FIFA Salah Jual Tiket Piala Dunia 2026 Rp0, Puluhan Suporter Kini Diminta Bayar Ulang

FIFA mengakui adanya kesalahan pada sistem penjualan tiket yang membuat sekitar 60 suporter memperoleh tiket pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis.

BolaCom | Rizki HidayatDiterbitkan 05 Juni 2026, 20:15 WIB
Tahap pertama yang juga disebut "Visa Presale Draw" mengharuskan suporter untuk mendaftarkan Kode Identifikasi Penggemar (Fan ID) di laman resmi FIFA. Hanya pemegang kartu Visa berusia di atas 18 tahun yang dapat mendaftar. (ULISES RUIZ/AFP)

Bola.com, Jakarta - FIFA mengakui adanya kesalahan pada sistem penjualan tiket yang membuat sekitar 60 suporter memperoleh tiket pertandingan Piala Dunia 2026 tanpa membayar sepeser pun. 

Meski demikian, badan sepak bola dunia itu memutuskan untuk membatalkan tiket yang terlanjur diterbitkan dengan harga Rp0. Para suporter yang terdampak diberikan kesempatan untuk membeli kembali tiket yang sama dengan harga normal.

Advertisement

Dalam pernyataan resminya, FIFA menjelaskan insiden tersebut terjadi akibat masalah pembayaran yang muncul saat proses checkout berlangsung.

"FIFA dapat mengonfirmasi sekitar 60 suporter menerima pemberitahuan pada Rabu, 3 Juni, terkait tiket yang sempat dialokasikan tanpa biaya karena adanya kendala pembayaran pada tahap penyelesaian transaksi," tulis FIFA.

Organisasi tersebut juga menyampaikan penyesalan atas ketidaknyamanan yang dialami para penggemar.

 


Diberi Waktu 7 Hari

Kantor Manajemen Darurat (OEM) Departemen Kepolisian Transit New Jersey, bersama dengan mitra federal, negara bagian, kabupaten, dan lokal, melakukan latihan tanggap darurat di Stadion MetLife menjelang Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, pada 18 April 2026. (Leonardo MUNOZ/AFP)

Kasus ini pertama kali mencuat setelah akun media sosial Ticket Talk Network, yang kerap mengulas berbagai kesalahan dalam sistem penjualan tiket, membagikan surat resmi FIFA kepada para pembeli terdampak.

Dalam surat itu disebutkan pembeli yang mendapatkan tiket Rp0, memiliki waktu tujuh hari untuk menyelesaikan pembayaran. Jika tidak, tiket akan dihapus dari akun masing-masing.

Menurut informasi yang beredar, tiket yang terdampak kesalahan sistem tersebut merupakan tiket pertandingan fase grup yang digelar di Toronto, Kanada.

 


Masalah Tiket FIFA Belum Berakhir

Sebuah papan iklan yang mempromosikan Piala Dunia 2026 terlihat di luar Faneuil Hall Marketplace pada 10 Maret 2026 di Boston, Massachusetts. (Maddie Meyer/Getty Images via AFP)

Insiden tiket gratis ini menambah daftar persoalan yang membayangi FIFA menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Turnamen akbar yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara, yakni Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko, akan dimulai pada 11 Juni mendatang.

Sebelumnya, FIFA sempat menyatakan optimistis seluruh pertandingan akan dipenuhi penonton. Namun, kurang dari sepekan sebelum kick-off, masih terdapat sejumlah kursi yang belum terjual untuk beberapa pertandingan.

Sorotan terhadap kebijakan penjualan tiket FIFA juga semakin tajam dalam beberapa pekan terakhir. Pekan lalu, Jaksa Agung Negara Bagian New York dan New Jersey dikabarkan mulai melakukan penyelidikan terhadap praktik penjualan tiket FIFA.

Penyelidikan tersebut muncul setelah adanya tuduhan FIFA melakukan kenaikan harga secara artifisial serta memberikan informasi yang dinilai menyesatkan kepada para penggemar.

 


Terapkan Harga Dinamis

Dalam penjualan tiket Piala Dunia 2026, FIFA menerapkan sistem yang mereka sebut sebagai variable pricing atau harga dinamis.

Melalui mekanisme ini, harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti tingkat permintaan pasar dan ketersediaan kursi selama periode penjualan berlangsung.

FIFA mulai membuka fase penjualan publik terakhir pada April lalu. Saat itu, mereka juga menegaskan tiket tambahan masih mungkin dirilis hingga mendekati bahkan tepat sebelum pertandingan dimulai.

Dengan waktu yang semakin dekat menuju kick-off Piala Dunia 2026, polemik mengenai ketersediaan dan harga tiket diperkirakan masih akan menjadi perhatian besar para suporter di seluruh dunia.

Sumber: BBC Sport

Berita Terkait