Pep Guardiola Pergi, Man City Tebar Ancaman kepada Rival: Kami Akan Kembali Lebih Kuat

Pep Guardiola pergi, Man City kirim peringatan kepada para pesaing.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 Juni 2026, 21:00 WIB
Penyerang Manchester City, Erling Haaland (tengah), merayakan gol kedua timnya bersama rekan-rekan setimnya dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester City di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris barat laut, pada 8 Februari 2026. (Paul ELLIS / AFP)

Bola.com, Jakarta - Manchester City mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya, termasuk Arsenal, setelah berakhirnya era Pep Guardiola di Stadion Etihad.

The Citizens menegaskan bahwa kepergian pelatih asal Spanyol itu bukan awal kemunduran, melainkan bagian dari proses menuju fase berikutnya.

Advertisement

Guardiola resmi meninggalkan Man City bulan lalu setelah satu dekade penuh trofi. Selama 10 tahun memimpin, ia mempersembahkan 20 gelar bergengsi, termasuk enam trofi Premier League, dan mengukuhkan diri sebagai manajer tersukses dalam sejarah klub.

Kepergian Guardiola memunculkan spekulasi bahwa Man City akan kesulitan mempertahankan standar tinggi yang mereka bangun selama bertahun-tahun.

Namun, Chairman Manchester City, Khaldoon Al Mubarak, menolak anggapan tersebut.

Dalam wawancara penutup musim, Al Mubarak menegaskan klubnya masih memiliki ruang untuk berkembang dan siap kembali bersaing memperebutkan gelar musim depan, termasuk menghadapi Arsenal yang baru saja gagal menjuarai Liga Champions setelah kalah dari Paris Saint-Germain di partai final.

"Kami masih sangat jauh dari titik puncak," kata Al Mubarak.

"Jika melihat kembali ke tahun 2008 dan membandingkannya dengan posisi klub saat ini, saya melihat perjalanan luar biasa selama 18 tahun terakhir. Roberto Mancini membawa gelar Premier League pertama untuk klub ini, sebuah momen yang tidak akan pernah kami lupakan. Dia juga mempersembahkan Piala FA pertama setelah penantian yang sangat panjang."

"Setelah itu Manuel Pellegrini datang, meraih gelar Premier League lagi dan menghadirkan kesuksesan lainnya. Kemudian Pep datang dan menanamkan pola pikir serta DNA klub pemenang. Kini kami sudah terbiasa menang karena hal itu telah menjadi bagian dari identitas kami. Klub ini dirancang dan dibangun untuk meraih kemenangan," ujarnya.

Mental Juara Tetap Bertahan

Selebrasi pelatih Manchester City, Pep Guardiola bersama sang pemilik klub, Khaldoon al-Mubarak dalam perayaan gelar Liga Inggris 2022/2023 setelah laga pekan terakhir menghadapi Chelsea di Etihad Stadium, Manchester(21/5/2023). (AFP/Oli Scarff)

Al Mubarak menilai fondasi yang ditinggalkan Guardiola akan memastikan Man City tetap kompetitif, meski terjadi pergantian pelatih.

"Apa yang diberikan Pep membawa kami ke level berikutnya. Kami sangat berterima kasih atas apa yang telah ia bangun di sini," ujarnya.

"Saya, Sheikh Mansour, Ferran Soriano, dan seluruh organisasi memiliki satu tim. Tim itu adalah tim pemenang."

"Tim itu akan terus berjalan. Akan selalu ada pemain, pelatih, dan eksekutif yang datang serta pergi. Itu bagian dari kehidupan. Namun, kami akan terus melangkah dan terus memberikan hasil," ucap Al Mubarak.

Menurut Al Mubarak, perubahan komposisi skuad dalam beberapa bursa transfer terakhir memang membutuhkan waktu sebelum menghasilkan performa terbaik.

"Hampir bisa dikatakan ini tim baru. Ketika inti tim berubah seperti yang terjadi dalam beberapa jendela transfer terakhir, tentu dibutuhkan waktu agar para pemain menyatu dan membangun chemistry," jelasnya.

"Fondasi tim ini mulai benar-benar berkembang sejak Februari ketika para pemain makin matang dan semakin memahami satu sama lain."

"Ditambah lagi dengan pemain-pemain yang akan kami datangkan musim panas ini, karena itu saya sangat percaya diri. Musim depan kami akan kembali dengan sangat kuat. Sangat kuat. Kami akan memastikan berada dalam posisi yang lebih baik dibanding musim sebelumnya." tuturnya.

Pengganti Guardiola Segera Diumumkan

Pelatih kepala Chelsea asal Italia, Enzo Maresca, memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan Premier League antara Chelsea dan Arsenal di Stamford Bridge, London, pada 30 November 2025. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Dalam kesempatan yang sama, Al Mubarak juga mengisyaratkan pengumuman manajer baru Man City tinggal menunggu waktu.

Nama mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca, telah lama disebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Guardiola. Pelatih asal Italia tersebut pernah bekerja sebagai asisten Guardiola selama semusim di Man City.

Proses penunjukan Maresca dikabarkan masih menunggu penyelesaian pembicaraan dengan Chelsea terkait kompensasi kontrak. Maresca meninggalkan Stamford Bridge pada Januari lalu ketika masa kerjanya masih tersisa 3,5 tahun.

"Saat ini saya bisa mengatakan bahwa kami telah melalui proses yang sangat matang dan terstruktur," ujar Al Mubarak.

"Tim sudah yakin, dan saya juga yakin, bahwa kami akan mendapatkan manajer yang tepat untuk klub ini."

"Bersabarlah sedikit lagi. Dalam waktu dekat kami akan mengumumkannya dan saya yakin semua orang akan merasa nyaman dengan pilihan yang kami ambil karena kami telah mendatangkan manajer terbaik yang memungkinkan untuk klub ini," katanya.

Mengubah Wajah Premier League

Sebelumnya, skuad asuhan Pep Guardiola sempat tak mendapatkan hasil maksimal imbang 3-3 di markas Everton pada (04/05) waktu setempat. (AFP/Darren Staples)

Al Mubarak juga memberikan penghormatan khusus kepada Guardiola. Menurutnya, pengaruh sang pelatih tidak hanya mengubah Man City, tetapi juga mengubah lanskap sepak bola Inggris secara keseluruhan.

"Dia mengubah sepak bola Inggris. Saya mengatakan itu dengan penuh kerendahan hati, tetapi saya benar-benar meyakininya," kata Al Mubarak.

"Lihat bagaimana liga ini berkembang, bagaimana tim-tim berkembang dalam 10 tahun terakhir. Lihat perbedaan cara bermain sepak bola di Premier League dibandingkan satu dekade lalu."

"Menurut saya, pengaruhnya terhadap permainan, taktik, dan metode kepelatihan tidak bisa dibantah. Dia meninggalkan jejak yang sangat kuat di liga ini," imbuhnya.

"Sangat sedikit manajer yang mampu datang lalu mengubah bukan hanya sebuah tim, tetapi memengaruhi perubahan di seluruh kompetisi. Jumlahnya sangat sedikit, dan Pep berhasil melakukannya di sini. Dalam pandangan saya, tidak ada keraguan mengenai hal itu," ujar Al Mubarak.

 

Sumber: Express

Berita Terkait