Kakak Desire Doue, Guela Doue Bikin Pantai Gading Cetak Sejarah Saat Sikat Prancis pada Uji Coba Jelang Piala Dunia 2026

Sebuah gol dan satu assist dari Guela Doue mengamankan kemenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Timnas Pantai Gading saat melawan Prancis dengan skor 2-1 di Stade de la Beaujoire - Louis Fonteneau hari Jumat (05/06/2026) dini hari WIB.

BolaCom | Hendry WibowoDiterbitkan 05 Juni 2026, 08:00 WIB
Penyerang Prancis Desire Doue berbicara dengan bek Pantai Gading Guela Doue setelah pertandingan persahabatan antara Prancis dan Pantai Gading menjelang Piala Dunia FIFA 2026 di Stade de la Beaujoire di Nantes, Prancis barat, pada 4 Juni 2026. (FRANCK FIFE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Sebuah gol dan satu assist dari Guela Doue mengamankan kemenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Timnas Pantai Gading saat melawan Prancis dengan skor 2-1 di Stade de la Beaujoire - Louis Fonteneau hari Jumat (05/06/2026) dini hari WIB.

Sebelum laga ini, Prancis belum pernah kalah dari Pantai Gading, harus merasakan comeback bersejarah dalam pertandingan pemanasan jelang Piala Dunia 2026 yang dimainkan di Nantes.

Advertisement

Paradoks besar pertandingan ini terletak di tribun dan di bangku cadangan. Guela Doue, bek sayap untuk klub Ligue 1 Strasbourg lahir di Angers 23 tahun yang lalu.

Lahir dari ayah Pantai Gading, ia memilih untuk mewakili Timnas Pantai Gading. Di seberangnya, sebagai pemain cadangan yang tidak bermain untuk Prancis, ada adik laki-lakinya, Desire Doue, 21 tahun.

Desire Doue merupakan salah satu pemain berharga Paris Saint-Germain. Tidak seperti Guela, Desire memilih untuk membela Timnas Prancis, tanah kelahiran ibunya.

 


Guela Jadi Sorotan

Meskipun sorotan biasanya tertuju pada Desire karena statusnya di PSG, kali ini protagonis utama adalah kakak laki-lakinya.

Guela mencetak gol dan hanya lima menit sebelum peluit akhir, memberikan assist kepada Amad Diallo untuk menyelesaikan comeback yang kini menjadi bagian dari sejarah sepak bola Pantai Gading.

Sejak peluit awal dibunyikan, Prancis langsung mengambil alih kendali permainan. Dipimpin sang kapten, Kylian Mbappé, Les Bleus terus menekan pertahanan Pantai Gading.

Namun, dominasi tuan rumah berulang kali digagalkan penampilan gemilang penjaga gawang Pantai Gading, Yahia Fofana. Kiper yang memperkuat klub Turki itu sukses menggagalkan tiga peluang emas Mbappe hanya dalam rentang tujuh menit. Tak hanya itu, Fofana juga mampu meredam ancaman dari Marcus Thuram dan Michael Olise.


Prancis Sempat Unggul

Bek Prancis Malo Gusto (kiri) berebut bola dengan penyerang Pantai Gading Bazoumana Toure (kanan) pada uji coba jelang Piala Dunia 2026 di Stade de la Beaujoire di Nantes. (FRANCK FIFE / AFP)

 

Ketangguhan pertahanan Pantai Gading akhirnya runtuh tepat menjelang turun minum. Pada menit ke-45, Rayan Cherki memanfaatkan bola liar hasil umpan Ibrahima Konaté.

Dari tepi kotak penalti, Cherki melewati pengawalnya sebelum melepaskan tembakan akurat yang membawa Prancis unggul 1-0.

Memasuki babak kedua, Deschamps melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga kebugaran skuad menjelang putaran final Piala Dunia 2026.

Sejumlah nama besar seperti Mbappe, Olise, Aurélien Tchouaméni, Theo Hernández, dan Dayot Upamecano ditarik keluar. Pergantian masif tersebut membuat intensitas permainan Prancis menurun drastis. Situasi itu langsung dimanfaatkan Pantai Gading yang mulai berani keluar menyerang.

 


Rotasi Besar Jadi Bumerang

Pada menit ke-53, umpan terobosan brilian dari Nicolas Pépé berhasil membelah pertahanan Prancis. Guela Doué yang lolos dari kawalan dengan tenang menaklukkan Mike Maignan untuk menyamakan skor menjadi 1-1.

Amad Diallo Pastikan SejarahSetelah gol penyeimbang, pertandingan berjalan lebih lambat karena faktor kelelahan dan banyaknya pergantian pemain dari kedua kubu.

Saat laga tampak akan berakhir imbang, Pantai Gading justru menunjukkan ambisi lebih besar untuk meraih kemenangan.

Lima menit sebelum waktu normal berakhir, Guela Doué kembali menjadi aktor penting. Akselerasinya di sisi kanan diakhiri dengan umpan silang terukur ke dalam kotak penalti.

Bola langsung disambar penyerang Amad Diallo tanpa kontrol. Sepakan pemain yang memperkuat Manchester United itu gagal dibendung Maignan dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Pantai Gading. Skor tersebut bertahan hingga laga usai.

Sumber: Marca 

Berita Terkait