Kembalinya Mourinho ke Real Madrid Bisa Jadi Kabar Buruk untuk Trent Alexander-Arnold

Kehadiran Jose Mourinho bisa membuat Trent Alexander-Arnold kehilangan tempat di Real Madrid.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 Juni 2026, 10:15 WIB
Bek Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, menunggu untuk masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan sepak bola fase liga Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Real Madrid di Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 4 November 2025. (Paul ELLIS / AFP)

Bola.com, Jakarta - Kembalinya Jose Mourinho ke Real Madrid disebut bisa membawa konsekuensi besar bagi Trent Alexander-Arnold.

Mantan penyerang Aston Villa, Gabby Agbonlahor, bahkan menilai mantan bintang Liverpool itu berisiko kehilangan tempat utama jika pelatih asal Portugal tersebut benar-benar mengambil alih kursi pelatih di Santiago Bernabeu.

Advertisement

Mourinho saat ini difavoritkan menjadi pengganti Alvaro Arbeloa, yang meninggalkan Real Madrid setelah musim 2025/2026 berakhir tanpa trofi.

Agbonlahor meyakini gaya permainan Mourinho tidak sepenuhnya cocok dengan karakter Alexander-Arnold yang lebih menonjol saat menguasai bola dibanding bertahan.

Dalam perbincangannya bersama legenda Rangers, Ally McCoist, di talkSPORT, Agbonlahor mengungkapkan kekhawatirannya.

"Saya khawatir untuk Trent, sungguh. Denzel Dumfries sudah bergabung, bukan? Atau setidaknya hampir bergabung dari Inter Milan. Dia lebih cocok sebagai bek kanan ala Jose Mourinho, bukan?" kata Agbonlahor.

"Dia lebih kuat, agresif, cepat, dan punya fisik yang bagus. Saya tidak melihat Trent akan banyak bermain di bawah Mourinho," imbuhnya.


Ancaman dari Dumfries

Denzel Dumfries merayakan golnya ke gawang Slavia Praha di ajang Liga Champions, Rabu (1/10/2025) (AP Photo/Luca Bruno)

Alexander-Arnold bergabung dengan Real Madrid musim panas lalu setelah meninggalkan Liverpool secara gratis.

Kepindahan itu sempat memicu kekecewaan di kalangan pendukung The Reds karena sang pemain memilih tidak memperpanjang kontraknya di Anfield.

Pada musim pertamanya di Madrid, pemain berusia 27 tahun itu tampil dalam 35 pertandingan di semua kompetisi. Ia juga menjadi pemain Inggris ketujuh yang pernah membela Los Blancos, menyusul jejak rekan setimnya saat ini, Jude Bellingham.

Namun, situasinya bisa berubah apabila Real Madrid merampungkan transfer Dumfries dari Inter Milan.

Sepanjang karier kepelatihannya, Mourinho dikenal mengutamakan organisasi pertahanan yang disiplin dan kukuh. Satu di antara contohnya terlihat saat menangani Chelsea yang hanya kebobolan 15 gol dalam perjalanan meraih gelar Premier League musim 2004/2005.

Karakter tersebut membuat kemampuan bertahan seorang bek menjadi aspek yang sangat penting dalam sistem permainan Mourinho.


Kelemahan Alexander-Arnold

Trent Alexander-Arnold dari Real Madrid, kiri, dan Abde Ezzalzouli dari Betis berebut bola selama pertandingan La Liga antara Real Betis dan Real Madrid di Sevilla, Spanyol, Sabtu (25-4-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Sementara itu, kelemahan Alexander-Arnold dalam bertahan sudah lama menjadi sorotan.

Pada periode akhir kepelatihan Jurgen Klopp di Liverpool, ia bahkan lebih sering dimainkan dalam peran hibrida antara bek kanan dan pengatur serangan dari area yang lebih dalam.

Peran tersebut dinilai mampu memaksimalkan kualitas umpan dan visi bermain pemain yang telah mengoleksi 34 penampilan bersama Timnas Inggris itu.

Kendati posisinya sebagai bek kanan bisa terancam, peluang tetap terbuka bagi Alexander-Arnold untuk mendapatkan tempat dalam sistem Mourinho sebagai gelandang.

Dengan cara itu, Real Madrid dapat memanfaatkan kemampuan distribusi bolanya yang menjadi satu di antara yang terbaik di Eropa.


Konate Makin Dekat ke Bernabeu

Ibrahima Konate melindungi bola dari Eberechi Eze di laga Liverpool vs Crystal Palace di Anfield, Minggu (25/05/2025) malam WIB. (AP/Jon Super)

Alexander-Arnold juga berpotensi kembali bermain bersama mantan rekannya di Liverpool, Ibrahima Konate. Keduanya pernah membantu Liverpool menjuarai Piala FA dan Piala Liga Inggris musim 2021/2022 di bawah asuhan Klopp.

Liverpool telah mengumumkan bahwa Konate akan meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir pada penghujung bulan ini.

Bek tengah Timnas Prancis itu kini dikabarkan sedang menjalani tahap akhir negosiasi untuk bergabung dengan Real Madrid.

Meski transfernya belum diumumkan secara resmi, Presiden Real Madrid, Florentino Perez, sudah memberi sinyal kuat mengenai kedatangan Konate.

"Saya bisa memastikan bahwa jika saya tetap menjadi presiden Real Madrid, salah satu bek terbaik dunia, Konate, akan bermain untuk Real Madrid mulai musim depan," ujar Perez kepada Diario AS.

"Dan dia bukan satu-satunya bek papan atas yang akan bergabung dengan kami jika saya tetap memimpin Real Madrid," tambahnya.


Sanjungan buat Mourinho

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, tersenyum usai tim nya menang atas Benfica pada laga Liga Champions di Stadion Luz, Kamis (19/10/2017). Manchester United menang 1-0 atas Benfica. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Perez, yang menjabat sebagai presiden Real Madrid pada periode 2000-2006 dan kembali memimpin klub sejak 2009, akan menghadapi pemilihan presiden pada 7 Juni mendatang.

Dalam wawancara yang sama, Perez juga mengungkapkan antusiasmenya terhadap kemungkinan kembalinya Mourinho ke Madrid.

"Mourinho adalah salah satu pelatih terbaik di dunia dan dia sangat penting bagi Real Madrid saat bekerja bersama kami," ujarnya.

"Dia adalah pelatih pada musim liga yang memecahkan rekor itu (saat Real Madrid menjuarai La Liga dengan 100 poin). Dia membawa tim ke tingkat daya saing yang sangat tinggi dan itu sangat penting untuk semua pencapaian yang datang setelahnya."

"Mourinho dan Konate adalah dua rekrutan pertama saya (musim panas ini)," kata Perez.

 

Sumber: Talksport

Berita Terkait