Kylian Mbappe Kirim Pesan untuk Italia: Piala Dunia Tanpa Kalian Sangat Disayangkan

Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, ungkap kekecewaan Italia tak lolos ke Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 Juni 2026, 15:45 WIB
Penyerang Prancis #10, Kylian Mbappe, bereaksi setelah upayanya mencetak gol yang dianulir karena offside, selama pertandingan persahabatan antara Kolombia dan Prancis di Stadion Northwest di Landover, Maryland, pada 29 Maret 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe membawa misi besar saat memimpin Timnas Prancis di Piala Dunia 2026.

Selain memburu sejumlah rekor individu, penyerang Real Madrid itu juga tak lupa menyoroti absennya Italia dari turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Advertisement

Untuk pertama kalinya, Mbappe akan mengemban ban kapten Prancis di ajang Piala Dunia. Menjelang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara, ia mengaku kecewa karena tidak bisa melihat Italia ambil bagian.

Dalam keterangannya kepada wartawan yang dikutip TMW, Mbappe mengungkapkan kedekatan emosional dengan Italia.

Hubungan itu terjalin selama membela Paris Saint-Germain (PSG), ketika ia berbagi ruang ganti dengan sejumlah pemain Italia seperti Gianluigi Donnarumma, Marco Verratti, dan Gianluigi Buffon.

"Saya sangat menyukai Italia," kata Mbappe.

"Saya pernah bermain bersama banyak pemain hebat Italia, saya memiliki banyak teman di sana, dan ketika ada kesempatan, saya berlibur ke negara itu. Saya merasa sangat nyaman berada di sana. Orang-orangnya sangat baik kepada saya," ungkap Mbappe.

Mantan bintang PSG itu menilai absennya Gli Azzurri menjadi kehilangan besar bagi sepak bola dunia.

"Sangat disayangkan karena Italia adalah negara dengan tradisi sepak bola yang luar biasa," ujarnya.


Simpati untuk Italia

Para pemain PSG, (dari kanan) Kylian Mbappe, Gianluigi Donnarumma dan Lionel Messi merayakan kemenangan 2-1 atas Strasbourg setelah berakhirnya laga pekan ke-37 Liga Prancis 2022/2023 di Stade de la Meinau, Strasbourg, Prancis (27/5/2023). Bermain imbang 1-1, PSG memastikan merebut gelar juara Liga Prancis 2022/2023. (AFP/Patrick Hertzog)

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara. Format baru tersebut membuka jalan bagi sejumlah tim yang sebelumnya sulit lolos untuk tampil di putaran final.

Mbappe memandang perubahan itu sebagai langkah positif karena memberikan kesempatan lebih luas kepada banyak negara untuk merasakan atmosfer Piala Dunia.

Meski begitu, ia juga menyadari ada konsekuensi yang tidak menyenangkan ketika satu di antara kekuatan tradisional sepak bola justru gagal mengamankan tiket.

"Ini kesempatan yang luar biasa bagi banyak tim nasional," kata Mbappe.

"Meski saya harus mengatakannya, saya sangat menyesal untuk Italia," imbuh pemain berusia 27 tahun itu.


Memburu Rekor Bersejarah

Selebrasi pemain timnas Prancis, Olivier Giroud dan Kylian Mbappe usai mencetak gol ke gawang Polandia dalam pertandingan 16 besar Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Al Thumama Stadium, Doha, Qatar, Minggu (4/12/2022). (AFP/Kirill Kudrayavtsev)

Selain berbicara mengenai Italia, Mbappe datang ke Amerika Utara dengan peluang mencatatkan sejarah baru dalam karier internasionalnya.

Saat ini ia telah mengoleksi 12 gol di Piala Dunia. Artinya, ia hanya terpaut empat gol dari rekor pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen yang masih dipegang legenda Jerman sekaligus mantan penyerang Lazio, Miroslav Klose, dengan 16 gol.

Tak hanya itu, Mbappe berpeluang mengejar dua catatan penting lainnya bersama Timnas Prancis.

Ia masih memburu rekor Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Les Bleus. Selain itu, Mbappe berkesempatan melampaui torehan Just Fontaine sebagai pemain Prancis dengan jumlah gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia.

Jika mampu mewujudkan target-target tersebut, musim panas tahun ini berpotensi menjadi satu di antara periode paling bersejarah dalam perjalanan karier sang bintang Real Madrid.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait