Gara-Gara Kebijakan AS, Iran Bisa Dipaksa Langgar Aturan FIFA di Piala Dunia 2026

Kebijakan AS bikin Iran berpotensi melanggar aturan resmi FIFA selama berkiprah di Piala Dunia 2026.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 Juni 2026, 21:45 WIB
Foto yang diberikan ini, diambil dan dirilis oleh Kantor Pers Federasi Sepak Bola Iran pada 6 Juni 2026, menunjukkan para pemain Timnas Iran (Dari Kiri) bek Mehdi Torabi, pemain sayap kiri Mehdi Ghayedi, gelandang Amirmohammad Razzaghinia, pemain sayap kiri Mohammad Mohebi, dan kiper Payam Niazmand menaiki pesawat di Bandara Antalya menjelang keberangkatan mereka ke Meksiko untuk turnamen sepak bola Piala Dunia 2026, di Antalya, Turki, pada 6 Juni 2026. Iran mengecam Amerika Serikat pada 6 Juni karena menolak visa kepada beberapa staf pendukung skuad Piala Dunia mereka karena para pemain untuk meninggalkan Turki menuju Meksiko. (Foto: Kantor Pers Federasi Sepak Bola Iran/AFP)

Bola.com, Jakarta - Timnas Iran menghadapi persoalan di luar lapangan menjelang Piala Dunia 2026.

Kebijakan yang diterapkan Amerika Serikat sebagai satu di antara tuan rumah turnamen berpotensi membuat Iran kesulitan memenuhi satu di antara kewajiban resmi yang ditetapkan FIFA.

Advertisement

Situasi tersebut muncul setelah sejumlah anggota penting dalam rombongan tim Iran dilaporkan belum memperoleh visa masuk ke Amerika Serikat.

Hubungan politik yang tegang antara Iran dan Amerika Serikat sudah menjadi sorotan menjelang turnamen. Bahkan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat memperingatkan Iran agar tidak datang ke ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Kini, masalah baru muncul setelah televisi pemerintah Iran, yang dikutip ESPN, melaporkan bahwa sejumlah pejabat dan staf penting timnas belum mendapatkan visa.

Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI0, Hedayat Mombeini, serta Wakil Presiden FFIRI, Mehdi Mohammad Nabi, disebut termasuk kelompok 14 staf dan pejabat yang belum memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat.


Datang dan Pulang di Hari yang Sama

Pelatih Amir Ghalenoei membawa sekitar 30 pemain termasuk Mehdi Taremi dalam pemusatan latihan tersebut. (AFP/Oner San)

Meski seluruh pertandingan Iran di Grup G digelar di Amerika Serikat, Team Melli memilih Meksiko sebagai pusat latihan selama Piala Dunia 2026.

Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta Mesir di Seattle.

Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, mengungkapkan bahwa Timnas Iran telah menerima informasi mengenai pembatasan yang diterapkan selama berada di wilayah Amerika Serikat.

Menurut The Mirror, Iran diwajibkan masuk dan meninggalkan Amerika Serikat pada hari yang sama setiap kali menjalani pertandingan.

"Kami bisa masuk pada pagi hari dan harus meninggalkan negara itu pada hari yang sama," kata Pasandideh.

Aturan tersebut berpotensi menimbulkan berbagai kendala logistik bagi Iran selama menjalani fase grup Piala Dunia 2026.


Terancam Langgar Aturan FIFA

Pelatih kepala Timnas Iran, Amir Ghalenoei (C), berbicara kepada para pemainnya selama sesi latihan di markas mereka di Antalya, pada 19 Mei 2026. Timnas Iran tiba di Turki pada 19 Mei 2026 untuk kamp pelatihan dan menyelesaikan aplikasi visa menjelang Piala Dunia 2026, kata koresponden AFP. (Satu SAN/AFP)

Selain persoalan perjalanan, kebijakan itu dapat menempatkan Iran dalam posisi sulit terkait aturan resmi FIFA.

Menurut The Guardian, FIFA mewajibkan pelatih setiap tim peserta menghadiri konferensi pers resmi sehari sebelum pertandingan di kota tempat laga berikutnya akan berlangsung.

Apabila Iran hanya diizinkan masuk dan keluar Amerika Serikat pada hari pertandingan, kewajiban tersebut berpotensi tidak dapat dipenuhi.

Dengan hitungan hari menuju pembukaan turnamen, Iran mendesak FIFA untuk mengambil tindakan terhadap Amerika Serikat.

Federasi dan perwakilan diplomatik Iran menilai perlakuan yang mereka terima bertentangan dengan aturan FIFA serta kewajiban Amerika Serikat sebagai tuan rumah.

Dalam pernyataan yang diunggah Kedutaan Besar Iran di Turki melalui platform X, pemerintah Iran menyoroti masalah visa yang dialami rombongan timnas.

"Anda tidak bisa menutupi tindakan yang melanggar regulasi FIFA dan mengabaikan kewajiban Amerika Serikat sebagai tuan rumah hanya dengan memuji diri sendiri," bunyi pernyataan tersebut.

"Mengapa Anda tidak mengatakan bahwa visa ditolak untuk sebagian besar staf manajerial dan eksekutif, penasihat teknis, serta pihak-pihak lain yang merupakan bagian penting dari setiap tim nasional sepak bola?"

"Anda kini telah membawa perlakuan diskriminatif yang disengaja terhadap tim nasional Iran ke tingkat yang paling tinggi."


Tuduhan Intervensi Politik

Iran menyusul Jepang untuk tampil di pesta akbar sepakbola tersebut. Iran mendapatkan tiket lolos itu setelah berimbang 2-2 kontra Uzbekistan di Azadi Stadium, Selasa (25/3/2025) malam WIB. Iran memang cuma butuh satu poin untuk lolos. (AFP)

Iran juga menilai kebijakan tersebut membuat timnas mereka tidak dapat menjalani Piala Dunia 2026 dalam kondisi yang setara dengan peserta lain.

Menurut pernyataan yang sama, tindakan pemerintah Amerika Serikat telah melampaui ranah politik dan mulai memengaruhi jalannya kompetisi olahraga.

"Dengan memperluas permusuhan yang berubah-ubah terhadap bangsa Iran ke dunia olahraga, pemerintah Amerika Serikat pada praktiknya telah merampas hak tim nasional Iran untuk bermain di Piala Dunia dalam kondisi normal serta tanpa tekanan dan stres yang tidak semestinya."

"Ini merupakan bentuk campur tangan bermotif politik yang paling buruk dalam dunia olahraga," demikian pernyataan pemerintah Iran.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait