/Banana Prompts/AI Generated)

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2026 tinggal menghitung hari. Setelah kemeriahan dan drama yang tersaji di Qatar empat tahun lalu, turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut siap kembali memikat perhatian miliaran pasang mata.

Masih segar dalam ingatan bagaimana Timnas Argentina mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai Piala Dunia 2022. Dipimpin Lionel Messi, Tim Tango sukses mengangkat trofi Piala Dunia untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya berjaya pada 1978 dan 1986.

Advertisement

Kini, panggung sepak bola dunia beralih ke Amerika Utara. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Sebanyak 48 negara akan bersaing memperebutkan trofi paling bergengsi dalam dunia sepak bola. Tak hanya para pemain bintang yang menjadi sorotan, sosok pelatih juga akan mendapat perhatian besar sepanjang turnamen.

Di balik kesuksesan sebuah tim, pelatih memegang peran vital. Mereka bertanggung jawab menyusun strategi, menentukan komposisi pemain terbaik, hingga mengambil keputusan krusial di tengah pertandingan.

Tak heran jika sejumlah federasi rela menggelontorkan dana besar demi mendapatkan juru taktik berkualitas.

Menjelang Piala Dunia 2026, beberapa pelatih menerima bayaran fantastis. Menariknya, Argentina selaku juara bertahan justru tidak memiliki wakil dalam daftar tujuh pelatih bergaji tertinggi.

Sebaliknya, Uzbekistan mencuri perhatian lewat keberanian mereka menunjuk nama besar dengan nilai kontrak yang sangat tinggi. Berikut ini daftar tujuh pelatih dengan gaji terbesar di Piala Dunia 2026 berdasarkan data yang dirilis Planet Football.


7. Didier Deschamps (Prancis) – 3,31 juta poundsterling per tahun

Sebelumnya diketahui, Prancis dan Brasil telah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Timnas Prancis di bawah racikan pelatih Didier Deschamps tampil dominan di kualifikasi, sementara Brasil lolos setelah menempati peringkat kelima zona CONMEBOL. Tampak dalam foto, pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps (tengah) dan asistennya Guy Stephan (kanan) memimpin sesi latihan di pusat pelatihan New England Revolution di Foxborough, Massachusetts, pada 25 Maret 202. (Franck FIFE/AFP)

Didier Deschamps masih menjadi sosok penting di balik perjalanan Timnas Prancis dalam satu dekade terakhir. Pelatih yang membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 itu dikabarkan akan menjalani turnamen terakhirnya bersama tim nasional.

Deschamps merupakan figur legendaris bagi Prancis. Sebagai pemain, ia mengangkat trofi Piala Dunia 1998, sementara sebagai pelatih ia kembali menghadirkan kejayaan dua dekade kemudian.

Setelah era Deschamps berakhir, kursi pelatih Prancis diyakini akan ditempati Zinedine Zidane, sosok yang sukses besar bersama Real Madrid.


6. Roberto Martinez (Portugal) – 3,5 juta poundsterling per tahun

Pelatih Portugal Roberto Martinez berjabatan tangan dengan Cristiano Ronaldo saat Ronaldo diganti di laga semifinal Nations League kontra Jerman di Allianz Arena, Munich, Jerman, Rabu, 4 Juni 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Roberto Martinez terus menikmati kepercayaan tinggi dari Federasi Sepak Bola Portugal. Setelah membawa Portugal menjuarai UEFA Nations League 2025, eks pelatih Belgia itu kini dituntut menghadirkan prestasi yang lebih besar di Piala Dunia.

Dengan skuad yang dipenuhi pemain berkualitas di hampir semua lini, Portugal dinilai memiliki peluang besar untuk melangkah jauh. Besarnya gaji Martinez mencerminkan tingginya ekspektasi yang dibebankan kepadanya.


5. Fabio Cannavaro (Uzbekistan) – 3,5 juta pounsterling per tahun

Fabio Cannavaro meneruskan tongkat estafet dari pelatih sebelumnya, Timur Kapadze yang membawa Uzbekistan ke Piala Dunia 2026. (AFP/Roberto Schmidt)

Nama Fabio Cannavaro menjadi kejutan terbesar dalam daftar ini. Legenda Italia yang memenangkan Ballon d'Or 2006 tersebut kini dipercaya menangani Uzbekistan.

Meski tidak terlibat langsung dalam keberhasilan Uzbekistan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya, federasi sepak bola negara Asia Tengah itu memilih menunjuk Cannavaro demi meningkatkan daya saing tim di panggung dunia.

Investasi besar tersebut menunjukkan keseriusan Uzbekistan. Lolos ke fase gugur tentu akan menjadi pencapaian luar biasa sekaligus pembenaran atas keputusan mereka merekrut mantan kapten Timnas Italia tersebut.


4. Julian Nagelsmann (Jerman) – 4,2 juta pounsterling per tahun

Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, memperlihatkan ekspresi gembira setelah tim asuhannya berhasil memastikan tiket Piala Dunia 2026 menjadi milik mereka usai kemenangan telak 6-0 atas Slowakia di Red Bull Arena, Leipzig, Selasa (18/11/2025) dini hari WIB. (Ronny HARTMANN / AFP)

Di usia yang masih relatif muda, Julian Nagelsmann sudah dianggap sebagai satu di antara pelatih terbaik di generasinya.

Kariernya melesat bersama Hoffenheim, RB Leipzig, hingga Bayern Munchen sebelum akhirnya dipercaya menangani Timnas Jerman. Pendekatan taktis yang modern dan inovatif membuatnya menjadi aset berharga bagi Die Mannschaft.

Kontrak Nagelsmann bersama Jerman saat ini berlaku hingga Euro 2028, menunjukkan besarnya kepercayaan federasi terhadap proyek jangka panjang yang sedang dibangunnya.


3. Mauricio Pochettino (Amerika Serikat) – 4,53 juta poundsterling per tahun

Pelatih Timnas AS, Mauricio Pochettino, berbicara dengan media selama konferensi pers pada 5 Desember 2025 di Washington, DC. (Jamie Sabau/Getty Images via AFP)

Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, Amerika Serikat ingin tampil kompetitif di hadapan publik sendiri. Karena itu, mereka tidak ragu menunjuk Mauricio Pochettino sebagai pelatih kepala.

Mantan pelatih Tottenham Hotspur, PSG, Chelsea, dan Southampton tersebut menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi dalam sejarah sepak bola Amerika Serikat.

Pengalaman panjang di level elite Eropa menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Kini, Pochettino dituntut membuktikan bahwa investasi besar yang diberikan federasi memang layak dibayar mahal.


2. Thomas Tuchel (Inggris) – 5,06 juta poundsterling per tahun

Pelatih kepala timnas Inggris asal Jerman, Thomas Tuchel (kanan), berbicara kepada gelandang Inggris nomor 10, Jude Bellingham, saat ia bersiap memasuki lapangan dalam pertandingan persahabatan internasional antara Inggris dan Senegal di stadion City Ground, Nottingham, pada 10 Juni 2025. (Paul ELLIS/AFP)

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) mengambil langkah berani dengan menunjuk Thomas Tuchel sebagai penerus Gareth Southgate.

Reputasi Tuchel sebagai spesialis turnamen sistem gugur menjadi nilai jual utama. Pelatih asal Jerman itu pernah membawa PSG dan Chelsea ke final Liga Champions, bahkan sukses meraih gelar bersama The Blues pada 2021.

Dengan materi pemain yang melimpah, Inggris berharap Tuchel mampu mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali menjadi juara dunia.


1. Carlo Ancelotti (Brasil) – 8,28 juta poundsterling per tahun

Pelatih kepala tim nasional Brasil, Carlo Ancelotti mengamati para pemainnya selama sesi latihan di Sao Paulo, pada 3 Juni 2025. (Nelson ALMEIDA/AFP)

Tak ada nama yang mengalahkan Carlo Ancelotti dalam urusan pendapatan. Pelatih asal Italia itu menjadi juru taktik dengan gaji tertinggi di Piala Dunia 2026.

Brasil memberikan kepercayaan penuh kepada Ancelotti untuk mengembalikan kejayaan Selecao di panggung dunia. Rekam jejaknya memang sulit ditandingi. Ia merupakan satu-satunya pelatih yang pernah menjuarai lima liga top Eropa serta mengoleksi lima gelar Liga Champions.

Meski sempat menuai kontroversi dalam beberapa keputusan pemilihan pemain, Federasi Sepak Bola Brasil tetap yakin Ancelotti adalah sosok yang tepat untuk memimpin tim.

Kepercayaan tersebut bahkan dibuktikan dengan perpanjangan kontrak hingga Piala Dunia 2030. Kini, tantangan terbesar menanti Don Carlo: membawa Brasil kembali mengangkat trofi yang terakhir kali mereka raih pada 2002.

Sumber: Planet Football

Berita Terkait