Eks Real Madrid dan PSG Ini Tepis Isu Sedang Didekati Klub Liga Indonesia Musim Depan

Nama Jese Rodríguez tiba-tiba mencuat di tengah pemberitaan sepak bola Indonesia. Pemain berusia 32 tahun itu diisukan tengah didekati oleh salah satu klub Liga Indonesia untuk musim depan, sebuah kabar yang langsung menjadi perhatian publik mengingat rekam jejak sang pemain yang pernah menjadi bagian dari skuad Real Madrid era kejayaan La Decima.

BolaCom | Gregah NurikhsaniDiterbitkan 05 Juni 2026, 17:15 WIB
Striker Real Madrid, Jese Rodriguez, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Barcelona pada laga La Liga di Stadion Camp Nou, Minggu (20/3/2016). Jese resmi meninggalkan PSG dan bergabung ke Stoke City. (AFP/Josep Lago)

Bola.com, Jakarta - Nama Jese Rodríguez tiba-tiba mencuat di tengah pemberitaan sepak bola Indonesia. Pemain berusia 32 tahun itu diisukan tengah didekati oleh salah satu klub Liga Indonesia untuk musim depan, sebuah kabar yang langsung menjadi perhatian publik mengingat rekam jejak sang pemain yang pernah menjadi bagian dari skuad Real Madrid era kejayaan La Decima.

Namun Jese langsung merespons isu tersebut dengan tegas saat ditanya dalam sesi virtual media call eksklusif LaLiga menjelang LaLiga Hypermotion Playoff 2025/2026. Mantan winger Real Madrid itu memastikan pikirannya saat ini hanya tertuju pada satu hal, membawa Las Palmas kembali ke kasta tertinggi sepak bola Spanyol.

Advertisement

Jese tampil sebagai salah satu pilar penting Las Palmas sepanjang musim ini, dan kehadirannya di babak play-off promosi menjadi salah satu faktor kunci yang diandalkan tim asal Kepulauan Canary tersebut. Las Palmas akan bersaing melawan tiga klub lainnya, yakni Málaga CF, CD Castellón, dan UD Almería, dalam perebutan tiket La Liga musim 2026/27.

Perjalanan playoff ini bukan sekadar urusan sporting bagi Jese. Ini adalah misi personal untuk mengembalikan klub yang ia bela ke tempat yang menurutnya memang seharusnya menjadi rumah Las Palmas secara permanen.

 


Jese: Saya Tidak Tahu Isu Itu, Saya Hanya Fokus di Play-Off

Jese Rodriguez bersama istrinya, Aurah Ruiz. (AFP/BERTRAND GUAY).

Ketika pertanyaan soal ketertarikan klub Indonesia dilontarkan kepadanya, Jese tidak butuh waktu lama untuk memberikan jawabannya. Ia mengaku tidak mengetahui isu tersebut sama sekali dan memilih untuk tidak terlalu mempedulikannya di tengah momen krusial yang sedang ia hadapi bersama Las Palmas.

"Tidak, saya tidak mengetahui apa yang Anda bicarakan. Saat ini saya hanya fokus di play-off promosi La Liga. Jadi, saya tidak tahu tentang isu yang Anda tanyakan," ujar Jese. "Yang bisa saya bilang sekarang adalah saya fokus bersama Las Palmas."

Jawaban singkat namun tegas itu menutup rapat spekulasi yang beredar, setidaknya untuk saat ini. Jese jelas tidak ingin perhatiannya terbagi di luar lapangan ketika Las Palmas tengah berjuang di momen paling menentukan musim ini.

 


Promosi Bukan Sekadar Target, tapi Kewajiban Moral

Jese Rodriguez mencetak satu gol saat Johor Darul Ta'zim menang 6-0 atas KL Rovers dalam leg kedua babak 16 besar Piala Malaysia di Stadion Sultan Ibrahim, Sabtu (30/11/2024). (Dok. JDT)

Jese berbicara lebih jauh tentang makna play-off ini bagi dirinya dan bagi Las Palmas sebagai institusi. Bagi pemain yang sudah merasakan atmosfer panggung tertinggi sepak bola Eropa, tekanan play-off promosi ternyata memiliki bobotnya sendiri yang tidak bisa diremehkan.

"Saya pikir promosi sangat penting bagi saya karena musim lalu kami bermain di divisi pertama, dan menurut saya Las Palmas seharusnya selalu berada di divisi pertama," tutur Jese. "La Liga adalah salah satu kompetisi terbaik di Spanyol, dan keberadaan klub di sana juga akan sangat membantu perkembangan para pemain muda."

Jese juga menegaskan komitmennya untuk memberikan segalanya demi rekan-rekan setimnya di Las Palmas. "Saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk mengeluarkan kemampuan terbaik dari rekan-rekan setim saya, sesama pemain, dan mudah-mudahan kami dapat mencapai tujuan yang telah kami tetapkan," imbuhnya.

 


Kenangan La Decima dan DNA Kemenangan dari Real Madrid

Di luar konteks play-off, Jese juga diajak bernostalgia tentang salah satu momen paling ikonik dalam kariernya, yakni menjadi bagian dari skuad Real Madrid yang merebut gelar Liga Champions kesepuluh yang bersejarah atau La Decima. Bersama Cristiano Ronaldo, Sergio Ramos, dan deretan pemain terbaik dunia lainnya, Jese merasakan langsung bagaimana rasanya berada di lingkungan yang tidak mengenal kepuasan selain kemenangan.

"Sebuah kehormatan, karena saya bermain di Real Madrid hingga ke skuad utama, dan saya berusaha untuk belajar dari para pemain terbaik di sana, tidak hanya soal sepak bola, tapi juga tentang manusia seutuhnya," kenang Jese. "Saya belajar banyak hal di sana, berada di sana membuat Anda memiliki DNA untuk selalu ingin menang."

Berita Terkait