FIFA Resmi Larang Vuvuzela di Piala Dunia 2026

Tak ada lagi dengung Vuvuzela, FIFA terapkan aturan baru di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 05 Juni 2026, 21:45 WIB
Seorang pria Maroko meniup vuvuzela sambil menjual bendera nasional di Rabat selama perayaan setelah kemenangan tim mereka di final Piala Arab 2025 antara Yordania dan Maroko yang berlangsung di Stadion Lusail, Lusail pada 18 Desember 2025. (Abdel Majid BZIOUAT/AFP)

Bola.com, Jakarta - Suporter yang berencana membawa vuvuzela ke stadion Piala Dunia 2026 harus mengurungkan niatnya.

FIFA resmi melarang penggunaan terompet plastik tersebut di seluruh arena pertandingan yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Advertisement

Larangan itu tercantum dalam kode etik stadion yang diterbitkan FIFA menjelang Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Vuvuzela merupakan terompet berbahan plastik dengan bentuk memanjang yang identik dengan atmosfer pertandingan sepak bola di Afrika Selatan.

Alat tersebut menjadi fenomena global saat Piala Dunia 2010 digelar di negara tersebut.

Kendati populer di kalangan sebagian suporter, suara dengung vuvuzela yang panjang dan monoton kerap menuai keluhan. Banyak pihak menggambarkan bunyinya menyerupai sekumpulan lebah yang beterbangan di sekitar stadion.

 


Larangan Lain

Seorang pria meniup vuvuzela di Abidjan pada 12 Januari 2024 menjelang Piala Afrika 2024 (CAN). (FRANCK FIFE/AFP)

Tak hanya vuvuzela, FIFA melarang peluit, terompet udara, serta berbagai perangkat pembuat suara lain yang dianggap menghasilkan kebisingan berlebihan.

Aturan yang sama berlaku di seluruh 16 stadion yang akan digunakan selama Piala Dunia 2026.

FIFA juga memasukkan perangkat pemancar sinar laser, penunjuk laser, dan alat sejenis ke daftar barang terlarang.

Selain mengatur benda yang boleh dibawa ke stadion, FIFA turut menetapkan sejumlah ketentuan terkait perilaku penonton.

 


Sanksi Melanggar Aturan

Ilustrasi botol air minum plastik. (Photo by Serenity Mitchell on Unsplash)

Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa cat tubuh dan tato tubuh tidak dapat dianggap sebagai pakaian. Penonton juga dilarang berlari tanpa busana di area stadion, memperlihatkan bagian tubuh intim, atau melepas pakaian dengan tujuan serupa.

FIFA turut melarang penonton membawa botol minum isi ulang ke dalam stadion dengan alasan keamanan.

Berdasarkan kode etik yang diterbitkan federasi tersebut, penonton yang melanggar aturan dapat ditolak masuk atau dikeluarkan dari stadion.

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara peserta dan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko.

 

Sumber: Reuters